CFBDSIR2149, Planet Yang Tersesat Sendirian di Angkasa

“Mencari planet di sekeliling bintang itu seperti mempelajari kunang-kunang yang sedang duduk 1 cm dari lampu mobil di kejauhan yang sedang menyala terang. Sedangkan mempelajari planet mengambang bebas justru seperti mempelajari kunang-kunang secara detil tanpa ada cahaya lampu mobil yang mengganggu”. (Philippe Delorme)

Planet mengambang bebas? Ini adalah planet yang berkelana sendirian di luar angkasa tanpa bintang induk. Mungkinkah planet seperti ini ada? Menurut definisi extrasolar planet, keberadaan planet yang mengembara sendiri ini memang memungkinkan.

Planet pengelana tersebut merupakan obyek mengambang bebas dalam gugus bintang muda dengan massa kurang dari batas massa terjadinya reaksi fusi termonuklir deutrium.  Pada awalnya para astronom masih mendefinisikan obyek ini bukanlah sebuah planet melainkan sub-katai coklat (atau nama lain yang sesuai).

Tapi… ternyata planet pengelana ini memang ada.

Planet Mengambang Bebas

Ilustrasi planet mengambang bebas CFBDSIR J214947.2-040308.9 Kredit: ESO/L. Calçada/P. Delorme/Nick Risinger (skysurvey.org)/R. Saito/VVV Consortium

Pengamatan untuk mencari exoplanet menggunakan Very Large Telescope milik ESO dan Teleskop Canada-France-Hawaii berhasil mengidentifikasi keberadaan planet yang berkelana sendirian tanpa bintang induknya.

Penemuan ini tentu saja menjadi sangat penting dan menggembirakan karena si obyek yang dilihat merupakan kandidat planet mengambang bebas yang bisa diyakini sebagai kandidat planet dan bukan bintang katai coklat. Messkipun kemungkinan itu tetap ada.

Selain itu ia juga berada dekat dengan Tata Surya dalam jarak 100 tahun cahaya.  Jaraknya yang “dekat” dan ketiadaan bintang terang yang dekat dengannya menjadi keuntungan tersendiri karena para astronom bisa mempelajari atmosfer exoplanet baru ini dengan lebih detil. Selain itu keberadaan planet mengambang bebas seperti ini juga memberi gambaran intrumen masa depan yang akan dibangun dan tujuan pencarian planet di sekitar bintang lain.

Planet mengambang bebas merupakan obyek yang berkeliaran sendirian di angkasa tanpa terikat dengan bintang apapun. Sebenarnya contoh keberadaan planet seperti ini pernah ditemukan sebelumnya. Sejumlah kandidat planet mengambang bebas pernah ditemukan semenjak pertama kali dikenal pada tahun 1990. Tapi di tahun 1990, yang ditemukan bukanlah sebuah exoplanet melainkan sebuah katai coklat yang melintas batas massa planet sehingga sulit dipastikan obyek ini sebuah katai coklat si bintang “gagal” ataukah planet.

Penemuan Planet Yatim Piatu
Di tengah era penemuan planet baru, para astronom berhasil menemukan obyek yang diberi nama CFBDSIR2149. Nama ini berasal dari akronim Canada-France Brown Dwarfs Survey (CFBDS) sebuah proyek berburu katai coklat dingin.

CFBDSIR2149 yang baru ditemukan tersebut, diperkirakan merupakan bagian dari aliran bintang muda di dekatnya yang dikenal sebagai kelompok berpindah AB Doradus. Para astronom berhasil menemukan obyek tersebut menggunakan teleskop Canada-France-Hawaii dan VLT milik ESO untuk memeriksa sifat-sifatnya atau propertinya.

