langitselatan
Beranda » Dua Harta Karun Antariksa dalam Satu Penemuan

Dua Harta Karun Antariksa dalam Satu Penemuan

Para astronom menemukan planet masif dan bintang katai coklat yang sedang mengorbit bintang jauh.

Citra dari Teleskop Subaru yang menghasilkan penemuan planet HIP 54515 b. Bintang induk di sistem sudah diblok cahayanya. Posisi bintang diindikasikan dengan ikon bintang. Garis putus-putus menunjukkan garis luar yang digunakan untuk menghalangi bintang. (Sumber: T. Currie/Teleskop Subaru, UTSA)
Citra dari Teleskop Subaru yang menghasilkan penemuan planet HIP 54515 b. Bintang induk di sistem sudah diblok cahayanya. Posisi bintang diindikasikan dengan ikon bintang. Garis putus-putus menunjukkan garis luar yang digunakan untuk menghalangi bintang. (Sumber: T. Currie/Teleskop Subaru, UTSA)

Tahukah kamu, hanya 1 dari 100 bintang yang punya planet raksasa dan juga bintang katai coklat yang bisa dipotret secara langsung dengan teleskop masa kini?

Bahkan dalam sistem bintang muda ketika planet dan bintang katai coklat masih memancarkan panas dan bersinar karena baru terbentuk sehingga harusnya mudah diamati, cahayanya masih sangat redup jika dibandingkan dengan bintang induknya. Singkatnya, kedua tipe objek ini seringkali tersembunyi di balik cahaya terang bintang induk.

Akibatnya, objek-objek ini sulit diamati.

Penemuan

Awal Desember jadi hari keberuntungan para astronom saat mereka menemukan planet raksasa dan bintang katai coklat yang tersembunyi di balik cahaya bintang. Kedua objek ini merupakan penemuan pertama dari OASIS (Observing Accelerators with SCExAO Imaging Survey) yang menggabungkan pengukuran berbasis antariksa dengan kemampuan pencitraan Teleskop Subaru di Hawai’i.

Mari temui, planet HIP 54515 b!

Planet raksasa ini berada 275 tahun cahaya di rasi Leo. Ini adalah planet gas raksasa dengan ukuran 18 kali Jupiter yang mengelilingi bintang 2 kali lebih besar dari Matahari. Planet HIP 54515 b berada jauh dari bintang, setara dengan jarak Neptunus dari Matahari. Karena planet ini sangat jauh dari Bumi, ketika diamati, HIP 54515 b tampak berada sangat dekat dari bintangnya sehingga sulit untuk dikenali. 

Berikutnya, temui HIP 71618 B, bintang katai coklat yang ditemukan di rasi Bootes. Bintang pada jarak 169 tahun cahaya. Katai coklat ini terlalu besar untuk bisa dikategorikan sebagai planet, tapi masih kurang besar untuk bersinar seperti laiknya bintang. Dari ukuran, HIP 71618 B ini 60 kali lebih besar dari Jupiter! Orbitnya sangat lonjong dan bergerak mengitari bintang dari jarak yang jauh, atau setara dengan jarak Saturnus dari Matahari. 

Penemuan HIP 54515 b dan HIP 71618 B punya arti yang sangat penting. Planet raksasa baru ini memiliki orbit yang berbeda dari planet seukuran Jupiter lainnya. Dan ini tentu saja menjadi petunjuk terkait pembentukannya yang berbeda dari planet di Tata Surya.  Lewat penemuan HIP 71618 B, para astronom bisa menguji sekaligus meningkatkan kemampuan misi antariksa di masa depan dalam berburu planet mirip Bumi yang sangat redup ataupun bintang katai coklat yang tersembunyi di balik cahaya bintang. HIP 71618 B merupakan target ideal sebagai uji coba karena berada pada lokasi yang tepat, dekat dengan bintang induk .

Tak pelak ini adalah langkah awal bagi astronom untuk terus mencari, menemukan, dan melacak objek-objek serupa. Dengan menggabungkan kemampuan teleskop di bumi maupun di Antariksa, para astronom bertujuan untuk menyingkap bagaimana planet mirip Bumi dan bintang katai coklat terbentuk dan berevolusi. 

Keterangan foto: Citra dari Teleskop Subaru yang menghasilkan penemuan planet HIP 54515 b. Bintang induk di sistem sudah diblok cahayanya. Posisi bintang diindikasikan dengan ikon bintang. Garis putus-putus menunjukkan garis luar yang digunakan untuk menghalangi bintang. (Sumber: T. Currie/Teleskop Subaru, UTSA)

Fakta Keren


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Manager 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini