DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA!
Selamat Hari Kemerdekaan yang ke-69
Mencari Partikel Tuhan Reviewed by Momizat on . Menarik membaca berita hari ini, satu koneksi buruk menyebabkan ‘mesin penghancur atom’ ditutup, hanya setelah beberapa hari dioperasikan. Kesalahan yang hanya Menarik membaca berita hari ini, satu koneksi buruk menyebabkan ‘mesin penghancur atom’ ditutup, hanya setelah beberapa hari dioperasikan. Kesalahan yang hanya Rating:

Mencari Partikel Tuhan



Menarik membaca berita hari ini, satu koneksi buruk menyebabkan ‘mesin penghancur atom’ ditutup, hanya setelah beberapa hari dioperasikan. Kesalahan yang hanya disebabkan oleh satu penyolderan yang buruk dari 10ribu koneksi adalah sebuah kesalahan kecil, tetapi menyebabkan pengoperasian menjadi tertunda dalam jangka waktu lama, ditambah lagi biaya operasionalnya yang besar. Paling tidak pengoperasian berikutnya baru bisa dilakukan lagi setelah bulan Mei tahun depan.

Eksperimen mesin penghancur atom. Kredit : CERN, Northeastern University, Chicago University

Alat apakah itu? Yang sampai sebegitu rumitnya? ‘Mesin penghancur atom’ itu adalah sebuah alat yang disebut sebagai Large Hadron Collider (LHC) milik CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire/Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir), sebuah alat yang berupa terowongan berbentuk lingkaran dengan keliling sebesar 27 km, di dalam tanah dalam perbatasan Swiss-Prancis di Jenewa. Alat tersebut dibuat untuk mempelajari komponen terkecil dari materi, sehingga bisa menjelaskan semua benda di dalam alam semesta ini bisa terbuat. Sekaligus bisa memberikan gambaran seperti apakah ‘big bang’, berdasarkan komponen-komponen terkecil tersebut ada, yang mana ‘big bang‘ sendiri merupakan teori tentang terciptanya alam semesta. Mengapa itu bisa terjadi, karena dengan LHC, para ilmuan menguji tumbukan-tumbukan partikel ber-energi sangat tinggi, sehingga bisa ‘melihat’ gambaran tentang materi pada skala yang sangat-sangat kecil, sebagaimana yang terbentuk sesaat ketika seper-semilyar detik setelah big-bang.

Lalu? Apa perlunya itu semua penemuan-penemuan partikel yang sangat-sangat kecil itu? Yang pasti karena memang belum ditemukan keberedaannya, tetapi upaya tersebut merupakan upaya yang penting dalam menjelaskan fenomena yang sangat fundamental. Di dalam fisika dikenal adanya Model Standar yang menjelaskan bagaimana partike-partikel berinteraksi secara fundamental di alam.

Semua persamaan-persamaan dalam Model Standar (kecuali persamaan gravitasi) menjelaskan gaya dan interaksi di alam tanpa menyertakan adanya besaran massa. Agar setiap partikel elementer di alam mempunyai bobot massa, secara hipotesa diperkenalkan adanya partikel elementer skalar masif, yang disebut sebagai High-Bosson. Disebut sebagai hipotesa, karena keberadaannya belum ditemukan, melainkan merupakan perumusan fisika dari medan Higgs, (dari nama fisikawan Peter Higgs). Secara umum disebut sebagai partikel Higgs-Boson.

Oleh karena itu, untuk mempelajari keberadaannya, para fisikawan harus ‘menghancurkan’ partikel-partikel sampai ke tingkat di mana semua menjadi komponen paling elementer yang bisa diperoleh, menjadi energi, yang kemudian termaterialisasi kembali sebagaimana apa adanya. Medan Higgs, jika ada akan menyebabkan ketika partikel dihancurkan sampai menjadi quark, atau partikel-partikel lain, akan mempunyai ke-khas-an bergantung massa. Semakin besar massa, semakin banyak hancur menjadi bentuk partikel lebih kecil bahkan sampai menjadi energi, yang akan direkam dan diperhitungkan oeh detektor, jika dihancurkan oleh mesin penghancur partikel. Kemudian ketika berkondensasi maka akan kembali menjadi partikel-partikel, bahkan bila mungkin akan menjadi partikel yang sebelumnya pernah ditemukan. Masalahnya adalah, sejauh yang telah dilakukan, tumbukan partikel selalu menghasilkan jenis partikel yang sama, sehingga ada hal hal lain yang harus diperhatikan.

Fisika energi tinggi adalah mengenai statistik. Sedangkan quantum itu berisi ‘ketidakpastian’, di mana interaksi pada tingkat sub-atomik merupakan kejadian yang berlangsung secara acak, sehingga sekalipun tidak ada kejadian fisika yang terjadi, tetapi data pengamatan menunjukkan adanya ‘kejadian menarik’. Oleh karena itu, untuk mendapatkan sesuatu ‘kejadian yang berulang’, (yang artinya memang sesuatu memang terjadi), maka harus dilakukan pengukuran secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dengan kalibrasi pengukuran yang tetap terjaga selama pengukuran tersebut berlangsung. Hanya dengan satu kejadian saja tidak akan cukup untuk mengatakan bahwa sesuatu itu ‘ada’.

Jadi, LHC adalah mesin besar yang akan menghancurkan atom-atom sehingga bisa membuktikan bahwa Higgs Bosson (partikel Higgs) itu memang benar ada? Itu adalah salah satu alasan, tetapi alasan yang paling fundamental (raison d’être) adalah berdasarkan persamaan fundamental hubungan massa energi yang sangat terkenal dan dirumuskan oleh Albert Einstein: E = mc2. Sehingga dengan mempercepat partikel-partikel (dalam hal ini partikel-partikel yang dipergunakan adalah hadron, yaitu proton dan timbal), mencapai kelajuan yang hampir mencapai laju cahaya, kemudian ditumbukkan maka energinya menjadi sangat luar biasa sehingga bisa berubah menjadi partikel-partikel jenis yang lain. Dari konversi materi-energi ini lah diharapkan akan tercipta materi-materi yang mungkin tercipta pada saat awal alam semesta ada dan hanya tercipta sesaat sebagai penyusun awal alam semesta.

Sebagaimana namanya, LHC mempergunakan Hadron untuk ditumbukkan, dan dua jenis hadron yaitu proton dan/atau timbal, karena:

  • Keduanya bermuatan, sehingga bisa dipercepat oleh gaya elektromagnetik yang diciptakan oleh peralatan.
  • Keduanya tidak mudah meluruh karena berat dan tidak akan kehilangan banyak energi ketika dipercepat di dalam lingkaran.

Jika memang demikian yang terjadi, lalu apa istimewanya sehingga pencarian partikel ini bisa berdampak besar bagi ilmu pengetahuan dan juga pemahaman kita tentang alam semesta? Partiel Higgs boson, dikenal juga sebagai partikel Tuhan, karena jika memang benar ada, partikel tersebut bisa menjelaskan banyak hal yang berkaitan keberadaan fisik benda-benda yang ada di seluruh alam semesta.

Secara umum, studi dari LHC diharapkan bisa menjawab beberapa pertanyaan, yang pertama tentunya keberadaan partikel Higgs boson. Selain itu, beberapa hal yang lain adalah:

Partikel Simetri Super. Semenjak awal tahun 1970-an, studi teori String telah dilakukan untuk menjawab impian Einstein yang belum terjawab, yaitu menyatukan semua teori menjadi Teori Tunggal (unified theory), yaitu hanya ada satu teori yang bisa menjelaskan interaksi semua gaya dan materi di alam semesta. Menurut teori simetri super, setiap spesies partikel (elektron, quark, neutrino, dll), simetri super menyebabkan keberadaan spesies pasangan – disebut sebagai spartikel (selektron, squark, sneutrino, dll) -, yang sampai sekarang belum pernah ditemukan. Dibutuhkan tumbukan yang lebih hebat sehingga spesies tersebut bisa ditemukan, (bila memang ada). LHC diperhitungkan cukup kuat untuk mengamati keberadaannya. Dan bila memang ditemukan, bisa juga memberi gambaran mengenai materi gelap – materi yang tidak memberikan informasi cahaya, dan hanya diketahui dari pengaruh gravitasinya. Materi gelap ada melimpah di dalam alam semesta ini, dan diduga bahwa materi gelap tersusun dari spartikel.

