Kejutan yang Dibawa MESSENGER dari Merkurius

Selama ini astronom beranggapan Merkurius menyerupai Bulan, namun MESSENGER menyampaikan pesan bahwa Merkurius tak seperti yang kita duga selama ini. Merkurius ternyata memiliki banyak tebing menjalar ratusan kilometer melintang di permukaan planet. Wahana yang sudah menempuh 3,5 tahun perjalanan juga memperlihatkan kawah-kawah akibat tumbukan dengan benda ruang angkasa. Mereka berbeda dari kawah Bulan. Di antara kawah-kawah tersebut yang paling mencengangkan adalah apa yang disebut “The Spider”.

“The Spider” yang tergeletak di dasar dan agak di tengah kawah besar yang terkenal dengan nama Caloris Basin (Credit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington).

Struktur yang memang menyerupai bentuk laba-laba ini belum pernah dilihat ada di Merkurius. Bahkan di Bulan pun belum pernah dijumpai. The Spider berada di tengah-tengah kawah-tumbukan yang sangat besar dan dikenal sebagai Caloris Basin. Terdapat kawah di dekat pusat The Spider namun saat ini belum diketahui apakah berasal dari tumbukan awal atau terbentuk belakangan.

Tiga dekade lalu Mariner 10 hanya melihat sebagian Caloris Basin. Kini, setelah MESSENGER berhasil melihatnya penuh, perlu direvisi perkiraan diameter kawah dari 800 mil (1287,5 km) menjadi 960 mil (1545 km). Para astronom sudah lama mengetahui bahwa Caloris merupakan salah satu kawah-tumbukan terbesar di Tata Surya. MESSENGER membuktikan bahwa Caloris bahkan lebih besar lagi dari yang kita kira

MESSENGER terbang melintasi magnetosfer Merkurius (Credit: NASA/University of Michigan/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington).\

Hal yang mengejutkan lain adalah medan magnet si Merkurius. MESSENGER mendapati hal yang berbeda dari hasil observasi Marinir 10. Sementara medan magnet tampak tenang (tidak ada badai magnetik) pada tanggal 14 Januari 2008, ada tanda-tanda yang kentara adanya tekanan internal. MESSENGER yang diprogram melakukan terbang-lintas lagi di akhir tahun ini dan pada tahun 2009 ditambah mengorbit Merkurius pada tahun 2011 akan menyibak misteri kestabilan dan dinamika “kokon” magnet planet yang terdekat dengan Matahari ini.

Sejumlah instrumen MESSENGER juga mendeteksi emisi ultraviolet dari natrium, kalsium, dan hidrogen pada eksosfer Merkurius. Eksosfer merupakan bagian atmosfer yang densitasnya sangat rendah dan besar kemungkinan, dalam kasus Merkurius ini, terbentuk dari atom-atom yang “terpercik” dari permukaan Merkurius.

Planet Merkurius boleh jadi tetangga kita yang cukup dekat namun karena posisinya kita belum mengenalnya dengan baik selama ini. Masih akan ada dua terbang-lintas dan pada akhirnya mengorbit, jadi masih banyak rahasia-rahasia Merkurius yang akan terungkap.

Sumber: Science @ NASA

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...