fbpx
langitselatan
Beranda » Langit Gelap Menampilkan Bintang Terang

Langit Gelap Menampilkan Bintang Terang

Hampir di segala situasi, kita bisa melihat berkat bantuan cahaya. Tapi, saat menatap langit malam, cahaya malah akan mengganggu penglihatan kita. Cahaya dari lampu jalan dan mobil mengganggu pandangan kita ke bintang, planet, dan bahkan Bimasakti, galaksi tempat tinggal kita. Dengan mata telanjang kalian mestinya bisa melihat sekitar 2.500 bintang, tapi jika kalian tinggal di kota besar, kalian mungkin cuma bisa melihat kurang dari 10 bintang di malam yang cerah.

Palung kelahiran bintang Nebula Carina. Kredit : ESO. Acknowledgement: VPHAS+ Consortium/Cambridge Astronomical Survey Unit

Foto menawan ini menunjukkan gugusan bintang yang cemerlang dan gelungan-gelungan gas warna-warni Nebula Carina: bentangan raksasa berisi gas, debu, dan bintang-bintang,  berada di jantung Galaksi Bimasakti. Jika kalian tinggal di belahan bumi selatan, kalian bisa melihat nebula ini di langit malam tanpa teleskop. Namun, seperti keajaiban alam semesta lainnya, Nebula Carina menjadi tidak bisa dilihat dari kota besar akibat polusi cahaya.

Untunglah para astronom telah membuat teleskop besar untuk bisa melihat lebih dekat objek yang jaraknya bermilyar-milyar kilometer, dan memotret foto seperti foto ini. Foto tersebut  diambil dari teleskop besar di tengah-tengah padang pasir yang luas di Chile, terhindar dari nyala lampu jalan. Telesop tersebut memotret keindahan dan detail-detail Nebula Carina: pilar gelap dari debu membelah awan gas yang berpendar dan gugusan bintang-bintang muda yang bersinar terang.

Fakta Menarik: Pada tahun 2012, ribuan warga kota di penjuru dunia memadamkan lamppu selama satu jam dalam rangka merayakan dan melindungi planet kita. Bahkan para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional ISS juga turut serta. Jika kalian ingin langit malam tetap gelap dan bintang bersinar terang, kunjungi website Dark Skies Awareness dan perhatikan apa yang bisa kalian lakukan.

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

1 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini