fbpx
langitselatan
Beranda » Planet Berwarna Magenta

Planet Berwarna Magenta

Sampai dengan bulan Juli 2013 telah ditemukan lebih dari 800 planet yang mengorbit bintang lain. Kebanyakan planet-planet tersebut disebut ‘Jupiter Panas’. Planet-planet itu berupa planet gas yang sangaaaaaaaaaaat besar dan berada dekat sekali dengan bintang induknya. Kalian nggak bakal mau deh kalau disuruh terbang menyeberangi galaksi lalu mendirikan rumah baru di salah satu planet raksasa ini. Temperatur di permukaan sana bisa mencapai 1.000 derajat Celcius!

Tapi, jangan putus asa dulu. Pencarian kehidupan asing dan tempat liburan baru yang eksotis belum berakhir, lho! Alasan mengapa planet yang ditemukan besar-besar dan panas adalah karena planet-planet  seperti itu mudah dideteksi daripada saudara-saudara mereka yang lebih kecil dan tersusun dari batuan.

Planet  di luar Tata Surya kita disebut exoplanet. Exoplanet sangatlah sulit untuk dipotret, ibarat berusaha memotret kunang-kunang yang ada di tengah-tengah sorotan lampu dari mercusuar. Untuk itu, trik-trik cerdik telah dikembangkan untuk mendeteksi planet-planet redup ini tanpa harus melihatnya secara langsung. Tapi, kini para astronom dari Jepang berhasil memotret sebuah planet baru, planet terkecil yang pernah dipotret secara langsung! Ukuran planet ini sekitar tiga kali ukuran Jupiter, planet terbesar di Tata Surya.

    Ilustrasi yang melukiskan exoplanet GJ 504b, planet baru yang dideteksi secara langsung oleh para astronom Jepang . Kredit: NASA’s Goddard Space Flight Center / S. Wiessinger.
Ilustrasi yang melukiskan exoplanet GJ 504b, planet baru yang dideteksi secara langsung oleh para astronom Jepang . Kredit: NASA’s Goddard Space Flight Center / S. Wiessinger.

Planet baru tadi mengelilingi bintang induknya dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak Pluto ke Matahari. Artinya, planet itu tidak bisa terdeteksi dengan menggunakan cara lainnya karena teknik-teknik yang ada baru bisa mendeteksi kalau si planet mengelilingi si bintang setidaknya sekali. Tentunya itu akan membutuhkan waktu yang lama kalau jarak si planet dengan bintang induknya sama dengan jarak Bumi ke Matahari. Nah, apalagi kalau jaraknya sama dengan jarak Pluto ke Matahari! Hanya dengan cara memotret secara langsung, para astronom bisa menemukan planet sejauh itu dari bintang induknya.

Fakta Menarik : Kalau kita bisa pergi ke planet raksasa itu, kita akan melihat pendaran cahaya akibat panas dari proses pembentukannya. Warnanya magenta, merah keunguan.

Sumber & Cross post : Space Scoop Universe Awareness

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini