Posts Tagged ‘alam semesta’

Alam Semesta Dalam Deskripsi

By nggieng • Nov 3rd, 2008 • Category: Kosmologi

Dari ilmu biologi, kita telah mempelajari tentang evolusi manusia yang telah berjalan selama jutaan, tetapi tulisan ini tidak ingin berkutat pada bagaimana manusia berevolusi dari kera, tetapi ingin menyatakan, bahwa betapa ilmu pengetahuan bisa memberikan jawaban ilmiah tentang betapa panjangnya rentang waktu kehidupan ini telah berlangsung.



Bahwa Alam Semesta Sudah Tua

By nggieng • Oct 5th, 2008 • Category: Galaksi, Kosmologi

Banyak cara yang berbeda satu sama lain digunakan untuk menjelaskan berapa umur semesta, dan walaupun berbagai metodologi itu dilakukan secara terpisah, tetapi memberikan gambaran yang berkesesuaian satu sama lain untuk menjelaskan umur semesta ini secara obyektif.



Dan Lubang Hitam Pun Berhenti Bertumbuh

By ivie • Sep 13th, 2008 • Category: Kosmologi

lam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Ada sebagian yang telah terungkap namun sebagian besar masih membangun keingintahuan. Namun beberapa waktu lalu para peneliti menemukan lubang hitam masif yang tampaknya menjadi batas teratas besarnya sebuah lubang hitam.



Alam semesta boleh jadi tidak membutuhkan pengaturan-halus

By Tri L. Astraatmadja • Aug 4th, 2008 • Category: Kosmologi

Jagad raya kita diatur oleh hukum-hukum alam yang dinyatakan dengan bahasa matematika. Hukum-hukum alam ini mengatur tidak hanya atom, tetapi juga bintang-bintang, galaksi, dan tubuh manusia.



Alam Semesta Itu Seperti Donat

By ivie • May 27th, 2008 • Category: Kosmologi

Bagaimana bentuk alam semesta? Apakah tak terbatas? ataukah terbatas? Semenjak tahun 2003 ada paham yang menyatakan alam semesta itu berbentuk donat, terbatas dan relatif lebih kecil. Ide ini jadi populer saat komolog menemukan pola tak terduga dalam cosmic microwave background (CMB), radiasi peninggalan dentuman besar.



Materi Yang Hilang Di Alam Semesta Ditemukan

By ivie • May 10th, 2008 • Category: Galaksi

Materi yang hilang di alam semesta berhasil ditemukan oleh tim peneliti dari Jerman dan Belanda menggunakan satelit sinar X milik Eropa, XMM-Newton. Wah bagaimana caranya?