Bintang Katai Putih Karbon Berpulsasi Berhasil Ditemukan
By ivie • May 2nd, 2008 at 12:48 pm • Category: Bintang
Teleskop 2,1 meter Otto Struve di Observatorium McDonald, Universitas Texas. Kredit Foto : Marty Harris/McDonald Observatory.
Dari Universitas Texas di Austin, astronom Michael E Montgomery, Kurtis A Williams, dan Steven DeGennaro mengkonfirmasikan keberadaan tipe terbaru dari bintang variabel. Hasil ini diperoleh dari pengamatan menggunakan 2.1-meter Otto Struve Telescope di McDonald Observatory. Mereka menemukan kelas baru yakni katai putih karbon berpulsasi, sebuah kategori baru dalam kelas bintang variabel katai putih yang ditemukan dalam 25 tahun terakhir.
Di alam semesta, jumlah bintang itu sangat banyak. Di galaksi Bimasakti saja ada milyaran bintang, dan di antara milyaran bintang itu sekitar 97% diantaranya akan mengakhiri hidup sebagai bintang katai putih. Nah, dengan mempelajari pulsasi (perubahan cahaya yang dipancarkan) bintang dari contoh kelas yang baru akan menjadi jendela informasi penting mengenai titik akhir kehidupan sebagian besar bintang.
Bintang katai putih sendiri bisa dikatakan merupakan sisa bintang serupa Matahari yang telah membakar habis semua bahan bakar nuklir di intinya. Bintang ini sangat rapat, dipepatkan sampai 1.5 kali Massa Matahari dengan volum seukuran Bumi. Sebelum penemuan ini, bintang katai putih diklasifikasikan dalam 2 tipe utama yakni, tipe yang memiliki lapisan terluar hidrogen (80%) dan tipe yang memiliki lapisan teruluar berupa helium (20%). Pada tipe bintang katai putih dengan lapisan terluar berupa helium, diperkirakan lapisan hidrogennya karena sebab tertentu telah hilang.
Tahun lalu, astronom dari Universitas Arizona Patrick Dufour dan James Liebert menemukan tipe ke-3 dari bintang katai putih. Sayangnya tipe ini masih sangat jarang, dan dengan alasan yang masih tidak bisa dipahami tipe katai putih karbon panas tersebut telah kehilangan lapisan hlium dan hidrogennya menyisakan lapisan karbonnya terpampang. Diperkirakan bintang katai putih tipe ketiga tersebut ada di antara bintang katai putih yang sangat masif dan merupakan sisa bintang yang cukup kecil untuk bisa mengahiri hidupnya dalam ledakan supernova.
Setelah pengumuman penemuan katai putih karbon tersebut, Montgomery melakukan perhitungan pulsasi dari bintang - bintang yang kemungkinan masuk kategori tersebut. Bintang pulsasi sangat menarik karena perubahan cahaya yang menjadi keluaran bisa mengungkap apa yang terjadi di dalam bintang. Metode ini mirip dengan cara para geologist dalam mempelajari gelombang seismik dari gempa bumi untuk bisa memahami apa yang terjadi di interior Bumi. Nah cara pengujian bintang seperti ini dikenal juga dengan nama asteroseismologi.

Bintang SDSS J142625.71+575218.3, bintang katai putih karbon berpulsasi pertama yang ditemukan oleh Michael Montgomery, Kurtis Williams, dan Steven DeGenaro. Kredit Gambar :Sloan Digital Sky Survey (SDSS) Collaboration (http://sdss.org)
Di langit, SDSS J142625.71+575218.3 berada sekitar 10 derajat di timurnya timur laut Mizar, bintang yang berada di tengah pegangan si gayung raksasa tersebut Bintang katai putih ini massanya hampir sama dengan massa Matahari, namun diameternya lebih kecil dari Bumi. Bintang katai putih ini, suhunya sudah jauh lebih dingin dari Matahari hanya sekitar 19500 C dengan kecerlangan hanya 1/600 kecerlangan Matahari.
Di antara bintang-bintang lainnya yang juga diteliti tidak ada lagi yang dikethui berpulsasi selain SDSS J142625.71+575218.3 berdasarkan kalkulasi Montgomery. Diperkirakan pulsasi tersebut disebabkan oleh perubahan pada selubung karbon terluar di bintang saat bintang mengalami pendinginan dari bentuk katai putih panas. Atom karbon yang terionisasi dalam lapisan terluar bintang akan kembali ke fasa netral, memicu terjadinya pulsasi. tapi kemungkinan lain yang menyebabkan terjadinya pulsasi masih harus teus dipelajari dan dicari tahu.
Namun bagaimanapun, mempelajari kasus bintang seperti ini akan memberi secercah cahaya pada proses yang tak dikenal yang telah menghilangkan lapisan hidrogen dan helium di permukaan sehingga bisa memperlihatkan interior karbonnya.
ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan dan netsains. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet.
Email this author | All posts by ivie








