Planet Kebumian dan Serpihan Lainnya di Tata Surya

Di Tata Surya, planet-planet hanya seperti serpihan dibandingkan Matahari. Di antaranya terdapat serpihan-serpihan besar yang kita kenal sebagai planet raksasa. Namun ada juga serpihan kecil yang jika dibandingkan dengan Matahari bisa dikatakan serpihan ini seperti titik-titik debu.  Serpihan kecil di Tata Surya tersebut, jika digabungkan massanya hanya 1/5 dari massa planet raksasa terkecil. Selain itu jumlah momentum sudutnya juga jauh lebih kecil.Yang unik, tak seperti planet raksasa, serpihan-serpihan kecil ini secara keseluruhan berupa objek padat di Tata Surya. Meskipun massanya sangat kecil, mereka tersusun dari berbagai komponen yang sangat menarik dari sisi kimia, geologi, dinamika sistem maupun secara biologi. Karena komposisinya yang padat itulah serpihan-serpihan tersebut dikenal sebagai planet kebumian.

Planet kebumian Merkurius, Venus, umi dan Mars. Kredit : NASA
Planet kebumian Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Kredit : NASA

Nah, dalam kelompok planet kebumian Bumi dan Venus menempati objek terbesar di antara objek-objek lainnya dengan radius sekitar 6000 km dan berada pada jarak 1 SA dan 0,7 SA dari Matahari. Selain Bumi dan Venus, masih ada dua planet kebumian yang lebih kecil yakni Mars dan Merkurius dengan radius 3500 km dan 2500 km. Merkurius merupakan planet yang sangat dekat dengan Matahari yang berada pada jarak 0,4 SA dan Mars berada sedikit lebih jauh dari Bumi pada jarak 1,5 SA dari Matahari. Kesemua planet kebumian di Tata Surya memiliki atmosfer dengan komposisi dan kerapatan yang berbeda-beda satu sama lainnya.  Atmosfer Merkurius merupakan yang paling tipis dan bersama Bumi keduanya memiliki pembangkit medan magnet internal.

Selain keempat planet kebumian, terdapat juga tujuh satelit yang massanya cukup besar bergerak mengikuti planet -planet raksasa dan Bumi. Tak hanya itu, Tata Surya juga diisi oleh kelompok plutoid yang massanya tak jauh berbeda dari massa Pluto. Di kelompok ini terdapat Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris. Di antara keempat objek plutoid, hanya Haumea yang sampai saat ini belum diketahui apakah memiliki atmosfer atau tidak. Ketiga plutoid lainnya diketahui memiliki atmosfer yang tersusun oleh metana. Di pluto komponen lainnya yang ada di atmosfer adalah nitrogen dan karbon monoksida sedangkan di Makemake, jika nitrogen memang ada dalam atmosfer maka diperkirakan nitrogenlah yang mendominasi atmosfer Makemake.

Utuk satelit, Ganymede dan Titan memiliki ukuran yang lebih besar dari Merkurius namun kerapatan yang rendah membuat mereka tidak semasif Merkurius.  Beberapa satelit seperti Titan, Triton, Io, dan Bulan diketahui memiliki atmosfer tipis.  Objek batuan lainnya di Tata Surya adalah asteroid Asteroid diyakini merupakan planet yang gagal terbentuk dan terperangkap dalam gaya gravitasi dua planet besar yang ada di dekatnya. DI Tata Surya, asteroid bisa ditemui di sabuk Asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter. Asteroid yang juga dikenal sebagai planet minor memiliki radius < 500 km. Objek-objek kecil lainnya juga ada di dalam Tata Surya, seperti satelit-satelit mungil yang mengitari planet-planet maupun komet yang sesekali muncul dengan ekor indahnya saat dekat Matahari.

Perbandingan asteroid dan komet di Tata Surya. Kredit: NASA
Perbandingan asteroid dan komet di Tata Surya. Kredit: NASA

Sebagian besar komet diperkirakan berada di awan Oort, suatu area yang berada jauh dari Matahari, pada jarak ~1,5 x 104SA. Diperkirakan untuk komet yang lebih besar dari 1 km, jumlahnya mencapai 1010 – 1013. Komet periode pendek diketahui lebih banyak menghabiskan masa hidupnya di Sabuk Kuiper, piringan pipih yang berada di luar area Neptunus pada jarak ~35 – 500 SA (?). Jumlah total objek dengan radius lebih dari 1 km yang ada di Sabuk Kuiper berkisar antara ~108 – 1010. Massa total objek yang ada di Sabuk Kuiper dan awan Oort masih belum diketahui dengan pasti.

Objek batuan terkecil yang ada di Tata Surya justru berada di cincin planet-planet raksasa berupa partikel pembentuk cincin dan juga pada debu komet. Namun sampai saat ini, partikel-partikel tersebut belum diteliti lebih jauh sebagai objek tunggal hanya sebagai satu kesatuan pada cincin planet atau pada komet.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.