84 Juta Bintang & Masih Banyak Lagi!

Kamera astronomis yang memotret foto pusat Galaksi kita ini bikin kamera yang biasa kita pakai sehari-hari jadi terasa seperti kamera mainan. Saat kalian pergi ke toko untuk membeli kamera baru, kalian akan mendengar percakapan seputar berapa ‘megapiksel’ yang dipunyai si kamera. Angkanya menunjukkan kualitas foto yang akan dihasilkan kamera tersebut.

Kamera digital bisa menghasilkan foto sekitar 10 megapiksel. Namun, sebuah kamera khusus yang dipasang ke sebuah teleskop mampu menghasilkan foto luar biasa ini, yang mengandung 12,000 megapiksel!

84 juta bintang yang dipotret VISTA. kredit: ESO/VVV Consortium Acknowledgement: Ignacio Toledo

Angka menakjubkan ini masih mempunyai kejutan lagi. Dari foto berkualitas super tinggi ini, astronom bisa melihat sekitar 173 juta objek, sekitar 84 juta di antaranya telah dipastikan merupakan bintang. Angka ini lebih dari sepuluh kali banyaknya bintang yang bisa dilihat astronom dari foto-foto pusat Galaksi kita, Bimasakti, sebelum ini.

“Karena data baru ini langsung memberikan potret seluruh bintang, kita bisa mensensus semua bintang yang tinggal di pusat Bimasakti,” kata astronom Dante Minniti. Para astronom telah menemukan sesuatu yang menarik dengan mempelajari foto ini: mereka menemukan bahwa ada banyak sekali bintang dari tipe tertentu, yaitu ‘katai merah redup’. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pemburu planet lantaran bintang-bintang katai merah yang redup merupakan target yang tepat untuk mencari kehidupan di tatasurya lain di tempat yang sangat jauh.

Fakta Menarik: Foto ini sangat besar jika kamu ingin mencetaknya. Kira-kira ukuran fotonya kalau dicetak akan memiliki panjang 9 meter dan tinggi 7 meter.  Akan sangat sulit untuk bisa menggantungnya di dinding untuk dilihat. Cara terbaik untuk melihat foto ini hanya melalui situs web ESO menggunakan alat zuml.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop. Versi Bahasa Indonesia dapat dilihat juga di sini

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.