Fenomena Langit Bulan April 2016

Peristiwa paling ditunggu di tahun 2016 sudah kita lewati, akan tetapi langit masih menyajikan berbagai peristiwa lainnya untuk kita nikmati.

Di bulan April, Merkurius akan menemani kita setiap senja bersama dengan kehadiran Jupiter. Para pemburu meteor juga bisa menikmati kehadiran hujan meteor Lyrid yang akan menghiasi langit malam di bulan April.

Elongasi timur terbesar Merkurius tanggal 18 April. Kredit: StarWalk
Elongasi timur terbesar Merkurius tanggal 18 April. Kredit: StarWalk

Planet

Di sepanjang bulan April ada beberapa planet yang bisa dinikmati dengan mata tanpa alat. Merkurius akan tampak saat Matahari terbenam, sedangkan Jupiter bisa dinikmati kehadirannya sepanjang malam. Sementara planet merah, Mars dan planet Saturnus sudah dapat dinikmati dari tengah malam sampai menjelang fajar. Si bintang kejora tidak akan mudah untuk dilihat di bulan April karena terbit saat fajar menyingsing.

Merkurius
Di awal April 2016, Merkurius terbit pukul 06:29 WIB dan terbenam pukul 18:22 WIB di rasi Pisces dengan kecerlangan -1,39 magnitudo. Elongasi terbesar Merkurius akan terjadi tanggal 18 April dengan sudut 19,9 T. Di akhir bulan April, planet terdekat dengan Matahari ini akan tenggelam pukul 18:25 WIB dengan kecerlangan 1,97 magnitudo di kaki Taurus.

Mars
Mengawali bulan April. planet Mars akan terbit pukul 21:21 WIB dan bisa dinikmati sampai jelang fajar dengan kecerlangan -0,36 magnitudo. Di sepanjang bulan April, Mars akan tampak di capit rasi Scorpius si Kalajengking.  Di penghujung bulan April, waktu terbit Mars sudah bergeser lebih awal ke pukul 19:27 WIB dengan kecerlangan -1,26 magnitudo.

Jupiter
Di sepanjang bulan April, Jupiter sudah dapat dilihat kehadirannya di langit sejak Matahari terbenam. Di awal April, Jupiter sudah terbit sejak pukul 16:21 WIB, sehingga pengamat bisa menikmati kehadiran planet paling besar di Tata Surya sejak Matahari terbenam sampai pukul 04:12 WIB dini hari saat ia tenggelam. Jupiter akan tampak di kaki rasi Leo di sepanjang bulan April dengan perubahan kecerlangan dari -1,98 menjadi -1,84 magnitudo di akhir bulan. Pada akhir  bulan April, Jupiter akan menghiasi langit sampai pukul 02:10 WIB.

Khusus untuk Jupiter, pengamat bisa menikmati kehadiran ke-4 satelit Galilean yang mengitarinya yakni: Ganymede, Callisto, Io dan Europa. Gunakan binokuler atau telskop untuk menikmati kehadiran satelit-satelit tersebut. Atau amati Jupiter selama beberapa hari secara rutin dan kenali perubahan posisi ke-4 satelit tersebut saat mengitari Jupiter.

Saturnus
Di bulan April, Saturnus akan tampak berada antara kaki si Pembawa Ular aka rasi Ophiuchus. Saturnus terbit pukul 21:58 WIB dengan kecerlangan 0,54 magnitudo. Di akhir bulan April Saturnus akan terbit pada pukul 20:00 WIB dengan kecerlangan 0,38 magnitudo.

Fase Bulan. Kredit: langitselatan
Fase Bulan. Kredit: langitselatan

Fase Bulan

7 April — Bulan Baru
Bulan terbit di pagi hari saat Matahari terbit dan terbenam bersama Matahari. Artinya, tidak ada Bulan di malam hari dan langit bebas dari cahaya Bulan. Saat terbaik untuk melakukan pengamatan. Para pengamat bisa menikmati kehadiran planet-planet tanpa terganggu oleh cahaya Bulan. Bulan Baru terjadi satu hari sebelum Bulan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi.

14 April — Bulan Perbani Awal
Bulan akan tenggelam tengah malam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran planet-planet.

22 April — Bulan Purnama
Saatnya bermandikan cahaya Bulan sepanjang malam. Bulan akan terbit pukul 18:01 WIB dan tenggelam pukul 06:26 WIB. Bulan Purnama yang terjadi di bulan April akan tampak lebih kecil dari biasanya karena Bulan baru saja meninggalkan titik terjauhnya dari Bumi. Artinya, Bulan purnama terjadi saat berada dekat titik apogee atau yang sering disebut sebagai Bulan mikro atau Bulan mini. Kebalikan dari Bulan super yang terjadi saat Bulan di titik perigee.

30 April – Bulan Perbani Akhir
Bulan terbit tengah malam dan tenggelam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

Peristiwa

6 April — Bulan – Venus
Bulan sabit tipis akan tampak berpasangan dengan Venus dan hanya terpisah 0,7º menjelang fajar. Tidak mudah mengamati pasangan ini mengingat Bulan sabit tipis baru terbit pukul 04:33 WIB dan disusul Venus pada pukul 04:53 WIB. Keduanya masih sangat rendah di ufuk timur. Akan menjadi tantangan tersebdiri bagi para pengamat yang hendak berburu pasangan Bulan dan Venus.  Matahari akan terbit satu jam setelah Venus terbit. Saat Matahari terbit, ketinggian Venus dan Bulan baru 15-20 derajat.

Bulan dan Aldebaran hanya terpisah 0,4º. Kredit: Star Walk
Bulan dan Aldebaran hanya terpisah 0,4º. Kredit: Star Walk

11 April — Bulan – Aldebaran
Bulan sabit tipis akan tampak berpasangan dengan bintang Aldebaran. Bintang alpha Tauri ini hanya terpisah 0,4º di selatan Bulan. Keduanya bisa dinikmati sejak Matahari terbenam sampai keduanya tenggelam di ufuk barat pada kisaran jam 9 malam. Bulan akan terbenam jam 21:32 WIB. Tanggal 11 pukul tiga dini hari, ketika Bulan mengokultasi bintang Aldebaran atau alpha Tauri. Sayangnya tidak bisa dilihat karena Bulan dan Aldebaran sudah tenggelam.

17 April — Bulan – Regulus
Kali ini giliran Bulan dan Regulus atau alpha Leo yang tampak dekat di langit malam. Keduanya hanya terpisah 2,7º, dengan Regulus berada di utara Bulan.  Keduanya bisa dinikmati sejak Matahari terbenam di langit bagian timur dengan ketinggian Bulan sekitar 45º.

Bulan dan Jupiter hanya terpisah 2,4º. Kredit: Star Walk
Bulan dan Jupiter hanya terpisah 2,4º. Kredit: Star Walk

18 April — Bulan – Jupiter
Bulan yang sedang berada dalam fase cembung besar akan tampak dekat dengan Jupiter di timur sejak Matahari terbenam. Keduanya hanya terpisah 2,4º di langit malam dengan Jupiter berada di utara Bulan.  Jupiter sudah terbit sejak pukul 15:09 WIB disusul Bulan pada pukul 15:18 WIB. Saat Matahari terbenam, keduanya tampak di timur dengan ketinggian sekitar 45º.

18 April — Elongasi Merkurius
Merkurius berada pada sudut elongasi timur terbesarnya yakni 19,9º. Elongasi timur terbesar artinya, Merkurius bisa dilihat di ufuk Barat setelah Matahari terbenam dan mencapai ketinggian paling tinggi di langit. Pada saat elongasi terbesar, kecerlangan Merkurius 0,35 magnitudo. Matahari tenggelam pada pukul 17:45 WIB dan Merkurius akan tenggelam pukul 18:52.

21– 22 April — Hujan meteor Lyrid
Pengamat langit bisa menikmati kehadiran hujan meteor Lyrid yang akan tampak datang dari rasi Lyra dengan rata-rata 18 meteor setiap jamnya. Hujan meteor Lyrid akan dimulai tanggal 16 – 25 April dengan puncak pada tanggal 22 April jam 6:00 UT atau 13:00 WIB. Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa komet C/1861 G1 Thatcher dan rasi Lyra yang menjadi radian hujan meteor ini akan terbit pada pukul 22:00 WIB di arah timur laut.

Hujan meteor Lyrid yang tampak datang dari arah rasi Lyra. kredit: Star Walk
Hujan meteor Lyrid yang tampak datang dari arah rasi Lyra. kredit: Star Walk

Hujan meteor Lyrid dapat dinikmati pengamat di Indonesia. Akan tetapi, cahaya Bulan Purnama akan menjadi penghalang terbesar untuk melihat kilatan-kilatan cahaya meteor yang akan melintas. Tapi, hujan meteor Lyrid memiliki kemungkinan untuk menghasilkan fireballs atau meteor yang sangat terang dan bahkan bisa seterang Bulan.

25 April — Bulan – Mars Saturnus – Antares
Bulan dan Saturnus akan tampak berpasangan di langit malam, dan bersama dengan Mars dan Antares atau Alpha Scorpii, ke-4 obyek ini akan tampak terbit sebagai sekelompok obyek.

Bulan, Saturnus, Mars dan Antares. Kredit: Star Walk
Bulan, Saturnus, Mars dan Antares. Kredit: Star Walk

Konstelasi

Rasi bintang yang bisa diamati di sepanjang bulan April di antaranya adalah: Taurus, Orion, Cancer, Leo, Virgo, Centaurus, Crux, Hydra, Ophiuchus, Lyra, Bootes, Hercules, Scorpius, Sagittarius, Capricornus

Kampanye Langit Gelap

Di bulan April, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan sejak 30 Maret sampai dengan 8 Apri 2016 dan 29 April sampai dengan 8 Mei. Untuk langit utara, lakukan pengamatan rasi Leo dan untuk langit Selatan, pengamatan rasi Crux. Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan indetifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Seluruh fenomena langit di bulan April bisa disimak di Almanak

[divider_adv topwidth=”12″ bottomwidth=”12″ linecolor=”#dcdcdc” ]

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...