fbpx
langitselatan
Beranda » Area Merah Gelap di Haumea

Area Merah Gelap di Haumea

Dalam presentasinya di European Planetary Science Congress di Potsdam, Dr. Pedro Lacerda menyampaikan penemuan area merah gelap di planet katai Haumea. Area ini diperkirakan kaya dengan mineral dan senyawa organik yang dikelilingi oleh es.

Area gelap merah yang ditemukan di Haumea. Kredit : Europlanet
Area gelap merah yang ditemukan di Haumea. Kredit : Europlanet

Area tersebut ditemukan melalui pengukuran terhadap perubahan kecerlangan Haumea saat ia berotasi. Sayangnya asal dari titik merah gelap tersebut masih belum diketahui, namun  kurva cahayanya yang menunjukkan variasi dalam kecerlangan dari waktu ke waktu tidaklah memiliki bentuk yang sama di seluruh panjang gelombang. Memang kecil namun perbedaan yang terus menerus memberi indikasi kalau area tersebut lebih merah pada cahaya tampak dan lebih biru pada panjang gelombang inframerah.

Pengukuran pertama di Haumea menunjukkan ada sebuah spot atau area di permukaan. Selanjutnya, dua kecerlangan maksimum dan dua kecerlangan minimum pada kurva cahaya tidaklah tepat sama, seperti yag diharapkan dari permukaan yang seragam. Kondisi ini mengindikasikan keberadaan spot gelap atau dengan kata lain permukaan yang cerlang. Tak hanya itu, kurva cahaya Haumea juga mengataka banyak hal dan itu terjadi saat data inframerah didapatkan. Saat itulah para peneliti dari Universitas Belfast ini berhasil memahami apa yang terjadi.

Interpretasi dari data yang didapat menunjukan kalau spot tersebut kaya dengan mineral dan senyawa kimia atau juga memiliki es kristalin dengan fraksi yang tinggi. Jika area itu merupakan parut akibat tabrakan, maka bisa dikatakan kalau materi yang terlihat di spot itu komposisinya akan mirip sekali dengan si penabrak dan tercampur dengan materi dari lapisan dalam Haumea.

Haumea mengorbit Matahari pada area yang kita kenal sebagai area Sabuk Kuiper, yang letaknya di luar Neptunus. Ia merupakan objek terbesar keempat di Sabuk Kuiper setelah Eris, Pluto da Makemake, yang kesemuanya kita kenal sekarang sebagai planet katai. yang mengejutkan dari Haumea adalh rotasinya yang sangat cepat, dengan satu hari di Haumea hanya membutuhkan waktu 3.9 jam saja. Tak ada objek besar lain di Tata Surya yang berputar secepat itu.  Putaran yang cepat membuat Haumea memiliki bentuk yang lonjong dan putaran cepatnya diperkirakan terjadi akibat adanya tabrakan masif lebih dari satu milyar tahun lalu.

Akibat dari jaraknya yang sangat jauh dari Bumi, Haumea hanya bisa terlihat sebagai titik cahaya yang hampir redup.  Informasi tentang planet katai ini lebih banyak didapat dari variasi kecerlangan di kurva cahayanya.  Krapatan haumea diperkirakan 2,5 kali kerapatan air.  hasil pengamatan spektroskopik juga menunjukkan kalau Haumea ini dilingkupi air es, dan kerapatan yang demikian tinggi bisa memberi informasi kalau Haumea memiliki interior berupa batuan. Berbeda jauh dari permukaan esnya yang cerlang.

Pengamatan yang baru akan dilakukan pada area gelap tersebut di tahun 2010 dengan menggunakan ESO Very Large Telescope untuk mendapatkan detil yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi komposisi kimia di Haumea dan memecahkan misteri asal muasal planet kerdil tersebut.

Baca juga:  Pembentukan Pluto Oleh Komet

Sumber : Europlanet

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini