Bintik Matahari: Noda Hitam Berkekuatan Ultra di Wajah Matahari

Para astronom di National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ) berhasil mengamati medan magnet ultra kuat di permukaan Matahari dengan satelit HINODE.

Kamu tentu tidak asing lagi dengan yang namanya magnet. Biasanya kita menggunakan magnet untuk menghias pintu kulkas. Tapi pernahkah kamu bertanya bagaimana cara kerja magnet?

Setiap magnet itu menghasilkan sesuatu yang kita kenal sebagai “medan magnet”. Ini merupakan area tidak yang tidak kelihatan dimana magnet bisa menarik atau menolak suatu benda. Contohnya, untuk magnet di pintu kulkas, magnet akan menarik si pintu kulkas.

Kekuatannya yang keren membuat magnet bisa ditemukan di berbagai tempat. Kamu bisa menemukannya di komputer, piranti gelombang mikro, atau bahkan di antariksa! Nah, Matahari adalah magnet raksasa.

Biasanya medan magnet Matahari itu cukup lemah; sekitar 100 kali lebih lemah dari magnet di kulkas! Tapi, para ilmuwan yang menghitung sebidang medan magnet di Matahari menemukan ada yang berbeda. Medan magnet Matahari ini 6000 kali lebih kuat dari biasanya! Ini merupakan medan magnet terkuat yang pernah diukur secara langsung di permukaan Matahari.

Bintik Matahari dengan medan magnet ultra kuat yang dipotret HINODE. Kredit: NAOJ
Bintik Matahari dengan medan magnet ultra kuat yang dipotret HINODE. Kredit: NAOJ

Dua foto yang ada di laman ini memperlihatkan area Matahari yang medan magnetnya luar biasa kuat. Area ini diisi oleh bintik Matahari yang gelap dan biasanya lebih dingin dibanding area sekelilingnya. Akan tetapi, medan magnetnya super kuat!

Foto teratas dari Matahari yang ditampilkan merupakan foto Matahari yang sering kita lihat. Akan tetapi foto di bawahnya justru memperlihatkan medan magnet Matahari. Setiap warna memperlihatkan kekuatan medan magnet yang berbeda. Biru menunjukan bagian medan magnet yang lemah sedangkan area merah merupakan area dengan medan magnet yang kuat.

Pada umumnya, medan magnet yang terkuat itu ada pada area noda hitam. Tapi, para ilmuwan justru menemukan kalau medan magnet terkuat yang mereka lihat justru ada di perbatasan yang lebih terang di antara dua bintik gelap. Kok bisa?

Ternyata, medan magnet ultra kuat di perbatasan dua bintik hitam itu berasal dari interaksi gas yang keluar dari kedua bintik. Jadi, aliran gas dari bintik Matahari yang selatan ternyata lebih kuat mendorong aliran gas yang muncul dari bintik hitam utara.

Medan magnet Matahari memang menyebabkan terlontarnya partikel-partikel bermuatan dari Matahari. Jika partikel-partikel itu sampai di Bumi dan bertemu medan magnetik Bumi, maka terjadilah “cuaca antariksa” yang kita kenal sebagai badai matahari yang dapat merusak satelit, mengganggu sinyal radio dan membahayakan para antariksawan. Karena itu, memahami medan magnet dan perubahannya sangatlah penting!

Fakta Keren

Kita bisa tetap berada di permukaan Bumi itu karena gaya tarik Bumi yang sangat kuat. bukan karena medan magnet. Tapi, kita baru bisa merasakan pengaruh medan magnet Bumi kalau gravitasi Bumi tidak sekuat sekarang.

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.