langitselatan

apollo50-gb5_perbandingan

Gambar 5. Sketsa sederhana yang menggambarkan perbedaan besar ukuran wantariksa antara metode pendaratan langsung dengan metode perakitan di orbit Bulan. Dalam metode pendaratan langsung, modul komando dan modul layanan harus didaratkan di Bulan sehingga membutuhkan bahan bakar yang sangat banyak. Konsekuensinya roket pendorongnya harus sangat berat. Sebaliknya dalam metode perakitan di orbit Bulan, hanya modul pendarat saja yang akan mendarat di Bulan. Sehingga roket pendorongnya dapat lebih kecil. Sumber: NASA, 1979.

Gambar 5. Sketsa sederhana yang menggambarkan perbedaan besar ukuran wantariksa antara metode pendaratan langsung dengan metode perakitan di orbit Bulan. Dalam metode pendaratan langsung, modul komando dan modul layanan harus didaratkan di Bulan sehingga membutuhkan bahan bakar yang sangat banyak. Konsekuensinya roket pendorongnya harus sangat berat. Sebaliknya dalam metode perakitan di orbit Bulan, hanya modul pendarat saja yang akan mendarat di Bulan. Sehingga roket pendorongnya dapat lebih kecil. Sumber: NASA, 1979.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai konsultan di Planetary Science Institute sebagai Project Manager 365 Days Of Astronomy.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini