Jadi, Menurutmu Kita Hanya Duduk Saja?

Kemungkinan besar, kau sedang duduk sekarang. Mungkin rasanya kau hanya duduk dia, tetapi detik ini juga, kau sedang melesat menembus ruang dalam kecepatan yang membuat roket tercepat terlihat seperti bergerak dengan kecepatan seekor siput! Pikirkanlah Bumi—planet ini berotasi penuh setiap 24 jam. Artinya, Bumi berputar dengan kecepatan melebihi 1.500 kilometer per jam, sementara kau duduk dan tidak menyadarinya! Bumi juga bergerak di sepanjang orbitnya mengelilingi Matahari, dan Tata Surya sendiri mengorbit inti galaksi kita, Bima Sakti. Semua gerakan ini begitu dahsyat, tetapi segelas air di meja sama sekali tidak bergetar!

Ilustrasi Galaksi yang mengakresi materi disekelilingnya. Kredit: ESO
Ilustrasi Galaksi yang mengakresi materi disekelilingnya. Kredit: ESO

Bukan itu saja. Semua galaksi berputar. Bima Sakti berevolusi penuh dalam waktu 250 juta tahun. Selama bertahun-tahun, para astronom menduga bahwa rotasi ini disebabkan oleh gas yang ditarik ke galaksi dari selubung materi yang mengelilinginya. Sekarang, kita akhirnya bisa melihat sebuah galaksi menyantap cadangan materi ini dengan rakus. Dalam gambar ini, seorang seniman berusaha membuat ilustrasi keadaan ini: kau bisa melihat galaksi di tengah gambar, dengan larik-larik panjang gas yang melayang ke arahnya.

Galaksi ini memiliki selera makan yang besar dan, seperti dirimu, semakin banyak yang dia makan, galaksi ini akan tumbuh semakin besar. Galaksi-galaksi berawal dari sekumpulan gas, tetapi seiring waktu, gas ini akan habis karena bintang-bintang baru akan tercipta dari sana. Aliran gas segar yang masuk ke dalam galaksi akan menggantikan bahan bakarnya untuk menciptakan bintang-bintang baru, membuat galaksi semakin besar dan terang!

Fakta menarik: Kita bisa melihat peristiwa mengesankan ini karena pusat yang luar biasa terang dari sebuah galaksi yang jauh, jauh sekali, terlihat dengan sempurna, di medan pandang kita, di belakang galaksi yang sedang menghirup gas. Cahayanya menembus semua debu kosmik yang menyelubungi galaksi rakus itu sebelum mencapai teleskop-teleskop kita, menyerupai sebuah lampu sorot yang bersinar, dan memberikan pemandangan secara detail bagi kita!

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Maria M. Lubis

Maria M. Lubis

Alumnus Astronomi ITB, pegawai tetap Bos Kecil Sakya, dan penerjemah/editor buku fiksi freelance yg akhirnya mendapat jawaban mengapa harus belajar Astronomi.