Bosscha, Observatorium Riset atau Publik?

By ivie • Jun 15th, 2007 at 7:54 am • Category: News

Di penghujung bulan Mei, ada sebuah headline berita yang cukup menarik perhatian, yakni ‘Boscha to Acquire Telescope for Observing Sun in the Near Future‘. Berita tersebut menyebutkan kalau Observatorium Bosscha akan segera memiliki atraksi baru bagi pengunjungnya. Atraksi? Kata ini memberi indikasi kalau Bosscha seakan merupakan arena hiburan. Lantas bagaimana dengan fungsi Bosscha sebagai lembaga penelitian?

Menurut Dr. Taufiq Hidayat, kepala Observatorium Boscha, dalam obrolan santai dengan tim Rig-K, Observatorium Bosscha masih tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga penelitian sekaligus lembaga pendidikan bagi masyarakat Indonesia. “Bosscha tetap sebagai lembaga penelitian, dan kita tidak pernah menyatakan diri sebagai lembaga masyarakat.” kata Taufiq. -lembaga masyarakat disini maksutnya Bosscha tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Observatorium Publik- (red)

Sebagai lembaga yang juga memiliki tanggung jawab untuk memberi layanan pendidikan pada publik, Bosscha akan menyediakan teleskop Matahari. Real Time Solar Telescope yang akan dibangun disamping teleskop Bamberg, juga merupakan sarana pendidikan bagi pengunjung. Teleskop Matahari ini akan merekam Matahari secara real time dan kemudian hasilnya akan diproyeksikan untuk diperlihatkan pada pengunjung. Dalam hasil tersebut para pengunjung dapat mempelajari spketrum Matahari, garis franhouver dll. Sementara data yang dihasilkan juga akan ditampilkan di web untuk diakses dan digunakan untuk keperluan penelitian.

Real Time Solar Telescope yang akan hadir di penghujung tahun 2007, selain dibangun untuk peningkatan kualitas kunjungan siang, juga akan dipergunakan untuk keperluan penelitian di Observatorium Bosscha. Menurut Taufiq, kunjungan ke Bosscha memang sudah optimal namun tidak mengganggu aura penelitian di Bosscha. “Penelitian tetap berjalan seperti biasa”, kata Taufiq.

Di antara semua penelitian yang dilangsungkan oleh KK Astronomi ITB dan Observatorium Bosscha, beberapa diantaranya adalah pengamatan transit untuk ekstrasolar planet. pengamatan bintang ganda, bintang variabel, asteroid, bintang BE, Matahari, dan penelitian yang dilakukan oleh sub KK Kosmologi.

Real Time Solar Telescope, dibangun dengan dana bantuan dari Belanda, dan dibangun atas kerjasama dengan Jurusan Fisika dan teknik Mesin ITB.

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as: ,

ivie Astronom komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Tahun 2005, bersama beberapa alumni astronomi membuat majalah Centaurus. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie

«« Lagi Tentang Definisi Planet
Pencarian Bumi Lain* (Bagian 1) »»

2 Responses »

  1. Kegiatan riset yang sudah dilakukan apaan aja? Data observasi yang sudah diperoleh?

  2. @Tri
    Soal data observasi, kupikir yang perlu dibenahi adalah soal archiving.

    Aku ngamat matahari nih, tapi gak tau ini data mau dikemanain (walaupun gak bagus2 amat, alatnya menyedihkan bro!), apakah buat koleksi pribadi aja? Soalnya gak ada komputer yang bisa dijadiin tempat naruh data. Komputer rukur tahpapa semua, yang virus lah, HDD penuh lah.

Leave a Reply