langitselatan
Beranda » WISPIT 2: Cermin Masa Kecil Tata Surya

WISPIT 2: Cermin Masa Kecil Tata Surya

Para astronom menemukan dua planet sedang terbentuk dalam piringan protoplanet di sekeliling sebuah bintang muda.

Sistem WISPIT 2 yang dipotret oleh VLT ESO. Kredit:  ESO/C. Lawlor, R. F. van Capelleveen et al.
Sistem WISPIT 2 yang dipotret oleh VLT ESO. Kredit:  ESO/C. Lawlor, R. F. van Capelleveen et al.

WISPIT 2. Inilah bintang muda yang sedang membangun sistem baru di sekelilingnya. Dan di bintang muda inilah kita bisa melihat sejarah masa lalu sistem kita sendiri, Tata Surya.

Kita tak mungkin kembali ke masa lalu. Tapi, 4,6 miliar tahun lalu, Tata Surya belum seperti sekarang. Saat itu, hanya ada sebuah bintang muda yang baru terbentuk. Bintang bernama Matahari yang dikelilingi piringan gas dan debu yang jadi lokasi pembentukan planet-planet. Di dalam piringan, gas dan debu bertabrakan dan bergabung membentuk buliran kecil yang saling bertabrakan, menempel dan terus menggumpal makin besar. Sampai akhirnya terbentuklah planet-planet yang kita kenal sekarang.

Kita hanya bisa melihat planet yang sudah terbentuk saat ini. Satu-satunya cara untuk melihat ke masa lalu tentu saja dengan melihat pembentukan planet di bintang lain. Bintang WISPIT 2 yang sedang membentuk dua planet di dalam piringan gas dan debu yang mengelilinginya.  

Bintang Muda WISPIT 2

WISPIT 2. Bintang baru berusia 5,1 juta tahun di rasi Aquila dan merupakan bagian dari asosiasi bintang OB Scorpius-Centaurus. Masih sangat muda untuk ukuran sebuah bintang. Bintang ini masih berada pada tahap pra-Deret Utama, yang artinya bintang masih belum mulai membakar hidrogen. 

Singkatnya, WISPIT 2 baru terbentuk dan di sekelilingnya masi ada piringan atau cakram yang isinya gas dan debu yang membentang hingga 380 sa dari bintang. Jarak ini hampir sepuluh kali jarak Matahari ke Neptunus.

Di dalam piringan yang kita kenal sebagai piringan protoplanet inilah planet-planet terbentuk. Bukan sekedar teori, para astronom menemukan planet yang sedang terbentuk di dalam piringan itu. Bukan cuma satu tapi ada dua, dan bahkan ada kemungkinan planet ketiga. 

Bayi Planet dalam Piringan

Tahun 2025, para astronom menemukan planet pertama di bintang ini. Planet yang dinamai WISPIT 2b tersebut merupakan planet gas raksasa dengan massa hampir 5 kali massa Jupiter. Planet ini mengorbit bintang induknya dari jarak 60 sa, lebih jauh dari jarak Neptunus ke Matahari. 

Setelah penemuan pertama, pengamatan tidak lantas berhenti. Para astronom menduga masih ada objek lain yang tersembunyi dalam piringan. Dugaan ini datang dari struktur piringan di sekeliling bintang muda tersebut.

Piringan protoplanet di bintang WISPIT 2 ini punya rongga di bagian dalam serta empat cincin dan satu celah menonjol pada jarak 68 sa. Struktur ini bukan kebetulan. Keberadaan rongga dan celah ini terbentuk oleh planet yang sedang bertumbuh di dalam piringan. 

Debu dan gas di dalam piringan secara perlahan terakumulasi yang gravitasinya menarik lebih banyak materi untuk bergabung membentuk embrio planet yang jadi cikal bakal planet. Proses ini terus berlangsung sampai planet benar-benar terbentuk. Materi yang tersisa di sekitar celah, kemudian membentuk cincin-cincin debu yang tampak seperti alur-alu pada piringan hitam. 

Pencarian itu tidak sia-sia. 

Para astronom menemukan planet kedua, WISPIT 2c berada 4 kali lebih dekat ke bintang. Planet kedua ini juga merupakan planet gas raksasa yang dua kali lebih masif dari WISPIT 2b. Kedua planet di sistem WISPIT 2 ini mirip dengan keberadaan planet-planet raksasa di area luar Tata Surya. 

Selain dua celah dengan dua planet yang sedang bertumbuh, masih ada celah lebih kecil di bagian terluar piringan WISPIT 2. Para astronom menduga, ada planet ketiga yang sedang dipahat di celah tersebut. Dari stuktur celah yang lebih sempit dan dangkal, para astronom menduga kandidat planet ketiga memiliki massa Saturnus. 

Selain WISPIT 2, hanya ada satu sistem dengan dua planet yang sedang terbentuk dalam piringan. 

Sistem PDS 70 yang ditemukan tahun 2018. Tapi, kedua sistem punya perbedaan. Planet-planet di sistem PDS 70 berada di rongga besar di tengah piringan, masing-masing planet di sistem WISPIT 2 justru menempati celah berbeda dalam piringan dengan cincin-cincin debu yang tampak mencolok di antaranya. 

Struktur di sistem WISPIT 2 ini tidak hanya memberikan kemungkinan lebih banyak planet sedang terbentuk, tapi juga memperlihatkan kemiripan dengan Tata Surya muda. 

Penemuan

Keberhasilan para astronom menemukan WISPIT 2c tak lepas dari kehadiran instrumen dengan teknologi terbaru. Para astronom berhasil memotret WISPIT 2c dengan instrumen SPHERE yang dipasang pada VLT (Very Large Telescope). Planet ini kemudian dikonfirmasi lewat pengamatan Teleskop Magellan (Chile) dan Large Binocular Telescope (Arizona) untuk mendeteksi cahaya redup H-alpha dari gas hidrogen yang jatuh ke WISPIT 2b, dan mengonfirmasi planet tersebut sedang aktif mengakresi materi. Keberadaan planet WISPIT 2c juga dikonfirmasi lewat pengamatan instrumen GRAVITY+ generasi terbaru yang dipasang pada VLTI (Very Large Telescope Interferometry). 

Di masa depan, kehadiran Extremely Large Telescope (ELT) milik ESO yang saat ini sedang dibangun berpotensi untuk bisa memotret secara langsung planet ketiga di WISPIT 2 ini.

Sistem WISPIT 2 ini merupakan laboratorium penting bukan saja untuk mempelajari pembentukan planet, tapi pembentukan seluruh sistem keplanetan. Dan ini akan jadi informasi penting untuk menelusuri sejarah masa lalu Tata Surya. 

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai konsultan di Planetary Science Institute sebagai Project Manager 365 Days Of Astronomy.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini