Penemuan Asteroid yang Berpotensi Membahayakan Bumi

Sebuah asteroid yang digolongkan berbahaya bagi bumi (Potentially Hazardous Asteroid/PHA) telah ditemukan. Robert Holmes, seorang astronom dari Astronomical Research Institute menemukan asteroid ini ketika melakukan pengamatan sebuah asteroid lain pada 31 Januari 2009.

Sabuk Asteroid di Saudara Kembar Tata Surya

Astronom baru saja menemukan saudara kembar Tata Surya yang usianya jauh lebih muda. Saudara kembar itu adalah sistem keplanetan di bintang pada jarak 10.5 tahun cahaya di rasi Eridanus. Ia adalah bintang dekat yang bisa dilihat dengan mata bugil. Epsilon Eridani sendiri masih sangat muda sekitar 850 juta tahun dan memiliki level aktivitas magnetik yang sangat tinggi dan angin bintangnya juga 30 kali lebih kuat,

NEA yang (Konon Katanya) Mengancam Kehidupan di Bumi

Masih ingat karya Hollywood yang menggugah minat kita dulu? Deep Impact dan Armageddon, dua film sci-fi ini membuka mata kita kalau sesuatu di luar Bumi mengancam kehidupan umat manusia (lupakan perang saudara, invasi militer, wabah penyakit, bencana alam sekelas tsunami yang melanda Aceh!). Asteroid sebesar 1 km digambarkan bisa menyebabkan kerusakan sedemikian parahnya. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau planet kecil menubruk bumi? Siapkah kita menghadapinya?

Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak

Saat melakukan pengamatan dengan teleskop GEMINI, 2 astronom asal Brazil dan Amerika berhasil menemukan asteroid yang mirip dengan “ordinary chondrite” (chondrite umum) untuk pertama kalinya. Maksutnya meteor tersebut merupakan meteor yang umum ditemukan di Bumi, namun masih belum bisa diketahui asal usulnya karena berbagai proses geologi yang terjadi setelah asteroid tersebut terlontar dari tempat asalnya.

Asteroid Tercepat Ditemukan Oleh Astronom Amatir

Astronom amatir dari Inggris berhasil menemukan objek yang berotasi paling cepat di Tata Surya. Penemuan yang menggunakan teleskop yang biasa dipakai oleh siswa dan peneliti profesional ini berhasil menemukan sebuah asteroid baru, 2008 HJ yang berputar hanya dalam 42,7 detik. Dengan demikian 2008 HJ diklasifikasikan sebagai “superfast rotator” (pemutar supercepat) dan penemuan ini membawa kita pada sebuah era baru asteroid dekat bumi (near earth asteroid / NEA) sekaligus kesuksesan bagi Teleskop Faulkes.

Pembentukan awal Tata Surya. Kredit Gambar : Sky & Telescope

Asteroid Kuno Mengungkap Sejarah Tata Surya

Pada mulanya, Tata Surya hanya berupa sebentuk piringan berisi awan debu dan gas panas, yakni Nebula Matahari. Saat gas di tepi nebula mulai mendingin, material awal mulai berkondensasi menjadi partikel padat yang kaya elemen kalsium dan alumunium. Dan ketika gas kemudian mendingin, material lainnya pun mulai berkondensasi. Partikel padat dari berbagai tipe kemudian mulai menyatu membentuk batuan komet, asteroid, dan juga planet.

Asteroid 2007 TU24 Akan Mendekati Bumi 29 Januari 2008

Pengamatan Catalina Sky Survey pada tanggal 11 Oktober 2007, berhasil menemukan asteroid 2007 TU24 yang akan mendekati Bumi pada jarak 1.4 jarak Bulan (537522 km) pada tanggal 29 Januari 2008 jam 08.33 UT atau 15.33 WIB. Objek tersebut memiliki diameter sekitar 500 – 600 meter dan memiliki kecerlangan 10,3 magnitude pada tanggal 29-30 Januari. Kecerlangannya akan menjadi semakin lemah saat ia bergerak menjauh dari Bumi.

Kemungkinan Tabrakan di Mars Menipis

Untuk mendapatkan akurasi tabrakan antara asteroid 2007 WD5 dan Mars, semenjak tanggal 29 desember – 2 Januari pengamatan lanjutan telah dilakukan. Hasilnya, rentang kemungkinan dari jejak asteroid untuk menabrak Mars semakin menipis. Selain itu jejaknya juga bergeser menjauh dari planet merah tersebut. Akibatnya kemungkinan terjadinya tabrakan semakin menipis dengan kesempatan 1 berbanding 28 (sebelumnya sempat dinyatakan 1 berbanding 25) atau turun jadi 3,6 % (sebelumnya 3,9 %).