Planetarium Jagad Raya Tenggarong

Tenggarong menjadi kota ke-3 di Indonesia yang memiliki planetarium setelah Jakarta dan Surabaya. Planetarium yang diberi nama Planetarium Jagad Raya itu didirikan pada tahun 2002 oleh Bupati Kutai Kartanegara dan diresmikan pada tahun 2003 oleh Hamzah Haz.

kegiatan pengamatan langit dalam rangka global astronomy month, setiap sabtu malam selama bulan april. kredit: Hanief Trihantoro

Tenggarong adalah sebuah kota yang berada sekitar 25 km di sebelah barat Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapainya dari luar Kalimantan dengan pesawat terbang, kita bisa mendarat di Balikpapan atau Samarinda dan kemudian melakukan perjalanan darat selama 3 atau 1 jam.

Planetarium ini terletak di tepi sungai Mahakam dan berjarak sekitar 4 km di sebelah utara jembatan Kutai Kartanegara. Lokasi Planetarium cukup strategis karena berdekatan dengan museum Tenggarong dan dermaga penyeberangan ke Pulau Kumala (pulau di tengah sungai Mahakam). Wisatawan yang datang ke Tenggarong biasanya akan mengunjungi ketiga tempat wisata tersebut sekaligus.

Planetarium buka setiap hari selain hari Jumat, mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WITA. Di hari libur nasional pun Planetarium tetap buka kecuali hari libur yang jatuh di hari Jumat dan hari pertama Idul Fitri. Harga tiket masuknya adalah Rp 7.500 untuk kategori dewasa dan Rp 5.000 untuk kategori anak-anak di bawah 12 tahun.

Agar dapat menikmati pertunjukan, jumlah minimal pengunjung adalah 30 orang (kategori umum) atau 40 orang kategori rombongan. Untuk kategori rombongan ada diskon khusus karena harga tiket dibuat sama rata, yaitu Rp 5.000 per orang. Apabila di bawah jumlah tersebut, pertunjukan juga bisa dimulai asalkan pengunjung membayar Rp 200.000, berapapun pengunjungnya.

kegiatan pengamatan matahari dalam rangka global astronomy month dan sun-day. kredit: Hanief Trihantoro

Kapasitas ruang pertunjukan di Planetarium Jagad Raya adalah 92 kursi dengan kubah bergaris tengah 11 meter. Proyektornya ada 10 buah, terdiri dari 1 buah proyektor utama, 8 buah proyektor slide (6 untuk allsky projection), dan 1 proyektor meteor. Proyektor utama planetarium adalah Skymaster ZKP 3 buatan Carl-Zeiss, Jerman. Proyektor ini masih dalam kondisi yang baik walaupun belum pernah diganti sejak berdirinya.

pengunjung di dalam ruang pertunjukan planetarium. kredit: Ismansyah M A Barus

Selain pertunjukan simulasi langit, Planetarium juga memiliki ruang pameran yang berisikan 52 buah poster tentang objek-objek di tata surya, galaksi, dan alam semesta. Ada pula perpustakaan dengan ruang baca lesehan, serta 2 buah teleskop yang sering digunakan ketika ada acara pengamatan benda langit.

Kegiatan lain yang dilakukan Planetarium adalah kerja sama pengamatan hilal bulan Ramadhan dan Syawal bersama Observatorium Bosscha dan Kemenkominfo, pengamatan langit malam dalam rangka Global Astronomy Month April 2011, pengamatan Matahari, serta astrofotografi. Beberapa kegiatan ditujukan untuk umum secara gratis, sedangkan lainnya dilakukan tertutup bagi umum.

Untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Planetarium, silakan hubungi:
Planetarium Jagat Raya
Jl. Diponegoro Tenggarong
Kutai Kartanegara
Kalimantan Timur 75514
0541-661045, 661335

Ditulis oleh

Hanief Trihantoro

Alumni Program Studi Astronomi ITB, yang saat ini bekerja di Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Kalimantan Timur. Kegiatannya yang lain adalah membantu mengembangkan astronomi di Indonesia, dengan membuat blog astronomi pada tahun 2007. Saat ini Hanief juga mengelola situs astronomi populer indonesia di Dunia Astronomi aka duniaastronomi.com.

4 thoughts on “Planetarium Jagad Raya Tenggarong

  1. tempat yg sudah sangat dikenal.. tp apakah tersentuh perhatian pemerintah??
    seharusnya semakin mendapat sokongan dana agar makin canggih…

    wkwk.. di amerika “penghabis” dana terbesar aja NASA, apapun yg diinginkan NASA slalu dipenuhi pemerintah

Tulis komentar dan diskusi...