Fenomena Langit Bulan April 2020

Nikmati kehadiran planet kala fajar dan senja di bulan April. Selain kehadiran planet di langit malam, Hujan Meteor Lyrid akan menjadi atraksi menarik untuk diamati.

Uranus. Planet ini akan mengalami konjungsi dengan Matahari sehingga tidak dapat diamati di langit malam. Kredit: Lawrence Sromovsky, (Univ. Wisconsin-Madison), Observatorium, Keck
Uranus. Planet ini akan mengalami konjungsi dengan Matahari sehingga tidak dapat diamati di langit malam. Kredit: Lawrence Sromovsky, (Univ. Wisconsin-Madison), Observatorium, Keck

Planet

Merkurius, Mars, Jupiter, & Saturnus. Keempat planet ini bisa diamati setiap pagi sebelum Matahari terbit. Akan tetapi, jelang penghujung April, Merkurius sudah sulit diamati karena semakin rendah di ufuk timur. Mulai pertengahan April, Merkurius yang bergerak dari Aquarius ke Cetus dan akhirnya ke Aries mulai sulit teramati karena posisinya yang rendah di ufuk timur jelang Matahari terbit.

Mars, Jupiter, dan Saturnus bisa diamati sepanjang April mulai lewat tengah malam sampai fajar menyingsing. Jupiter akan terbit terlebih dahulu disusul Saturnus dan Mars. Pada awal April, Mars dan Saturnus tampak berpasangan. Setelah itu, Saturnus terus menanjak naik di langit malam setiap harinya meninggalkan Mars. Pada pertengahan April, Jupiter akan berpapasan dengan Bulan, disusul Mars dengan Bulan keesokan harinya.

Selama bulan April, planet Mars dan Saturnus bisa diamati di rasi Capricornus, sedangkan Jupiter di rasi Sagittarius.

Venus. Bintang Kejora ini bisa diamati setiap malam setelah Matahari terbenam selama bulan April. Planet Venus akan tampak cemerlang di barat dan bisa diamati di rasi Taurus. Venus juga akan berpapasan dengan Bulan di penghujung bulan April.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Sampai pertengahan bulan April, Uranus bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai kisaran pukul 18:30 WIB. Planet es ini terus turun mengejar Matahari sehingga sulit diamati karena terlalu rendah di ufuk barat dan akhirnya tak bisa diamati di penghujung bulan April saat planet ini berkonjungsi dengan Matahari.

Neptunus bisa diamati di rasi Aquarius selama April sebelum fajar menyingsing.

Bulan

Fase Bulan selama April 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan
Fase Bulan selama April 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

1 April. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

8 April. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 356.907 km.

8 April. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Bulan Purnama bertepatan dengan Bulan di titik terdekat dengan Bumi. Karena itu, Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari saat Bulan di jarak rata-rata.  Bulan purnama ini dikenal sebagai Bulan Purnama Perigee.

15 April. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

21 April.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.462 km

23 April. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan

Pengamatan hilal juga akan dilakukan untuk penentuan awal Ramadan 1441 H.

Hujan Meteor

22–23 April – Hujan Meteor Lyrid

Hujan Meteor Lyrid saat mencapai intensitas maksimum 22 April 2020 pukul 02:00WIB. Kredit: Star Walk
Hujan Meteor Lyrid saat mencapai intensitas maksimum 22 April 2020 pukul 02:00 WIB. Kredit: Star Walk

Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April pukul 14:00 WIB. Hujan meteor Lyrid bisa dinikmati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 22:00 WIB.  Saat Lyrid mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik.

Bulan Sabit tipis pada tanggal 22 April dini hari, dan Bulan baru tanggal 23 April akan memberikan kondisi optimal untuk berburu hujan meteor Lyrid. Waktu terbaik untuk pengamatan mulai tengah malam sampai fajar.

23 April –  Hujan Meteor Pi Puppid

Hujan Meteor Pi Puppid saat mencapai intensitas maksimum 23 April 2020 pukul 21:00 WIB. Kredit: Star Walk
Hujan Meteor Pi Puppid saat mencapai intensitas maksimum 23 April 2020 pukul 21:00 WIB. Kredit: Star Walk

Hujan meteor Pi Puppid yang akan mencapai puncaknya pada tanggal 23 April. Saat Matahari terbenam, rasi Puppis yang jadi arah datang hujan meteor Puppid sudah melewati zenit. Hujan meteor dengan kecepatan 18 km/detik ini bisa diamati mulai 15 – 28 April dan diperkirakan saat maksimum bisa mencapai 18 – 40 meteor per jam. Hujan meteor dari sisa komet 26P/Grigg-Skjellerup ini bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Rasi Puppis terbenam.

Tidak adanya Bulan di malam hari karena berada pada fase Bulan baru akan memberikan kondisi optimal untuk berburu hujan meteor ini.

Peristiwa

1 April — Mars — Saturnus

Mars dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 1 April 2020 pukul 02:30 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Mars dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 1 April 2020 pukul 02:30 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Mars dan Saturnus berpasangan sangat dekat sejak keduanya terbit beriringan dengan selang satu menit. Saturnus terbit lebih dahulu pukul 01:11 WIB, disusul Mars pukul 01:12 WIB. Keduanya hanya terpisah 0,9º dan bisa diamati sampai ketinggian 58º saat Matahari terbit pukul 05:26 WIB.

15 April — Bulan — Jupiter — Saturnus

Bulan, Jupiter, dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 15 April 2020 pukul 02:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Bulan, Jupiter, dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 15 April 2020 pukul 02:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Bulan tampak membentuk segitiga dengan Jupiter dan Saturnus. Bulan dan Jupiter akan tampak berpasangan dengan jarak 1,9º dan sementara jarak Bulan dan Saturnus 2,4º. Ketiganya terbit beriringan saat tengah malam dengan Bulan terbit terlebih dahulu pukul 23:42 WIB disusul Jupiter 10 menit kemudian. Saturnus baru terbit pulu 00:19 WIB.  Ketiganya akan mencapai ketinggian 73º saat Matahari terbit pukul 05:39 WIB.

16 April — Bulan — Mars

Bulan dan Mars yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 16 April 2020 pukul 02:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Bulan dan Mars yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 16 April 2020 pukul 02:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Bulan cembung dan Mars berpasangan di ufuk timur sejak keduanya terbit. Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 00:35 WIB disusul Mars pada pukul 00:57 WIB. Keduanya hanya terpisah 2° dan mencapai ketinggian 65º di atas horison sebelum menghilang di balik cahaya Matahari pada pukul 05:48 WIB.

26 April — Konjungsi Uranus

Konjungsi Uranus. Kredit: langitselatan
Konjungsi Uranus. Kredit: langitselatan

Uranus berada pada jarak terjauhnya dari Bumi yakni 20,81 AU. Uranus akan berada pada sisi berlawanan dari Bumi dan Matahari berada di antara kedua planet. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, Uranus akan tampak sangat dekat dengan Matahari dengan jarak 0,4° dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Jika Uranus bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 3,4 detik busur.

Uranus akan berada pada posisi terjauh dari Bumi dan Matahari ada di antara kedua planet ini. Akibatnya, pengamat di Bumi tidak akan bisa melihat planet cincin yang menggelinding tersebut, karena jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari.

26 April — Bulan — Venus

Bulan dan Venus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 26 April 2020 pukul 18:30 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Bulan dan Venus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 26 April 2020 pukul 18:30 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Bulan sabit tipis dan Venus akan berpapasan dekat dengan jarak 6º di rasi Aries setelah Matahari terbenam. Keduanya tampak 29º di atas horison barat laut saat matahari terbenam dan perlahan menuju ufuk untuk terbenam pada pukul 20:15 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Akhir April menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Setelah Matahari terbenam, ada Aldebaran di rasi Taurus, Capella di rasi Auriga, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, yang bisa diamati sampai jelang tengah malam. Selain itu, ada Regulus di rasi Leo, Spica di Virgo, Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus,  Arcturus di rasi Bootes, Antares di Scorpius, Vega di rasi Lyra, dan Altair di rasi Aquila, yang bisa diamati sepanjang malam sampai jelang fajar.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 April 2020

Peta Bintang 15 April 2020

Kampanye Langit Gelap

14 — 23 April — Kampanye Globe At Night

Di bulan April, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 14 – 23 April.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan April, para pengamat di belahan utara bisa mengamati rasi Leo sementara pengamat di belahan selatan diajak untuk mengamati Leo dan Crux. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.