Sebuah Dunia Baru

Aladdin boleh saja menyanyikan lagu tentang memperlihatkan pada Putri Jasmin “sebuah dunia baru”, tapi seharusnya kata-kata itu milik European Southern Observatory (ESO). Berkat salah satu teleskop ESO, untuk pertama kalinya kita berhasil menyelidiki planet di luar Tata Surya (exoplanet) dengan mengamati cahaya bintang yang dipantulkan permukaan si planet!

Hampir 2.000 exoplanet telah ditemukan. Astronom menemukan hampir seluruh exoplanet itu dengan menggunakan trik-trik cerdik, misalnya “mengamati goyangan bintang” atau menggunakan bintang sebagai lup.

Ilustrasi planet 51 Peg b. Nama 51 Peg b bukanlah nama yang menarik, tapi ini adalah nama sebuah planet yang menarik. 51 Peg b merupakan planet pertama yang mengorbit bintang normal (seperti Matahari) dan yang pertama kali dilihat langsung dalam cahaya tampak. Kredit: ESO/M. Kornmesser/Nick Risinger (skysurvey.org)

Hal ini disebabkan oleh karena planet sangatlah redup dan jauh. Planet-planet itu akan sulit dilihat akibat terangnya pancaran cahaya bintang yang dikitarinya. Memotret sebuah planet jauh bagaikan melihat cahaya dari mainan glow-in-the-dark yang berukuran kecil di dalam ruang yang terang-benderang.

51 Peg b bukanlah nama yang menarik, tapi ini adalah nama sebuah planet yang menarik. Dua puluh tahun lalu 51 Peg b adalah exoplanet pertama yang ditemukan mengelilingi bintang normal (astronom menyebutnya ‘deret utama‘), seperti Matahari kita. Kini, 51 Peg b mendapatkan rekor baru sebagai exoplanet pertama yang diselidiki langsung dalam gelombang cahaya tampak.

Kemampuan untuk mengumpulkan cahaya dari dunia jauh sangatlah menarik; dari sini kita bisa mencari tahu fakta-fakta baru mengenai exoplanet. Kita dapat menghitung besarnya, jalur orbitnya, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh, kita telah mengetahui bahwa 51 b lebih besar dari Jupiter tapi tidak sepadat Jupiter!

Exoplanet ini juga mengorbit bintang induknya dengan jarak yang lebih dekat daripada jarak Jupiter ke Matahari sehingga planet ini merupakan planet raksasa yang super panas. Mungkin planet ini bukan jenis planet yang kalian ingin kunjungi, tapi penemuan ini memberikan harapan yang lebih baik di masa mendatang.

Fakta Menarik: Para ilmuwan telah memperhitungkan jika milyaran bintang di Galaksi Bimasakti mempunyai 1-3 planet yang di permukaannya terdapat air, bahan penting bagi kehidupan!

[divider_line] Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.