Partikel Antardimensi. Pemahaman kita pada ruang lebih banyak dipahami sebagai ruang dalam tiga dimensi, seperti kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang. Einstein sendiri telah menunjukkan bahwa ruang yang kita pahami lebih dari yang bisa kita lihat karena gravitasi merupakan kelengkungan dalam dimensi ruang (dan waktu), sehingga membongkar pemahaman kita akan ruang dan waktu. Sekarang, dengan adanya LHC, saatnya membuktikan. Dari perhitungan mempergunakan teori String, ada serpihan kecil akibat tumbukan proton yang terlempar keluar dari dimensi ruang yang kita kenal dan ‘terperangkap’ pada dimensi yang lain, ditandai dengan hilangnya sejumlah energi yang dibawa oleh serpihan tersebut. Tetapi kita masih belum tahu seberepa kuat tumbukan tersebut dibutuhkan sehingga proses tersebut terjadi, karena angkanya sendiri bergantung pada ketidaktahuan yang lain: seberapa kecil/besar dimensi ekstra, (jika memang ada). Ada atau tidak, pengujian dengan LHC tetap dilakukan dan hasilnya akan menentukan itu.

Hal yang lain adalah, Lubang Hitam Mikro. Studi dari teori String juga memberikan pendapat bahwa dengan tumbukan, maka lubang hitam bisa terbentuk, memungkinkan studi terhadap lubang hitam dilakukan dalam laboratorium. Hal tersebut dimungkinkan karena dengan pertumbukan proton-proton, ada suatu saat ketika energi tersekap dalam suatu ruang yang sangat kecil, sedemikian sehingga lubang hitamg yang sangat sangat kecil terbentuk. Tentulah sudah menjadi pemahaman umum bahwa lubang hitam adalah pemakan segalanya, bahkan cahaya pun bisa tersedot ke dalamnya. Jadi, apakah tidak menjadi berbahaya kalau lubang hitam tercipta dalam laboratorium akan menghisap semua materi yang ada di sekitarnya, bahkan menghisap Bumi kita? Tentu tidak!

Menurut Stephen Hawking, bahkan lubang hitam mengalami pemusnahan, sehingga lubang hitam yang sangat sangat kecil tersebut akan lenyap dalam fraksi kecil seper per per sekian detik, sehingga sangat pendek untuk menjadi sebuah bencana, tetapi cukup lama bagi para ilmuan untuk mendapatkan manfaat kelimuan dari informasi yang sesaat tersebut.

Tetapi, bila teori Hawking salah? Di dalam alam semesta ini, banyak sekali ‘mesin penghancur atom’ yang jauh lebih kuat dari LHC, dan tidak pernah dijaga sistem energinya. Bintang-bintang dan galaksi-galaksi adalah ‘mesin penghancur atom’ alamiah, dan hasil proses mesin tersebut, dikenal sebagai berkas kosmis, secara terus menerus menghujani Bumi, dengan tingkat energi yang jauh lebih besar daripada LHC, tetapi Bumi tetap ada, sehingga LHC masih bisa dikatakan lebih jinak dibandingkan semua proses yang terjadi di alam.

Apakah memang itu semua kandidat-kandidat partikel yang dihasilkan oleh LHC? Akankah semua penemuan tersebut bisa menjadikan teori tunggal yang bisa menjelaskan alam semesta? Toh penamaan partikel Tuhan mempunyai pretensi bahwa penemuan tersebut akan mengarahkan pada teori penyatuan agung alam semesta? Secara berseloroh, Stephen Hawking berani bertaruh $100 bahwa LHC tidak akan menghasilkan partikel Tuhan yang belum tentu jelas keberadaannya, dan semuanya harus kembali ke awal. Tentunya jika benar demikian, membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa teori yang dikembangkan pun bisa salah, atau dikarenakan teori yang tidak lengkap, yang pasti menyebabkan seseorang harus mulai lagi dari awal.

