Riak Misterius di Bintang AU Microscopii

Alam semesta selalu mengejutkan manusia. Dan di saat yang sama ketika sebuah misteri terpecahkan maka muncul lagi misteri yang lain. Seakan tak ada habisnya.

Dari bumi dan angkasa, mata-mata manusia menjadi pengantar pesan bagi alam semesta untuk disampaikan kepada manusia. Cerita kali ini datang dari penglihatan tajam Very Large Telescope (VLT) milik ESO dan Teleskop Hubble milik NASA/ESA. Teleskop landas Bumi dan angkasa ini melihat struktur asing di piringan debu di sekeliling sebuah bintang dekat.

Fitur yang dilihat para astronom ini bergerak cepat seperti gelombang dalam cakram yang mengelilingi bintang AU Microscopii. Yang menarik, fitur seperti ini belum pernah diamati sebelumnya dan bahkan belum pernah ada astronom yang memprediksi keberadaan fitur seperti ini. Sebuah misteri baru yang harus dipecahkan.

Riak misterius di Bintang AU Microscopii atau AU Mic yang dilihat VLT dan Teleskop Hubble dari tahun 2010-2014. Kredit: ESO/NASA/ESA
Riak misterius di Bintang AU Microscopii atau AU Mic yang dilihat VLT dan Teleskop Hubble dari tahun 2010-2014. Kredit: ESO/NASA/ESA

Keanehan di AU Mic
Bintang  AU Microscopii atau AU Mic adalah sebuah bintang muda yang berada dekat dengan Bumi. Jaraknya hanya 32 tahun cahaya dari Bumi. Tidak jauh bukan?

Seperti bintang muda pada umumnya, bintang AU Mic ini juga dikelilingi oleh piringan debu atau cakram debu yang pada umumnya merupakan lokasi pembentukan planet pada bintang. Mempelajari piringan debu tersebut akan memberikan informasi penting terkait evolusi sistem keplanetan di bintang AU Mic.

Maka para astronom pun mencari tanda kehadiran benda lain di sekeliling bintang AU Mic. Tanda yang dicari itu berupa gumpalan atau fitur lengkungan yang bisa dijadikan petunjuk keberadaan sebuah planet. Tapi, mencari tanda kehadiran planet yang sedang atau sudah terbentuk dalam piringan debu bukan hal mudah. Bahkan mencari planet di bintang lain juga bukan hal mudah yang bisa dilihat secara langsung. Dibutuhkan teknik pengamatan yang tepat untuk bisa menemukan planet.

Pada tahun 2014, para astronom menggunakan instrumen SPHERE (Spectro-Polarimetric High-contrast Exoplanet REsearch instrument) yang dipasang pada VLT milik ESO untuk mencari tanda kehadiran planet di bintang muda AU Mic. Hasilnya, mereka menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Foto yang diambil SPHERE memperlihatkan kehadiran fitur yang memiliki struktur mirip busur aka fitur bergelombang di dalam piringan debu. Penemuan ini cukup membingungkan karena fitur serupa belum pernah diamati sebelumnya. Dan tidak hanya satu. Para astronom menemukan setidaknya ada lima pola melengkung pada jarak yang berbeda Рbeda dari bintang yang muncul dalam foto. Mirip seperti pola riak air.  Hasil pengamatan dengan VLT kemudian dibandingkan dengan pengamatan pada AU Mic yang mereka lakukan sebelumnya dengan teleskop Hubble pada tahun 2010/2011. Tujuannya untuk bisa mengetahui apakah pola gelombang itu memang muncul di piringan debu. Yang mengejutkan, mereka tidak hanya menemukan kehadiran pola gelombang tersebut.

Fitur gelombang di dalam piringan AU Mic ternyata bergerak sangat cepat seiring waktu! Berbekal foto yang diambil Teleskop Hubble dan VLT, para astronom berhasil menelusuri gerak pola bergelombang tersebut selama 4 tahun. Dan ternyata, lengkungan tersebut sedang berlomba menjauh dari bintang induknya dengan kecepatan 40000 km/jam!

Semakin jauh si pola lengkungan dari bintang maka geraknya pun semakin cepat. Dari 5 pola lengkungan yang dilihat, ada 3 yang bergerak sangat cepat dan diperkirakan akan dapat melepaskan diri dari gravitasi bintang. Apakah itu?

Pergerakan pola lengkungan yang sedemikian cepat meniadakan kemungkinan kalau gerak tersebut disebabkan oleh materi yang terganggu akibat berinteraksi dengan obyek seperti planet di dalam piringan. Harus ada hal lain yang mempercepat gerakan riak di piringan tersebut sehingga mereka bergerak sangat cepat. Para astronom menduga riak tersebut merupakan tanda dari sesuatu yang berbeda dan tidak biasa.
Apa penyebab riak di piringan debu masih belum diketahui. Akan tetapi ada beberapa fenomena yang dipertimbangkan seperti tabrakan langka dari dua benda masif serupa asteroid yang melepaskan sejumlah besar debu, dimana kehadiran gelombang spiral dipicu oleh ketidakstabilan gravitasi dalam sistem. Akan tetapi fenomena ini kemudian dikesampingkan.

Fenomena lain yang dipertimbangkan mengaitkan struktur lengkungan yang dilihat para astronom dengan flare atau suar bintang, Bintang AU Mic sendiri memiliki aktivitas suar yang sangat tinggi dan seringkali melepaskan semburan energi yang besar dan tiba-tiba dari permukaannya. Diduga, salah satu suar bintang AU Mic inilah yang memicu terjadinya sesuatu pada salah satu planet di sistem AU Mic, jika ada planet di sana. Diperkirakan suar atau flare bintang tersebut mendorong terjadinya pelucutan materi dari planet yang kemudian merambat di dalam piringan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...