Menuju Titan, Laboratorium Kehidupan Tata Surya

Sejak tahun 2002, badan antariksa nasional Amerika Serikat NASA (National Aeronautics and Space Administration) telah disibukkan dengan program New Frontiers. Hingga saat ini, NASA telah meluncurkan tiga proyek utama New Frontiers, yakni New Horizons (misi ke Pluto dan obyek sabuk Kuiper, 2006), Juno (misi ke Jupiter, 2011), dan OSIRIS-Rex (misi ke asteroid Bennu, 2016).

Gunung–Gunung Berapi Dingin di Titan

Berkelanalah ke planet Saturnus dan lanjutkan perjalanan menuju satelitnya yang paling populer, Titan. Inilah satelit Saturnus terbesar di antara lebih dari 60 lainnya, namun juga paling misterius. Jika pesawat anda memilih bandara di Titan sebagai tujuan akhir penerbangan, hingga jarak beberapa ribu kilometer dari Titan anda takkan dapat menyaksikan keelokan permukaannya.

Permukaan Titan Tampak Seperti Bumi

Titan, bulan Saturnus yang berkabut ini ternyata memiliki banyak kesamaan dengan Bumi terutama dalam hal cuaca dan kondisi geologi yang membentuk tanahnya. Hal ini diungkap dalam presentasi pada XXVIII General Assembly of International Astronomical Union (IAU), di Rio de Janeiro, Brazil. Angin, hujan, gunung api, tektonik dan beragai proses lainnya yang ada di Bumi juga tampak pada permukaan Titan yang beragam dan kompleks.

Hidangan Pembuka Spektakuler Dari Saturnus

Rekan-rekan di Indonesia, kita akan mendapatkan sebuah paket pengamatan lengkap sebagai hidangan santap malam pada tanggal 24 Februari 2009 ini. Hidangan utama kita malam itu adalah komet Lulin (yang sedang berada pada titik terdekatnya dengan Bumi). Namun jangan salah, sebelum hidangan utama disajikan, ada sebuah hidangan lain yang dihadirkan sebagai hidangan pembuka. Apakah itu?