Di sisi lain, eksperimen membuka kemungkinan yang lain, bisa saja bukan partikel Higgs, mungkin lubang hitam tidak seperti yang pernah kita bayangkan, tetapi bukan tidak mungkin sesuatu yang tidak kita pikirkan sebelumnya terjadi, dan itu membutuhkan penjelasan yang baru. Lalu apakah penjelasan tersebut bisa menjelaskan segalanya? Dengaan teknologi yang sangat mahal (mencapai US$ 8 milyar dari hasil kongsi 60 negara) dan canggih tentunya, apakah akan bisa membuka rahasia alam semesta? Tidak mudah menjawabnya, karena melihat kenyataan, baru beberapa hari berfungsi saja sudah mengalami gangguan, itu adalah contoh kecil bahwa untuk memahami alam semesta bukanlah pekerjaan yang mudah.

Tidak hanya tantangan teknis, tetapi belajar dari sejarah, sampai dengan abad ke -19, atom dipercaya sebagai komponen paling dasar penyusun materi, dan tidak bisa dipecah-pecah lagi. (Atom berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘tidak terbagi’). Tetapi alam selalu menunjukkan hal-hal yang tidak terbayangkan sebelumnya, J. J. Thomson menemukan elektron, yang artinya, artinya atom masih bisa dibagi lagi menjadi komponen yang lebih kecil. Lebih jauh, Ernest Rutherford menunjukkan bahwa atom tersusun dari adanya ruang-ruang kosong, karena atom tersusun dari elektron-elektron yang ‘mengorbit’ terhadap inti, dan massa atom ditentukan oleh massa inti. Dan terus menerus pemahaman manusia terhadap alam semesta diaduk-aduk, mulai dari teori Einstein yang menyatakan bahwa ruang-waktu tidaklah mutlak. Materi memelengkungkan ruang, ruang mengarahkan bagaimana materi bergerak. Cahaya adalah gelombang sekaligus partikel. Energi dan materi adalah sama, dan bisa berubah satu sama lain. Realitas menjadi sesuatu yang tidak bisa ditentukan secara pasti. Sampai saat ini pun, masih banyak hal-hal di alam yang belum bisa dijawab, kalau tidak, untuk apa ada proyek ambisius seperti LHC ini bukan? Seperti juga perjalanan studi LHC memberikan kita pelajaran: alam semesta tidak akan dengan mudah membuka rahasianya, dan itu hanya bisa dilakukan, hanya jika kita dengan sungguh-sungguh, tekun, tabah dan rendah hati mempelajari fenomena alam.

Sumber : LiveScience, Cern, UCDAVIS, LHC Critics on LiveScience

Profil Penulis

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

Tulisan di LS : 78

Tulis komentar dan diskusi...


29 Komentar di artikel ini

  • Hendra Indersyah

    Salam kenal.
    Dan maaf saya lebih dulu mengajukan masalah berikut ini – yang memang saya simpan selama ini – sebelum saya membaca-utuh tulisan anda di atas. Kesempatan saya on line kini tersisa hanya beberapa menit lagi.
    Bahwa “Stephen Hawking tampaknya cuma kebagian wadah dari Fisika Teoritis yang kini menjadi sangat besar dalam bentuk Grand Unified Theory, sedangkan isi-utamanya sudah digarap Fisikawan2 terdahulu, namun keseluruhannya ya justru kian kompleks dan tetap menantikan pakar-pakar baru dari seluruh penjuru dunia untuk berteori ramai-ramai”.
    Bagaimana pendapat anda?
    Trims.
    Hendra Indersyah.
    Jaktim.

