Bukan Sekedar Pahlawan Super

Lubang hitam terbentuk ketika bintang masif diramas sampai volumnya menjadi sangat kecil dan mampat. (Seperti meramas Bumi menjadi seukuran kelereng!). Akibatnya, si benda yang terbentuk itu memiliki banyak sekali materi hanya dalam ukuran yang sangat kecil sehingga lubang hitam jadi memiliki tenaga super yaitu : Gravitasi yang luar biasa kuat yang bisa menelan cahaya selama-lamanya bila cahaya mendekat ke dirinya!

Materi yang ada di sekitar lubang hitam senantiasa berada di area yang berbahaya. Sebelum materi ini terhisap oleh lubang hitam, mereka mengalami percepatan sehingga memiliki laju yang sangat tinggi. Nah, materi yang bergerak super cepat ini memancarkan sinar-X yang dapat dilihat oleh astronom dengan teleskop khusus yang bisa mendeteksi sinar X.

Galaksi M83, rumah untuk lubang hitam berkekuatan mega. Kredit : ESO/VLT

Tentu saja sehebat-hebatnya seorang pahlawan super, kekuatannya tentu ada batasnya. Bagaimana dengan lubang hitam si pemangsa di angkasa? Saat ini, astronom menemukan sebuah area di sekeliling lubang hitam yang memancarkan sinar X dalam jumlah yang luar biasa besar – jauh lebih besar dari dimungkinkan. Lubang hitam berkekuatan super ini ditemukan para astronom berada di Galaksi M83 yang ada di foto.

Para astronom juga belum sepenuhnya memahami mengapa sebuah lubang hitam bisa memiliki kekuatan maha dasyat seperti it. Mungkin saja karena si lubang hitam jauh lebih berat dari lubang hitam normal. Sebuah lubang hitam yang super masif atau sangat berat tentu saja bisa menarik lebih banyak materi dibanding lubang hitam yang kecil.  Yang artinya, akan semakin banyak sinar-X yang dipancarkan. Lubang hitam yang maha dasyat ini ukurannya bukan sekedar beberapa kali lebih berat dari Matahari seperti halnya lubang hitam normal. Ukuran si lubang hitam berkekuatan mega ini bisa 100 kali lebih berat!

Fakta menarik : Lubang hitam di galaksi M83 saat ini menghasilkan 3000 kali lebih banyak sinar X dibanding saat ia belum memiliki kekuatan mega seperti sekarang!

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

3 thoughts on “Bukan Sekedar Pahlawan Super

  1. Mau tanya mbak Ivie, misalnya posisi tempat berdiri saya saat ini berada di diameter 400.000 km dan 9G. Dengan mengkerutnya bumi menjadi diameter 2 cm. apakah posisi saya saat ini ( anggaplah saya bisa melayang ) masih tetap dikenai gravitasi sebesar 9G atau gaya gravitasinya ikut mengkerut?.
    Kedua, apabila saya mengebor sampai sejauh 2 km kedalam bumi, apakah makin ke inti bumi gaya gravitasinya makin besar?
    Kedua jawaban diatas saya perlukan untuk lebih memahami nilai Chandra Shektar yang mengatakan massa diatas 1,4 x matahari akan berubah menjadi lubang hitam?

  2. walah .. saya kok jadi pening ya .. 🙁
    kak vie .. tolong dong kasih situs atau penjelasan lebih detail lagi ,, 😀

Tulis komentar dan diskusi...