Planet Pada Bintang Kembar Tiga

Mungkinkah sebuah planet ada dan bertahan di sistem multi bintang? Inilah yang senantiasa menjadi pertanyaan para astronom. Bahkan sesungguhnya para astronom skeptis dengan ide tersebut. Bagaimana tidak?

Ilustrasi sistem planet pada bintang bertiga pada sistem Gliese 667. Kredit : ESO/L. Calçada

Sistem dengan beberapa bintang tentunya akan memberikan gaya gravitasi yang secara konstan yang mengganggu planet-planet sehingga mereka akan keluar dari orbitnya seandainya planet memang ada di sistem tersebut. Keraguan boleh ada… tapi kenyataan berbicara sebaliknya. Astronom berhasil menemukan beberapa planet dalam sistem multi bintang. Salah satunya adalah planet yang baru saja ditemukan pada sistem bintang bertiga HD 132563.

Apa pentingnya kita mengetahui planet di sistem multi bintang?
Keberadaan planet di sistem multi bintang memiliki peran yang penting untuk menentukan frekuensi planet di galaksi Bima Sakti karena lebih dari setengah bintang tipe Matahari merupakan sistem multi bintang.  Planet dalam bintang berpasangan juga dapat memberi pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembentukan dan evolusi planet sebagai akibat efek dinamik yang diberikan oleh bintang pasangan pada piringan protoplanet dan pada sistem keplanetan yang sudah terbentuk.

Tetapi, karena skeptisme para astronom terkait planet di sistem multi bintang, kriteria pencarian planet-planet baru biasanya tidak memasukkan bintang berpasangan, bintang bertiga dan sistem multi bintang. Meskipun demikian ternyata ada planet-planet yang tumbuh dan berkembang pada sistem seperti ini. Di tahun 2005, untuk pertama kalinya sebuah planet ditemukan pada sistem bintang bertiga. Pencarian planet pada sistem multi bintang mulai diperhitungkan dan memang ditemukan juga planet di sistem seperti itu.

Pengamatan dilakukan pada bintang ganda dengan berbagai konfigurasi dan ditemukan beberapa planet pada sistem berpasangan yang jaraknya cukup berjauhan sehingga efek yang ditimbulkan oleh bintang pasangan pada sistem keplanetan diharapkan kecil. Tapi ada juga planet yang mengorbit pada bintang berpasangan yang jarak antar kedua bintangnya cukup kecil yang menurut teori sebenarnya sulit bagi planet untuk terbentuk. Konfigurasi yang bervariatif ini semakin diperluas dengan penemuan planet pada sistem bintang bertiga dan yang terakhir ini ditemukan pada sistem bintang kembar tiga yang planetnya bergerak mengitari orbit bintang ganda gerhana

Planet HD 132563Bb
Planet baru pada sistem bintang HD 132563 tersebut ditemukan mengitari sistem bintang kembar 3 sebagai bagian dari penelitian yang sudah dilakukan selama 10 tahun. Dua bintang utama dalam sistem kembar tiga tersebut merupakan bintang yang serupa Matahari dalam hal massa meskipun tidak lazim karena memiliki logam yang sedikit. Keduanya saling mengorbit pada jarak 400 SA dan bintang utamanya HD 132563A  ternyata merupakan bintang ganda yang bintang pasangannya memiliki massa 0,5-0,6 massa Matahari dan menjadikan sistem bintang tersebut merupakan sistem bintang bertiga.

Exoplanet pada sistem bintang kembar tiga tersebut ditemukan mengorbit bintang HD 132563B dari hasil pengamatan spektroskopik dengan massa 1,49 kali massa Jupiter dan jarak dari bintang induk 2.6 SA dengan kelonjongan aka eksentrisitas 0,22. Planet tersebut termasuk golongan planet raksasa dengan eksentrisitas yang tidak biasa pada jarak separasi 2,6 SA.  Karena orbit dari sistem HD 132563 belum diketahui, para astronom yang dipimpin oleh Silvano Desidera dari Astronomical Observatory di Padova, Italia belum bisa melakukan penelitian lebih lanjut terkait stabilitas planet di sistem bintang kembar tiga itu. Akan tetapi keberadaan pasangan HD132563A dengan jarak beberapa kali lebih besar dari jarak planet ke bintang induk memberi indikasi kalau orbit planet tersebut stabil.

HD 132563Bb, exoplanet yang mengitari bintang HD 132563B dengan periode 4 tahun tersebut merupakan satu di antara 8 planet yang mengitari sistem bintang bertiga.  Bintang induknya, HD 132563B merupakan bintang dengan massa hampir sepadan massa Matahari namun memiliki kelimpahan logam yang sedikit.  Pasangannya memiliki suhu hanya 200 K lebih hangat, perbedaan temperatur yang kecil ditambah selubung konvektif bintang yang juga kecil menyebabkan sistem ini ideal untuk dipelajari proses akresi dari planet yang kaya logam.

Bintang HD 132563B memiliki usia sekitar 1-3 milyar tahun jika dilihat jumlah aktifitas bintang dan jumlah keberadaan lithium di atmosfer bintang (yang berkurang seiring waktu). Namun  jika dilihat dari massa dan luminositas diperkirakan usianya sekitar 5 milyar tahun. Tim peneliti ini juga mencapai kesimpulan bahwa sistem planet pada sistem bintang bertiga merupakan hal yang umum seperti halnya pada bintang ganda yang lebar atau pada bintang tunggal.

Sumber : ArXiV

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.