    Reply
    • edwards

      @Pak Hendra:
      Saya pikir memang begitu, dan sejak dulu memang begitu. Ilmuwan yang datang belakangan kan memang menggunakan teori-teori yang sudah hadir sebelumnya, seperti Einstein yang mengembangkan lebih lanjut konsep dari Galileo hingga Planck, untuk menghasilkan sebuah konsep baru mengenai gravitasi.

      Dan semuanya memang jadi semakin kompleks. Ilmu itu tak ada batasnya, yang terbatas adalah kemampuan manusia … Mari sama-sama kita tunggu pakar-pakar baru itu.

      Reply
    • nggieng

      Senada dengan pak Edy, ilmu pengetahuan semakin maju dan semakin rumit, sehingga dibutuhkan kepakaran yang semakin khusus, sulit sekali sekarang ditemukan ilmuan yang bisa semuanya, ada keterbatasan disana. Oleh karena itu, sependapat dengan pak Hendra, dibutuhkan generasi baru untuk ikut mempelajari dan menguak rahasia alam semesta ini, baik teori maupun eksperimen ..

      Reply
  • indarto

    setahu Saya bukankah keinginan untuk menyatukan segala teori menjadi apa yang di sebut “Teory Of Everything” datang dari Stephen Hawking? di artikel ini kenapa Einstein? mana yang benar?

    Reply
  • nggieng

    @indarto: sebetulnya teori yang maha tunggal itu sudah menjadi pembahasan lama, bahkan semenjak jaman filsuf2 Yunani yang mencoba mencari penjelasan tunggal atas berbagai fenomena di alam ini, dan pemikiran tersebut bergulir sampai sekarang dengan namanya yang berbeda2, tetapi intinya sama, adakah teori penyatuan agung? Setelah teori relativitas umum diterima, yang bisa menjelaskan tentang fenomena dalam skala makro (gravitasi), sampai dengan dua puluh tahun terakhir dalam kehidupannya, Einstein bergulat untuk mencari penjelasan tunggal atas fenomena yang makro (gravitasi) dan fenomena mikro (kuantum), dalam teori medan tunggal, tetapi memang perjalanan itu tidaklah mudah. Dalam kosakata modern, istilah ‘Theory of Everything” itu bisa dalam ranah fisika teoritis, atau ranah filsafat, intinya sama, adakah suatu teori ketunggalan yang bisa menjelaskan segalanya? Mari kita cari :)

    Reply
  • andre

    salam kenal,
    saya orang awam. Cuma tertarik dengan alam semesta ini, kalau lihat cara kerja alat kerja mencari Partikel Tuhan
    mungkin logam emas (Au) /Aurum bisa diciptakan untuk menutupi biaya pembuatan alat tersebut.

    Reply
  • kusmardiyanto

    maaf… saya mengomentari dari sisi agama (islam), agar kita tidak melupakan agama
    dulu sebelum segala sesatu itu ada, satu satunya yg ada hanyalah Alloh krn Dia azali (tidak berawal) dan kekal (tidak berakhir)…dan salah satu sifat Dia adalah al-qowiyyu artinya dzul-quwwah (dzu = pemilik, al-quwwah = energi)…artinya energi adalah efek dari keberadaannya, seperti cahaya adalah efek dari adanya api…jika Dia kekal maka energi juga kekal, tapi kekekalan energi tergantung Dia…dan Dia menguasai secara sempurna seluruh energi tsb (QS 2 ayat 165), maka dengan itulah Dia menciptakan segala sesuatu selain Dia sebagaimana yg Dia kehendaki dg mengubah energi itu menjadi berbagai jenis partikel materi apa saja yg membentuk berbagai jenis materi sehingga terciptalah Arsy, surga, neraka, ke tujuh langit dan bumi, beserta seluruh isi alam semesta seperti malaikat, jin, manusia, dll…dan para saintis telah menemukan persamaan E = mc2 yg berarti materi itu sesungguhnya berasal dari energi dan materi dapat berubah menjadi energi…sebagai bukti bahwa penciptaan itu benar…kalau segala sesuatu (selain Dia) adalah materi dan kita tahu materi adalah sekumpulan energi, bagaimana materi itu ada dg sendirinya tanpa ada yg mengubah energi tsb menjadi materi….

    Reply
    • paradox

      itulah Paradox

      di satu sisi
      semua tidak mungkin terjadi begitu saja, hrs ada yang menciptakan…itulah yang manusia bilang sbg tuhan

      di sisi lain
      siapa yang menciptakan tuhan ? (katanya tidak mungkin ada yang terjadi dengan sendirinya

      inilah keberanian berpikir di tantang
      beranikah anda berpikir bahwa bukan tuhan yang menciptakan manusia
      melainkan manusia yang menciptakan “tuhan”

      Reply
      • kusmardiyanto

        akal mengatakan “segala sesuatu yg ada tidak ada dg sendirinya tapi ada yg mengadakan/yg menciptakan”…kalau kita pegang putusan akal ini…maka akan mengarah kepada agnostik…krn tidak pernah selesai dan tidak pernah ada jawaban pamungkas…diakui atau tidak, inilah kelemahan akal…maka dalam hal ini akal menjadi tidak realistis krn ternyata ada yg maha pencipta yg menciptakan seluruh yg ada selain Dia dan keberadaan Dia adalah azali/tidak diciptakan (ini yg membedakan Dia dg seluruh makhluknya, yakni segala sesuatu yg ada selain Dia) dan ini kita tahu dari wahyu…dan akal tidak mampu menjangkau keazaliannya, krn keterbatasan akal kita…sekaligus juga itu adalah jawaban pamungkas dari apa yg dikatakan oleh akal tersebut…dan jawaban itu juga dapat diterima akal…permasalahan sekarang tergantung kepada kita lebih percaya kepada akal atau kepada wahyu…kalau lebih mementingkan akal akan jatuh kepada agnotisme atau kepada atheisme dan itu tidak realistis…dan kalau sampai kepada keputusan bahwa “tuhan tidak ada” akan terjatuh kepada kebohongan besar…kalau lebih mementingkan wahyu inilah yg namanya iman dan ini lebih realistis dan tidak dusta/bohong… partikel tuhan/partikel higs pasti bukanlah zat dari tuhan krn tuhan itu bersifat ghoib tidak akan mampu dideteksi oleh alat secanggih apapun.. tapi itu mungkin adalah partikel (yg berkonsekuensi pada munculnya medan higs) yg tercipta dari energi murni/asal yg menyebabkan terbentuknya partikel-partikel lain…kalau anda berani mengatakan bahwa “tuhan” itu diciptakan oleh angan-angan dan tidak realistis maka itu adalah kebohongan yg besar…ya.. tentu saja, akan ada saja orang yg berani berkata seperti itu…itu bukan kemajuan tapi kerugian yg besar di akherat kelak

        Reply
  • Fian Pranata

    salam kenal semua untuk penggemar ilmu pengetahuan
    saya sangat senang dengan adanya informasi2x tentang langit dan bumi apalagi banyak sudah para ilmuwan mencari dan mengenali isi alam semesta.dan terima kasih untuk para anggota langit selatan sehingga saya bisa belajar lebih jauh lagi mengenai perkembangan langit dan bumi
    karena langit dan bumi beserta isinya merupakan ciptaan Allah Yang Maha Esa maka sebagai manusia ilmu pengetahuan tentang alam merupakan sarana atau petunjuk unutk mengenal lebih dekat lagi dengan Pencipta-Nya
    mudah2xan ilmu pengetahuan ini lebih pesat berkembang
    terima kasih

    Reply
  • Endah

    Aku baru selesai nonton film dan baca buku Angle and Damon…. apa experiment yang dijelaskan diatas itu sama seperti yang ada di cerita buku tersebut….? cuma penasaran aja…

    Reply
    • nggieng

      Endah: kira-kira seperti itu prosesnya, tapi gak se-instan yang di Angel & Demon, baik buku ataupun filmnya itu kan hanya dramatisasi dari dunia nyata .. prosesnya bisa berlangsung lama, atau malah tidak terbukti sama sekali .. :)

      Reply
  • luky

    terkadang apa yang kita pikirkan adalah konyol.
    Apa yang anda pikirkan mempengaruhi kehidupan anda
    Hati2 dalam berfikir

    Reply
  • soher

    …………cari tau lagi tentang alam……….
    sebanyak -banyaknya…..karna saya sangat senang dengan semua tentang alam semesta ini…….

