Menjejak Peremajaan Planet di Bintang Mati

Pernah dengar istilah peremajaan? Yup pasti pernah.  Menurut Kamus Bahasa Indonesia, peremajaan itu artinya proses untuk meremajakan atau proses untuk menjadikan muda atau mengganti tenaga yang hilang. Karena itu tak heran kita sering mendengar istilah peremajaan kulit oleh mereka yang ingin memiliki kulit yang tampak muda. Atau peremajaan hutan, usaha untuk memperbaharui hutan dengan penanaman pohon kembali.

Itu kulit yang terkait dengan tubuh manusia dan juga hutan. Bagaimana dengan planet? Mungkinkah peremajaan planet terjadi? Tampaknya hal tersebut memungkinkan.

Planet yang kembali muda dan bersinar di bintang katai putih PG 0010+280. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Planet yang kembali muda dan bersinar di bintang katai putih PG 0010+280. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Meremajakan Planet
Untuk planet, ini akan sama seperti menghabiskan satu hari di spa. Secara teori, setelah sebuah planet masif menua maka ia akan dapat menjadi muda kembali. Hmm.. tampaknya menyenangkan jika itu terjadi pada manusia. Dan apa yang awalnya sebuah teori, tampaknya akan menjadi kenyataan. Setidaknya itulah yang dilihat oleh Teleskop Spitzer milik NASA yang berhasil menemukan kandidat planet yang mengalami peremajaan. Atau lebih tepatnya tampak miliaran tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Kala masih muda, planet akan tampak bersinar dalam cahaya inframerah yang berasal dari masa pembentukannya.  Tapi ketika planet semakin tua dan dingin, cahaya inframerah yang melingkupinya pun menghilang. Nah, kalau planet mengalami peremajaan kembali maka planet yang tadinya sudah dingin itu akan kembali bercahaya dalam cahaya inframerah

Pertanyaannya bagaimana sebuah planet bisa muda kembali? Bertahun-tahun yang lalu, para astronom memperkirakan kalau planet masif seperti Jupiter dapat mengumpulkan massa dari bintang induk mereka yang sedang sekarat.  Ketika bintang seperti Matahari menua, maka ia akan mengembang menjadi bintang raksasa merah dan kemudian secara bertahap mengalami kehilangan massa dan menyusut menjadi bintang katai putih. Bintang yang sekarat akan menghembuskan angin materi yang kemudian ditangkap oleh planet gas raksasa yang mengorbit bintang tersebut.

Akibatnya, si planet gas raksasa akan memperoleh tambahan massa dan mengalami pemanasan ketika materi yang ditangkap bergesekan. Dan planet tua yang sudah mendingin selama miliaran tahun akan kembali bercahaya dalam dalam hangatnya sinar inframerah.

Kehadiran Planet Yang Kembali Muda
Ide tentang planet yang kembali muda tampaknya bukan sekedar teori. Sebuah bintang yang sudah mengakhiri hidupnya sebagai bintang katai putih bisa jadi memiliki bukti planet yang kembali muda.

Kisah ini dimulai ketika Blake Pantoja dari UCLA menemukan bintang katai putih PG 0010+280 yang tampak bersinar dalam cahaya inframerah pada data Wide-field Infrared Survey Explorer, atau WISE. Pengamatan lanjut pun dilakukan oleh teleskop Spitzer yang juga melihat cahaya inframerah yang sama di bintang tersebut.

Dugaan awal, cahaya inframerah tersebut datang dari piringan materi di sekeliling bintang katai putih. Tak heran, karena selama satu dekade terakhir ini, semakin banyak piringan materi yang memang ditemukan di sekeliling bintang mati. Tercatat ada 40 penemuan piringan materi di sekeliling bintang mati. Piringan tersebut diperkirakan terbentuk saat asteroid berkelana terlalu dekat dengan bintang katai putih. Akibatnya gaya tarik yang sangat kuat dari sang bintang pun menghancurkan asteroid tersebut. Bukti lain kehadiran piringan materi dari asteroid yang hancur, datang dari pengamatan elemen katai putih. Sebuah bintang katai putih seharusnya hanya memiliki hidrogen dan helium di atmosfernya. Tapi, hasil pengamatan menunjukkan keberadaan elemen berat seperti oksigen, magnesium, silikon dan besi di 100 sistem bintang katai putih. Elemen-elemen ini diduga merupakan sisa dari asteroid yang pecah tadi.

Akan tetapi, data teleskop Spitzer tidak cocok dengan model piringan yang terbentuk akibat hancurnya asteroid. Akhirnya, para astronom ini pun mulai mencari kemungkinan lain. Salah satunya adalah kehadiran bintang gagal atau bintang katai coklat sebagai pasangan dari bintang katai putih. Atau kemungkinan lainnya adalah planet yang mengalami peremajaan.

Untuk itu, para astronom harus melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mengkonfirmasi kehadiran planet yang mengalami peremajaan di bintang katai putih PG 0010+280. Jika kehadiran planet ini bisa dikonfirmasi, maka si planet akan menjadi saksi hidup yang selamat dari tahap raksasa merah dan tetap bertahan setelah bintang menjadi katai putih. Kehadiran Teleskop James Webb akan sangat membantu dalam mengenali apakah cahaya inframerah yang dilihat di bintang katai putih itu berasal dari piringan materi ataukah planet. Tapi sampai saat itu tiba, sama seperti pencarian manusia untuk meremajakan dirinya kembali, maka pencarian peremajaan planet akan terus bertahan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.