Tiga Mahasiswa Menemukan Planet di Luar Tata Surya

Penemuan exoplanet bukan lagi sesuatu yang baru. Tapi, setiap penemuan adalah unik dan memperkaya pengetahuan akan exoplanet (dan pada akhirnya menuju pemahaman akan Tata Surya kita sendiri). Apa menariknya penemuan kali ini?

Tiga mahasiswa Universitas Leiden, penemu exoplanet OGLE2-TR-L9 b. Kredit : Observatorium Leiden

Pertama, ditemukan oleh mahasiswa tingkat sarjana. Kedua, planet yang ditemukan itu sendiri memang unik. Sepanjang sejarah penemuan exoplanet, baru kali ini ditemukan planet yang mengorbit bintang yang rotasinya sangat cepat. Bintang itu juga bintang terpanas yang sejauh ini dideteksi memiliki planet.

Mahasiswa-mahasiswa itu adalah Meta de Hoon, Remco van der Burg, dan Francis Vuijsje. Mereka terhimpun dalam proyek riset di bawah bimbingan Dr. Ignas Snellen. Proyek ini sebenarnya bertujuan untuk membimbing mahasiswa bagaimana mengembangkan algoritma pencarian exoplanet. Suatu ketika mereka menguji algoritma yang telah mereka susun pada database yang belum ditelaah. Dan, voila!, mereka menemukan ada yang tak biasa pada kurva cahaya dari data yang mereka olah. Ada perubahan dalam kecerlangan salah satu bintang (OGLE-TR-L9, salah satu dari 15700 bintang target proyek OGLE – Optical Gravitational Lensing Experiment) akibat adanya planet yang melintas di depan si bintang atau dikenal dengan istilah transit. Satu planet mengorbit bintang yang berputar cepat dan sangat, sangat panas, 1200 derajat lebih panas dari Matahari!

Ilustrasi planet OGLE2-TR-L9 b mengorbit bintang induknya. Kredit :ESO/H. Zodet

Benarkah itu sebuah planet dan bukan katai cokelat? Observasi follow-up diambil untuk mengujinya. Digunakanlah Very Large Telescope milik ESO (European Southern Observatory, organisasi Eropa yang didedikasikan untuk riset astronomi, khususnya untuk mengamati langit belahan selatan) dan tak diragukan lagi bahwa memang itu planet.

Seperti apa sih planet yang ditemukan? Massanya lima kali lebih besar dari massa Jupiter tapi jaraknya 0,03 kali jarak Bumi-Matahari. Ingat, jarak Bumi-Matahari kurang lebih 150 juta km (1 Satuan Astronomi). Jadi, terbayang kan betapa panasnya planet yang diberi nama resmi OGLE2-TR-L9 b tapi oleh penemunya dipanggil ReMeFra-1, gabungan dari nama Remco, Meta, dan Francis.

Sumber: ESO Science Release

Catatan pribadi penulis:
Pendeteksian exoplanet menjadi salah satu proyek riset Program Studi Astronomi ITB. Harapan penulis pribadi berita ini kiranya bisa semakin mendorong minat riset di kalangan mahasiswa astronomi, khususnya di bidang exoplanet.

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.