    Reply
  • harruman

    siapakah pencipta pikiran alam semesta (materi/ non-materi/ buah pikir)?

    siapakah pencipta “suatu keadaan yang mengakibatkan adanya pertanyaan siapa pencipta alam semesta”?

    siapakah pencipta “semangat mencari siapa yang menciptakan “suatu keadaan yang mengakibatkan adanya pertanyaan siapa pencipta alam semesta”?

    siapakah pencipta “suatu keadaan yang ,membuat kita percaya adanya sang pencipta”?

    siapakah pencipta “suatu keadaan yang, membuat kita percaya bahwa tidak ada sang pencipta”?

    apakah arti kata “ada”?

    apakah arti kata “tidak ada”?

    Reply
  • Hendraswantoro

    Saya orang awam tentang fisika, saya hanya berpikir bahwa materi terkecil adalah kecil tak terbatas. logikanya sederhana saja, sekecil apapun materi, haruslah tersusun atas materi yang lebih kecil, so materi terkecil yang diburu para ilmuwan tak akan pernah finish. Saya curiga, materi penyusun terkecil adalah energi itu sendiri, kecil tak terbatas dan tak terjelaskan. Mohon tuntunannya

    Reply
    • nggieng

      @Hendraswantoro: betul pak, dari hubungan massa-energi Einstein yang terkenal, ada hubungan E=mc2, massa dan energi saling berkait, tetapi energi sendiri itu ‘abstrak’, ada energi panas, energi radiasi, energi macem2, tetapi semua berkait dengan adanya massa, dan kalau bicara tentang massa, berarti ada materi, dan balik lagi, jadi materi ‘terkecil’ itu apa? karena kalau tidak ada materi, tidak ada energi? disitulah teka-teki fisika masih berlanjut :)

      Reply
  • adjisaka

    perlu keselarasan antara agama dan akal intinya. jika pd akhirnya alam semesta ini terungkap oleh manusia maka sesungguhnya manusia belum dan tidak akan menemukan wujud fisik Tuhan. karena Tuhan tidaklah wajar terperangkap dalam ruang dan waktu yg notabene adalah ciptaan-NYA. Tuhan tidak akan ditemukan dalam bentk dan khayalan apapun manusia

    Reply
    • tumbila

      ok banget bos, ane setuju. seberapapun kepintaran, akal itu diciptakan terbatas,jangan sampe kita mempelajari wujud TUHAN,karena akal tak mampu menjangkaunya. semua kembali kepada AGAMA yang merupakan kunci jawaban terakhir dan akhirnya kembali pada pertanyaan “SIAPA KITA,DARI MANA KITA,UNTUK APA KITA DAN AKAN KEMANA DIRI KITA..?””

      Reply
  • hendraswantoro

    menurut saya, energi tak bergantung pada materi, karena energi itu sendiri bersifat materi. bukankah E = mc2. bisa berarti sumber utama materi adalah energi. Energi itu tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan, artinya tak bermula dan tak berakhir (abadi?!. Energi menguasai alam dengan hukumnya. So saya masih berkeyakinan bahwa materi terkecil adalah energi, kecil tak terhingga.

    Reply
  • sydney

    Trus sekarang gimana perkembangan LHC ini? Dark pertikel sudahkah di temukan?

    Reply
  • JOni Jono

    Kalo nggak salah “Partikel Tuhan” / Partikel Higgs … baru beberapa hari lalu ditemukan … bahkan sy sempat baca Stephen Hawking ikut senang dengan penemuan tersebut … waah … mungkin bakal muncul Theory2 baru barangkali ya .. he hee … salam !!