Kelompok gerak AB Doradus merupakan kelompok terdekat dari Tata Surya untuk kelompok yang sejenis dan merupakan kelompok 30 bintang yang bergerak bersama melintasi angkasa.  Semua bintang di dalam kelompok gerak AB Doradus terbentuk dari materi yang sama pada saat yang sama. Jika obyek yang baru ditemukan tersebut memiliki hubungan dengan kelompok gerak AB Doradus maka ia merupakan obyek yang masih muda dan sangat memungkinkan bagi para astronom untuk mengetahui lebih banyak cerita dari obyek tersebut. Para astronom bisa mengetahui temperatur, massa dan atmosfer penyusun si obyek CFBDSIR2149.

Analisa statistik dari gerak diri CFBDSIR2149 menunjukkan perubahan sudut posisi di angkasa setiap tahunnya. Dari sinilah diketahui kalau CFBDSIR2149 87% memiliki hubungan dengan Kelompok Bergerak AB Doradus.

CFBDSIR2149 diduga terbuang dari kelompok gerak AB Doradus diperkirakan memiliki massa sekitar 4-7 massa Jupiter dengan temperatur efektif 430º C. Ia juga diperkirakan terbentuk 50 – 120 juta tahun lalu bersama bintang-bintang di AB Doradus. Usianya yang muda dan massanya yang serupa massa planet membuat obyek ini lebih mirip planet nakal yang diusir dari rumahnya setelah dilahirkan dari sisa-sisa bintang muda di Kelompok Bergerak AB Doradus. Dan ia juga “belum” memenuhi kriteria untuk menjadi bintang “gagal” terkecil.

Planet atau Katai Coklat?
Pertanyaan ini tentunya hadir ketika sebuah obyek mengambang bebas ditemukan. Apakah obyek tersebut memang planet ataukah ia hanya bintang gagal terkecil yang melampaui batas minimal sebuah katai coklat yang diketahui selama ini?

CFBDSIR2149 memiliki kedua kemungkinan tersebut. Ia bisa saja terbentuk sebagai planet normal yang kemudian didepak keluar dari rumahnya atau justru ia sebenarnya terbentuk sebagai bintang terkecil atau katai coklat.  Tentunya ini membangkitkan rasa ingin tahu para astronom untuk terus menyelidikinya.
Dan penelitian lanjutan masih akan terus dilakukan untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait CFBDSIR2149 sebagai sebuah planet mengambang bebas. Dan di masa depan, CFBDSIR2149 bisa digunakan sebagai standard untuk memahami exoplanet serupa yang akan ditemukan di masa depan.

Menurut Philippe Delorme dari Institut de planétologie et d’astrophysique de Grenoble, CNRS/Université Joseph Fourier, Prancis, yang memimpin penelitian CFBDSIR2149, ” Keberadaan obyek mengambang bebas sangat penting karena bisa membantu para astronom untuk lebih memahami bagaimana sebuah planet bisa terlontar keluar dari sistemnya atau bagaimana sebuah obyek sangat ringan bisa terbentuk dari proses pembentukan bintang. Jika obyek mungil ini sebuah planet yang terlontar keluar dari sistem, maka ia akan menjadi gambaran sebuah dunia yatim piatu yang berkelana sendirian di luar angkasa yang “sepi”.  

Tapi, sebenarnya diperkirakan obyek seperti ini cukup umum – bisa jadi sebanyak bintang normal bahkan ada astronom yang menduga obyek kecil yang mengambang bebas ini 100 000 kali lipat banyaknya dari bintang di Galaksi kita.

Permasalahan akan muncul kalau ternyata CFBDSIR2149 tidak memiliki hubungan dengan Kelompok Bergerak AB Doradus, karena tentunya akan jadi lebih sulit untuk mengetahui asal mulanya dan semua sifat-sifat. Jika demikian bisa jadi si CFBDSIR2149 justru digolongkan sebagai bintang katai coklat kecil.  Kedua skenario yang ada jelas merepresentasikan pertanyaan penting bagaimana sebuah planet dan bintang terbentuk serta perilaku mereka.

Sumber : ESO

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.