fbpx
langitselatan
Beranda ยป Penemuan Objek Masif: Planet atau Bintang Gagal?

Penemuan Objek Masif: Planet atau Bintang Gagal?

Sebuah objek masif seukuran planet kembali ditemukan oleh COROT (Convection, Rotation and Planetary Transits) tengah mengorbit bintang induknya pada jarak yang sangat dekat. Tak seperti planet-planet yang telah dideteksi sebelumnya, planet yang satuu ini cukup unik sehingga para peneliti pun tak yakin apakah objek yang sangat eksotik ini merupakan planet ataukah bintang gagal.

Perbandingan relatif antara Jupiter dan COROT-exo-3b. Kredit : OAMP

Objek yang dinamai COROT-exo-3b ini seukuran Jupiter namun memiliki massa sekitar 20 massa Jupiter. Bagaimana dengan periodenya? COROT-exo-3b hanya membutuhkan waktu 4 hari + 6 jam untuk mengelilingi induknya yang sedikit lebih besar dari Matahari.

COROT-exo-3b ditemukan saat COROT melihat redupnya cahaya bintang setiap kali objek kecil (COROT-exo-3v) melintasi permukaan bintang.

Yang menarik, dalam sejarah pencarian exoplanet, planet dengan periode orbit kurang dari 10 hari dan mengorbit dekat dengan bintang induknya telah berlangsung hampir 15 tahun. Selama itu, para peneliti telah bertemu dengan planet yang massanya 12 massa Jupiter dan bintang yang 70 kali lebih masif dari Jupiter, namun tidak ada yang berada pada rentang antara. Inilah yang menyebabkan COROT-exo-3b yang bermassa 20 kali massa Jupiter mejadi unik. Apakah ia adalah planet ataukah sebuah bintang yang gagal terbentuk?

Apa itu bintang gagal? Bintang gagal yang sering diklasifikasi sebaga bintang katai coklat merupakan objek sub bintang yang gagal membangkitkan reaksi fusi di intinya, namun masih memiliki ciri-ciri sebagai sebuah bintang. Tapi bisa jadi si planet baru ini merupakan sebuah objek langka yang ditemukan karena sebuah keberuntungan.

Jadi COROT-exo-3b bukan planet? Belum tentu. Planet kecil ini bisa jadi merupakan anggota keluarga planet yang sangat masif yang mengelilingi bintang yang lebih masif dari Matahari. Sebuah asumsi baru dimunculkan yakni, semakin masif sebuah bintang, maka planet yang mengitarinya juga semakin masif.

Menurut Dr. Hans Deeg dari Instituto de Astrofisica de Canarias (IAC), penemuan objek baru ini sangat penting buat para pemburu planet karena keberadaannya akan dapat membantu dalam memberikan batasan antara planet dan bintang katai coklat.

Jika COROT-exo-3b adalah sebuah planet, maka ia adalah planet paling masif di antara exoplanet yang sudah ada, dengan kerapatan 2 kali dari kerapatan exoplanet paling rapat saat ini. Mempelajari si planet ini akan memberi gambaran bagaimana sebuah objek yang sangat masif bisa terbentuk sangat dekat dengan bintang induknya.

Sumber : ESA

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini