Siapa Yang Memadamkan Lampunya?

Dari foto yang ada di bawah, tampaknya ada bintang-bintang yang hilang di langit. Jangan-jangan ada orang yang mencuri bintang! Tapi, jangan kuatir! Kita tidak perlu Sherlock Holmes untuk memecahkan misteri. Kejahatan kosmik tersebut sudah berhasil diungkapkan.

Nebula helap di langit. Kredit: UNAWE
Nebula helap di langit. Kredit: UNAWE

Celah gelap di antara bintang yang berkilauan bukanlah sebuah celah. Apa yang tampak seperti celah, sebenarnya merupakan awan gelap dari gas dan debu yang menghalangi cahaya bintang-bintang yang ada di baliknya.

Awan seperti ini kita kenal dengan nama Nebula Gelap. Di langit, ia akan tampak seperti potongan kosong tanpa bintang. Padahal kenyataannya, awan ini merupakan pabrik pembuatan bintang yang sibuk di seluruh alam semesta!

Dari awan gas dan debu di Nebula Gelap, bintang-bintang terbentuk. Dan apa yang tampak seperti gumpalan gelap, justru dipenuhi oleh bintang baru yang tersembunyi di baliknya. Seperti nebula gelap pada foto.

Di awal kehidupannya, sebuah bintang disebut dengan protobintang. Ketika di tahap ini, bintang masih berupa bola dingin yang terdiri dari gas dan debu yang runtuh karena gaya gravitasi.  Bahkan bintang belum memiliki reaksi nuklir di jantungnya. Pembakaran nuklir merupakan sumber tenaga bagi bintang yang lebih tua.

Keruntuhan yang terus terjadi menyebabkan protobintang menciut menjadi bola yang lebih padat dan panas. Protobintang yang tadinya beku dengan temperatur -250 °C kemudian bertambah panas sampai suhu mencapai  40000 °C, saat protobintang sudah bertumbuh menjadi bintang sepenuhnya.

Ketika awan gelap itu sibuk membentuk semakin banyak bintang baru, ia akan dimakan habis dan lama kelamaan tersingkaplah keberadaan bintang di balik awan termasuk bintang-bintang yang baru lahir.

Fakta Menarik: Awal kehidupan bintang bisa dipicu oleh berbagai kejadian, seperti tabrakan galaksi atau juga oleh gelombang kejut dari ledakan supernova di dekatnya.

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.