Sebuah Pilot Project UNAWE-Indonesia for Children: Pesta Bintang Keliling Wilayah Tengah dan Timur Pulau Jawa

Hari Pertama dan Kedua

Sore itu cuaca cukup bersahabat. Kota Bandung yang biasanya hujan di sore hari, kali ini tidak. Walaupun Matahari tidak bersinar dengan kilau sempurna karena terhalang awan mendung, persiapan akhir keliling wilayah tengah dan timur Pulau Jawa serta packing-packing barang ke dalam mobil dapat dilakukan tanpa hambatan yang berarti. Kotak-kotak besar maupun kecil serta tas-tas ransel berukuran besar termuat di dalam mobil-mobil.

Planetarium Portabel

Salah satu alat peraga yang paling digemari oleh anak-anak, disamping menjadi pilihan di kala langit tidak dapat diamati adalah Planetarium. Planetarium bergerak yang memenuhi standar untuk dipergunakan dalam memberikan pengajaran mengenai langit, merupakan peralatan yang mahal. Tetapi, keterbatasan dana tidaklah menghalangi teman-teman UNAWE Indonesia untuk mencoba berinovasi dalam membuat planetarium bergerak.

Kemungkinan Tabrakan di Mars Menipis

Untuk mendapatkan akurasi tabrakan antara asteroid 2007 WD5 dan Mars, semenjak tanggal 29 desember – 2 Januari pengamatan lanjutan telah dilakukan. Hasilnya, rentang kemungkinan dari jejak asteroid untuk menabrak Mars semakin menipis. Selain itu jejaknya juga bergeser menjauh dari planet merah tersebut. Akibatnya kemungkinan terjadinya tabrakan semakin menipis dengan kesempatan 1 berbanding 28 (sebelumnya sempat dinyatakan 1 berbanding 25) atau turun jadi 3,6 % (sebelumnya 3,9 %).

Peluang Asteroid Menabrak Mars Meningkat 4%

Mars dan asteroid. kredit : NASA

Kesempatan anda untuk melihat tabrakan di Mars semakin besar. Tak percaya? Kalau minggu lalu saat pertama kali dirilis, 2007 WD5 hanya memiliki kemungkinan 1 berbanding 75 untuk menabrak Mars, kali ini kemungkinan itu meningkat jadi 1 berbanding 25. Atau bisa dikatakan kemungkinan tabrakan meningkat dari 1,3 % jadi 3,9 %.

Adakah Seseorang di Luar Sana: Meninjau kembali Persamaan Drake

Mengapa tidak juga menemukan sinyal dari peradaan asing? Salah di mana kita? Marilah kita analisis ulang Persamaan Drake dengan meninjau setiap faktor secara terpisah, agar kita mendapat gambaran akan persoalan yang kita hadapi. Jumlah bintang yang terbentuk setiap tahun, R, adalah 1 dan astronom sudah yakin dengan hal ini setelah mengamati berbagai nebula yang sedang membentuk bintang. Bahkan baru-baru ini telah dipastikan bahwa beberapa milyar tahun lalu, saat bintang yang kini memiliki peradaban sedang dilahirkan, lebih banyak bintang tercipta setiap tahunnya. Jadi nilai R = 3 justru lebih realistis.

Namun demikian, astronom dan ahli biologi kurang yakin pada nilai dari faktor-faktor berikutnya.

Adakah Seseorang di Luar Sana: Mencari kehidupan cerdas di luar Bumi

Pengantar: Artikel ini ditulis pada tahun 2005 untuk Majalah Centaurus, tidak pernah diterbitkan. Dimunculkan pertama kali untuk publik di Langit Selatan. Mohon diperhatikan konteks penulisan artikel pada tahun 2005. Oleh karena itu, kata “hingga saat ini” dan sejenisnya harus diartikan sebagai saat ketika artikel ini ditulis.

Menuju Titik Api: Sebuah Penjelasan-tak-terlalu-teknis Tentang Prinsip Kerja Teleskop, Bagian 5 (tamat): Sementara Itu, di Daerah Panjang Gelombang Lain: Teleskop Radio

Gambar 1. Sumber: Science Cartoons Plus: The Cartoons of S. Harris

Teleskop yang sudah dibicarakan di atas dipakai pada daerah optik yang disebut daerah visual, yaitu daerah kasatmata yang tampak oleh mata. Sementara itu kita mengetahui bahwa cahaya sebenarnya terdiri atas berbagai panjang gelombang, di mana tiap-tiap panjang gelombang membawa energinya sendiri-sendiri. Besarnya energi yang dibawa pada setiap panjang gelombang tidak sama, tetapi berpuncak pada panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang berapa yang memancarkan energi maksimal bergantung pada suhu objek tersebut, semakin tinggi suhunya semakin pendek panjang gelombangnya dan semakin biru warnanya. Tidak semua objek memancarkan energi maksimalnya pada daerah visual (daerah visual didefinisikan berada pada rentang panjang gelombang 380 – 750 nanometer. Satu nanometer sama dengan satu per semilyar meter). Banyak sekali objek yang memancarkan energi maksimalnya pada daerah ultraviolet (lebih pendek dari 300 nanometer) atau daerah inframerah (antara 750 nanometer hingga sekitar 1 mm), sehingga apabila kita mengamati objek-objek tersebut hanya pada daerah visual akan banyak sekali informasi yang tidak kita peroleh. Oleh karena itu diciptakan berbagai alat untuk dapat mendeteksi keseluruhan rentang energi gelombang elektromagnetik (Gambar 2), pada daerah-daerah ultraviolet, inframerah, dan radio.

Menuju Titik Api: Sebuah Penjelasan-tak-terlalu-teknis Tentang Prinsip Kerja Teleskop, Bagian 4: Refraktor dan Reflektor: Sebuah Perbandingan

Refraktor dan Reflektor: Sebuah Perbandingan
Kelemahan utama refraktor adalah fakta bahwa sinar difokuskan dengan cara dilewatkan melalui medium, dalam hal ini lensa. Indeks bias yang mempengaruhi arah pembelokkan cahaya berbeda-beda untuk setiap warna, sehingga sebenarnya ada banyak titik api untuk berbagai warna (yang letaknya cukup berdekatan), dengan fokus untuk cahaya biru lebih dekat ke lensa daripada fokus cahaya merah. Ini adalah cacat lensa yang disebut aberasi kromatis atau aberasi warna. Pelewatan cahaya melewati medium juga berarti material lensa harus homogen atau serbasama di setiap bagian lensa, dan keserbasamaan (homogenitas) ini makin sulit dipertahankan bisa ukuran lensa semakin besar.

PBB Menetapkan Tahun 2009 Sebagai Tahun Astonomi

. IYA merupakan inisiatif dari IAU (International Astronomical Union) dan UNESCO, untuk merayakan dipergunakannya teleskop untuk pertama kali oleh Galileo. IYA 2009 sendiri merupakan moment 400 tahun dari penemuan – penemuan dalam astronomi dan pemicu revolusi sains yang juga mempengaruhi dunia. Hasilnya, saat ini teleskop landas bumi maupun angkasa beroperasi selama 24 jam sehari memberikan berbagai hasil spektakuler dalam berbagai panjang gelombang.