Misteri Monster Lubang Hitam Berukuran Sedang

Ketika membeli baju toko, kita harus tahu ukuran baju yang akan dibeli: kecil, sedang, atau besar. Lubang hitam pun mirip. Tahukah kamu kalau lubang hitam, si monster gelap di Alam Semesta punya berbagai ukuran?

Ada yang berukuran kecil, sedang dan besar!

Ilustrasi lubang hitam massa menengah sedang melahap bintang. Kredit: ESA/Hubble, M. Kornmesser
Ilustrasi lubang hitam massa menengah sedang melahap bintang. Kredit: ESA/Hubble, M. Kornmesser

Apapun ukurannya, janga dekat-dekat lubang hitam! Apapun yang berada di dekat lubang hitam pasti ditarik dan dilahap oleh monster di Alam Semesta ini.  Saking kuatnya, semua yang sudah ditarik lubang hitam, tidak bisa melepaskan diri. Bahkan cahaya, yang geraknya paling cepat di Alam Semesta pun tidak bisa lepas. Karena itu, lubang hitam gelap. 

Jangan juga bayangkan lubang hitam itu seperti lubang di Bumi yang bolong dan tidak ada isinya. Lubang hitam di Alam Semesta adalah benda yang padat dengan materi. Jadi, semua benda atau materi yang ditangkap dipepatkan atau dipadatkan ke dalam area yang sangat kecil.

Kali ini Teleskop Hubble berhasil menemukan lubang hitam yang ukurannya sedang. Penemuan ini penting sekali karena selama ini sulit sekali mencari lubang hitam ukuran yang satu ini.

Selama ini, para astronom sudah mengetahui kalau pada pusat sebagai besar galaksi, berdiam lubang hitam supermasif. Selain itu, ada juga lubang hitam yang ukurannya kecil yang terbentuk setelah bintang meledak. Di antara lubang hitam kecil dan besar itu tentu harusnya ada lubang hitam ukuran sedang. Tapi lubang hitam yang ukuran sedang ini sulit ditemukan. Sampai sat ini hanya ada beberapa lubnag hitam sedang yang sudah ditemukan.

Meski demikian, Teleskop Hubble berhasil melihat keberadaan lubang hitam ukuran sedang tersebut dalam gugus bintang yang padat penduduk. Lubang hitam tipe ini dikenal sebagai Lubang Hitam Massa Menengah yang sekaligus merupakan mata rantai yanghilang dalam memelajari pertumbuhan dan evolusi lubang hitam. 

Melacak Sinar-X dari Jauh

Lubang hitam massa menengah sulit ditemukan karena ukurannya yang kecil dan tidak terlalu aktif jika dibandingkan dengan lubang hitam supermasif. Selain itu, di sekitar lubang hitam berukuran sedang, tidak ada materi yang bisa jadi bahan makanan. Hal ini karena gravitasi lubang hitam massa menengah tidak cukup kuat untuk menarik bintang atau materi kosmis lainnya untuk mendekat dan jadi santapan.

Penemuan ini berawal dari dideteksinya ledakan sinar-X yang sangat kuat pada tahun 2006. Saat itu belum dikeyahui apakah ledakan tersebut dari galaksi kita tau bukan. Akan tetapi para astronom menduga bahwa suar sinar-X tersebut berasal bintang yang tercabik-cabik akibat berada terlalu dekat dengan monster lubang hitam. Sinar-X ini berhasil dideteksi oleh Teleskop Chandra milik NASA dan teleskop XMM-Newton milik ESA.

Ternyata, sumber sinar-X yang diberi nama 3XMM J215022.4?055108 bukan dari pusat galaksi tempat lubang hitam supermasif berada. Setelah dilakukan pengamatan dengan Teleskop Hubble, ditemukan kalau sumber sinar-X ini bukan dari galaksi kita melainkan dari gugus bintang jauh di pinggiran galaksi lain. Sepertinya, gugus bintang ini merupakan pusat galaksi katai massa kecil yang juga tercabik saat bertemu dengan galaksi besar yang sekarang jadi rumahnya.

Setelah dilacak, sumber sinar-X itu berasal dari bintang yang sedang sial karena berada terlalu dekat lubang hitam. Akibatnya, bintang yang jaraknya 750 tahun cahaya tersebut tercabik dan hancur. Pertemuan ini bukan hanya menjadi akhir kisah bintang tapi cahaya terang dihasilkan juga berhasil menyingkap keberadaan monster lubang hitam massa menengah.

Fakta keren:

Lubang Hitam Massa Menengah yang ditemukan Teleskop Hubble memang termasuk berukuran sedang. Tapi, ukuran sedang di alam semesta itu masih sangat besar yakni 50.000 kali massa Matahari.

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.