    Reply
  • Mahmud Yunus

    Ada pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran saya, ketika saya telah meyakini bahwa bumi mengelilingi matahari sebagaimana halnya mbulan mengelilingi bumi pertanyaan selanjutrnya Matahari itu berjalan mengelilingi apa ? dan berapa lama putarannya ? al Qur’an telah memberikan sinyal dengan ayatNya : “Dan Matahari itu lari untuk mengitarinya dan itulah tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Agung dan Maha mengetahui ” ( QS Yasin 38)

    Reply
  • Hendra Indersyah

    Salam jumpa lagi.
    Dan banyak terima kasih atas tanggapan teman2 thdp komen saya beberapa tahun silam itu. Maaf baru sekarang bisa gabung sini lagi. Wah.. teman2 semua pd hebat2 mendalami bidang ilmu pengetahuan Fisika Teoritis … bahkan cenderung berfilsafat & teosofis… :)
    Sekarang saya komen lagi, … maaf.. materi lain.
    ***
    “Ngelamun ttg PROTON tingkat SMU & S-1 jurusan lain”.
    Proton pd setiap atom jumlahnya sama dgn jumlah Elektron.
    Betul, muatan keduanya sama, “+” = “-”, netral.
    Nah, pikir2… (ala awam: tkt SMU & S-1 jurusan lain) sbb.:
    bgmn kalau si Proton itu adanya cuma 1, bertaburan Neutron membentuk inti atom? bgmn?
    Dan di sekitarnya, Elektron trs bergerak siklik pd lintasannya masing2 dlm sikon lembam membentuk kulit atom.
    Itu berarti Proton dari atom unsur A beda dgn Proton unsur B? mungkinkah? selama ini “elementer”?
    Elektron, … ya bisa paham adalah partikel elementer. Juga si netral Neutron. Bgmn dgn -skl lagi- Proton? memangnya pindah2? Lupa lagi, bisakah Proton pindah2 antar atom/unsur? ;-)
    Trm ksh.
    ***
    Banyak trm ksh utk kesempatan berdiskusi di sini serta kesedian teman2 mendalami dan mengkritisi materi lamunan saya tadi.

    Reply
    • Lsa Erussa

      menjawab pertanyaan mas Hendra
      1. Kalau cuma proton 1 dan neutron 1 membentuk inti atom, hasilnya atom ionik bermuatan +, secara alami atom ini tidak stabil dan berusaha mencari elektron bebas. pada kasus ini bisa liat ke atom Hidrogen yang kehilangan elektronnya.
      2. proton di semua atom sama, seperti halnya neutron dan elektron. tetapi kalau komposisinya berbeda atomnya jadi beda. Sesuai tabel periodik, komposisi jumlah elektron (=proton) menghasilkan unsur yang berbeda.
      3. Proton bisa berpindah, coba cari informasi tentang sinal alfa. semisal proton yang berpindah itu menetap di suatu atom lain., semisal 1 proton masuk ke 1atom Hidrogen dan menetap,. maka atom hidrogen akan memiliki 2 proton 1 elektron, yang artinya hidrogen berubah menjadi Helium (tabel periodik sesudah H adalah He) namun atom helium dalam keadaan ionik +1. maka butuh 1 elektron untuk stabil.
      dasar penggunaan atom ionik itu yang menyebabkan terjadinya listrik , minuman elektrolit, dll.
      semoga bermanfaat

      Reply
  • Hendra Indersyah

    Utk distribusi elektron dlm atom, ada model matematisnya dari Erwin Schrödinger & LV de Broglie (1926).
    Utk proton?
    Bgmn kalau PROTON itu cuma ada SATU? Dgn muatan positif yg sama-besarnya dgn muatan negatif SEKIAN ELEKTRON. Aneh ya. Itu berarti proton dari atom unsur A beda dgn Proton unsur B? mungkinkah? selama ini “sub-atomik dan sama saja dlm unsur apapun”?
    Trm ksh.

    Reply
  • Jon Jono

    bahasan cukup menarik. Tapi sy cukup terganggu dgn komentar yg bawa2 ayat kitab. Sy kira gak relevan dan bukan pada tempat di forum ini

    Reply

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top