Hidangan Pembuka Spektakuler Dari Saturnus

Rekan-rekan di Indonesia, kita akan mendapatkan sebuah paket pengamatan lengkap sebagai hidangan santap malam pada tanggal 24 Februari 2009 ini. Hidangan utama kita malam itu adalah komet Lulin (yang sedang berada pada titik terdekatnya dengan Bumi). Namun jangan salah, sebelum hidangan utama disajikan, ada sebuah hidangan lain yang dihadirkan sebagai hidangan pembuka. Apakah itu?

Tanggal 24 Februari, hidangan pembuka bagi para pengamat langit adalah kejadian transit 4 satelit Saturnus sebagai hidangan pembuka. Pembukaan transit yang dimulai dengan masuknya bayangan Titan menutupi permukaan Saturnus pada pukul 17:54 WIB. Sayangnya kejadian ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena pada waktu tersebut Saturnus belum terbit dan Matahari belum terbenam. Kira-kira 40 menit kemudian piringan Titan akan masuk dan disusul dengan Mima, Dione, dan Enceladus.

Transit Titan dan Saturnus pada 8 Februari 2009. Kredit : Christopher Go
Transit Titan dan Saturnus pada 8 Februari 2009. Kredit : Christopher Go

Transit seperti ini terhitung langka karena hanya terlihat setiap 14-15 tahun sekali saat orbit satelit-satelit Saturnus nyaris tampak samping atau sejajar dengan ekuator (khatulistiwa) Bumi. Terakhir kali Teleskop Hubble menangkap transit satelit Saturnus terjadi pada tahun 1995-1996, yakni transit Titan dan Tethys dengan Saturnus dan yang berikutnya transit Mimas, Enceladus, Dione dengan Saturnus. Ini akan jadi pertama kalinya kita melihat dan menangkap 4 satelit yang mengalami transit dengan Saturnus.

Pengamat di Indonesia akan dapat menyaksikan sebagian dari kejadian ini mulai pukul 21:00 WIB dimana posisi Saturnus cukup tinggi untuk diamati (meskipun kurang ideal karena tetap dipengaruhi faktor dispersi atmosfir). Pada waktu ini, (semoga) Titan dan bayangannya masih dapat terlihat dengan menggunakan sebuah teleskop kecil.

Kejadian ini akan berakhir menjelang tengah malam, dan ini adalah saat yang cukup tepat untuk mencari menu utama –Komet Lulin.

Semoga langit cerah pada tanggal 24 Februari nanti.. Selamat berburu dan menikmati hidangan dari langit…

bon appetite!

Ditulis oleh

Jefferson Teng

Jefferson Teng

salah satu astronom amatir asal Lampung, Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...