Tiga Matahari di Planet KELT-4Ab

Dulu mungkin kita berpikir kalau dunia dengan Matahari lebih dari satu hanya ada di sains fiksi. Tapi perkembangan sains dan teknologi berkata lain. Planet yang mengorbit bintang ganda, bintang bertiga dan bahkan bintang berempat bukan lagi sekedar cerita fiksi sains. Planet-planet itu ada dan sudah ditemukan.

Ilustrasi planet HD 1885Ab, planet pertama yang ditemukan di sistem bintang bertiga. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Ilustrasi planet HD 1885Ab, planet pertama yang ditemukan di sistem bintang bertiga. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Salah satunya, penemuan terbaru dari para peneliti di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. Mereka menemukan planet yang mengitari salah satu bintang dalam sistem bintang triplet atau bintang bertiga. Artinya, jika saja kita bisa berada di planet ini, kita akan memiliki 3 “matahari” di langit.

Exoplanet baru tersebut ditemukan di sistem KELT-4, sistem bintang bertiga yang pada awalnya dikira bintang ganda. Sistem “bintang ganda” KELT ditemukan pada tahun 1973 sebagai pasangan bintang ganda. Baru 40 tahun kemudian di tahun 2013, Jason D. Eastman menemukan kalau salah satu bintang di sistem KELT-4 merupakan dua bintang. Saat pertama ditemukan bintang KELT-4B dan KELT-4C memang belum bisa dipisahkan oleh instrumen yang digunakan pada masa itu.

Exoplanet dengan Tiga Matahari
Meskipun sudah ditemukan, planet mengorbit sistem bintang triplet masih terhitung langka. Dari 2099 sistem extrasolar yang sudah ditemukan, hanya ada 4 sistem yang memiliki 3 bintang. Dan sistem KELT-4 merupakan sistem bintang triplet ke-4 yang ditemukan memiiki planet.

Planet baru di KELT-4 ini diberi nama KELT-4Ab. Dari namanya, kita bisa mengetahui kalau planet tersebut bergerak mengitari bintang KELT-4A yang ada di sistem bintang triplet tersebut.  Selain KELT-4Ab, pasangan bintang lainnya (KELT-4B dan KELT-4C) juga mengorbit KELT-4A, yang juga merupakan bintang paling terang di sistem ini.

Planet KELT-4Ab yang ditemukan oleh Jason D. Eastman dan tim merupakan planet Jupiter panas atau planet gas raksasa serupa Jupiter yang berada sangat dekat dengan bintang induknya. KELT-4Ab hanya membutuhkan 3 hari untuk mengitari bintang induknya, sementara kedua bintang lainnya, KELT-4B dan KELT-4C membutuhkan waktu sekitar 4000 tahun untuk mengitari bintang KELT-4A. Tapi kedua bintang ini hanya membutuhkan 30 tahun untuk mengitari satu sama lainnya.

Sampai saat ini, belum diketahui seperti apa komposisi planet KELT-4Ab. Akan tetapi, jika kita berdiri di atas atmosfer exoplanet Jupiter panas ini, bintang KELT-4A akan tampak seperti Matahari yang 40 kali lebih besar di langit dan kedua bintang lainnya akan tampak jauh lebih redup dari “sang surya”. Tapi, meskipun jaraknya sangat jauh, kedua bintang KELT-4B dan KELT-4C akan tampak seterang bulan purnama di langit. Tapi, karena jaraknya yang sangat jauh, keduanya hanya akan tampak seperti dua noktah di langit jika dilihat dengan mata tanpa alat dari planet Jupiter panas tersebut.

Planet KELT-4Ab ditemukan lewat metode transit saat diamati dengan 2 teleskop robotik Kilodegree Extremely Little Telescope (KELT) yang berada di Arizona dan Afrika Selatan. Selain planet KELT-4Ab, pengamatan dengan kedua teleskop robotik inilah yang kemudian menyingkap kehadiran dua bintang KELT 4B dan 4C. Sistem KELT-4 masih terhitung sistem dekat dengan Bumi mengingat jaraknya yang hanya 680 tahun cahaya.

Planet Jupiter Panas
Planet Jupiter Panas tidak seharusnya ada!  Proses pembentukan planet di sebuah bintang memperlihatkan kalau planet gas yang seukuran Jupiter hanya bisa terbentuk jauh dari bintang dan berada di area yang lebih dingin. Sama seperti Jupiter di Tata Surya.

Dulu, saat para astronom mencari tahu kelahiran sebuah planet, satu-satunya sistem yang menjadi acuan adalah Tata Surya dimana Bumi berada. Dan ketika exoplanet pertama ditemukan, para astronom ditantang untuk menemukan jawaban dari kehadiran planet raksasa super panas yang berada dekat dengan bintang induknya. Bagaimana planet ini terbentuk? Bukankah planet gas raksasa seperti Jupiter seharusnya terbentuk jauh dari bintang? Apakah ia terbentuk di dekat bintang ataukah jauh dari bintang baru kemudian bermigrasi ke dekat bintang? Bagaimana proses migrasinya? apa yang menyebabkan planet ini bisa berubah orbitnya?

Proses migrasi bisa terjadi ketika planet gas raksasa tersebut berinteraksi dengan benda lain. Untuk planet gas raksasa seukuran Jupiter, gangguan yang disebabkan oleh interaksi harus cukup besar untuk bisa menyebabkan planet tersebut pindah.

Untuk planet KELT-4Ab, migrasi terjadi saat berinteraksi dengan kedua bintang lain yang ada di sistem. Papasan dengan kedua bintang tersebut, jika cukup dekat akan memicu terjadinya gangguan orbit yang menyebabkan planet tersebut bermigrasi ke dekat bintang.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.