fbpx
langitselatan
Beranda » Andaikan Bumi Tak Lagi Berputar

Andaikan Bumi Tak Lagi Berputar

Bagaimana Bila Bumi diam? Apakah bisa terjadi bilamana bumi berotasi nya menjadi diam?Bilamana bisa faktor apa sajakah yang bisa membuat seperti begitu,juga apa yang akan terjadi bilamana bumi berotasi nya menjadi diam?.Terima kasih

Adi Kusuma  – Bandung

Bumi. Kredit : NASA

Jawaban sederhananya dalam beberapa milyar tahun ke depan, kemungkinan Bumi akan berhenti berotasi adalah nol atau bisa dikatakan tidak mungkin terjadi Bumi berhenti berputar pada porosnya. Bahkan ketika Matahari mengakhiri hidupnya dan Bumi masih baik-baik saja, ia akan terus berputar .

Ketika Bumi berputar pada porosnya, berlaku kekekalan momentum sudut. Seperti olahragawan seluncur indah yang berputar semakin cepat atau roda yang berputar. Putarannya tidak akan berhenti begitu saja kalau tidak ada yang menghentikan atau ada yg memperlambat. Seperti roda pada sepeda yang berputar cepat untuk dihentikan harus direm perlahan atau direm mendadak. Kalau perlahan efek yang ditimbulkan hampir tidak ada. Tapi kalau mendadak maka akan membuat si pengendara merasakan efeknya. Bisa-bisa dia terjungkal kalau harus menghentikan sepeda secara mendadak. Atau air yang berputar dengan kencang di dalam ember ketika putarannya dihentikan maka air akan tumpah.

Seandainya Bumi bisa berhenti berotasi, apa penyebabnya. Ini dalam kenyataan tidak akan terjadi, tapi ada dua skenario yang memungkinkan. Skenario yang pertama, Bumi mengalami perlambatan rotasi secara perlahan-lahan yang terjadi akibat efek pasang surut Matahari dan planet lainnya.  Tanpa memperhitungkan Bumi akan ditelan Matahari kalau Matahari berevolusi, maka interaksi Bumi – Bulan akan dapat memperlambat rotasi Bumi saat Bulan menjauh dari Bumi sampai keduanya kemudian terkunci secara gravitasi. Pada saat itu Bumi akan berhadapan satu sisi wajahnya dengan Bulan.  Kemudian, kalau kita lihat ke masa depan yang sangat jauh, gaya pasang surut Matahari juga akan menyebabkan Bulan secara perlahan mendekati Bumi, menyebabkan rotasi Bumi dipercepat dan Bulan menabrak Bumi. Keduanya akan bersatu dan rotasi Bumi secara perlahan akan mengalami perlambatan dan terkunci secara gravitasi dengan Matahari.

Sayangnya skenario pertama tersebut tidak akan terjadi karena Matahari akan berevolusi menjadi raksasa merah dan menelan Bumi.

Skenario kedua, Bumi tiba-tiba berhenti berputar karena sesuatu hal misalnya ditabrak oleh sebuah benda. Tapi ini pun tidak akan terjadi, karena tidak ada sesuatu apapun yang cukup besar untuk menabrak Bumi di Tata Surya. Setidaknya untuk beberapa milyar tahun ke depan.

Tapi, seandainya Bumi berhenti berotasi, apa yang terjadi?

Bencana Besar
Sekarang bayangkan, jika sebuah benda seperti Bumi yang memiliki kecepatan rotasi 1,674.4 km/jam di ekuator berhenti secara tiba-tiba. Jika itu terjadi, maka semua benda yang tidak terikat dengan Bumi akan terus berotasi dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya sebagai akibat dari kekekalan momentum.

Seperti sebuah tabrakan maka ketika sebuah benda dipaksa berhenti bergerak kita yang ada di dalamnya akan merasakan akibatnya.  Akibatnya, bagi manusia di Bumi, akan terasa seperti gempa bumi yang sangat dasyat yang menggoncang Bumi dengan tiba-tiba. Dan karena di khatulistiwa kecepatan berputar Bumi itu 460 meter/detik, maka ketika Bumi berhenti tiba-tiba kita akan terlempar jauh meskipun tidak sampai lepas dari Bumi karena kecepatan lepas Bumi jauh lebih besar yakni 40000 km/jam. Semua yang ada di Bumi mulai terlempar ke samping dalam lintasan roket.  Bangunan akan runtuh, lautan akan meluap dalam gelombang pasang yang besar dan akan ada angin atmosfer yang sangat kencang menyapu permukaan.

Semakin jauh dari ekuator ke kutub maka kecepatan rotasi Bumi juga akan melambat. Jadi, semakin kita berada jauh dari ekuator, kecepatannya juga akan makin lambat. Dan kalau kita berada di kutub utara atau selatan maka kita hampir tidak akan merasakan akibat dari berhentinya perputaran Bumi tersebut.

Gempa Bumi
Gelombang seismik akan melintas di seluruh Bumi menyebabkan terjadinya gempa bumi dimana-mana dan bisa menyebabkan Bumi hancur berkeping-keping.

Hari Yang Tak Berakhir
Ketika Bumi berhenti berputar, masalah lain adalah panjang siang dan malam tidak akan sama. Seperti kita ketahui, saat Bumi berputar pada sumbunya maka di Bumi akan terjadi siang dan Malam dan Matahari akan berada pada posisi yang sama di Bumi setiap 24 jam.

Kalau Bumi berhenti, maka butuh waktu 365 hari bagi Matahari untuk bergerak di angkasa dan kembali ke posisi yang sama. (misalnya dari terbitnya Matahari ke waktu terbit berikutnya). Akibatnya, setengah Bumi akan mengalami siang selama setengah tahun dan belahan Bumi lainnya akan mengalami malam selama setengah tahun.

Terpanggang atau Kedinginan?
Tak hanya itu, pergeseran temperatur dari musim ke musim juga akan sangat terasa perbedaannya di sepanjang area ekuator. Daerah khatulistiwa akan memiliki masa dimana ia sangat panas karena berada sangat dekat dengan Matahari sementara belahan Bumi lainnya justru gelap dan sangat dingin karena tidak mendapatkan sinar Matahari. Akibatnya, tumbuhan dan hewan akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dan manusia pun sulit untuk hidup di area seperti itu.

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang bisa beradaptasi. apalagi dengan adanya teknologi mutakhir, kegelapan bisa diatasi dengan lampu, bisa membuat rumah jadi hangat atau dingin, tapi bagaimana dengan kebutuhan makanan dll?

Apakah tumbuhan bisa tumbuh dalam perubahan temperatur yang sedemikian drastis? Pada kondisi ini rantai makanan akan terancam.

Lautan Yang Bergelora
Pada saat Bumi berhenti berputar, batas antara lautan dan daratan juga akan berubah. Ketika Bumi berotasi, gaya sentrifugal akan menyebabkan planet memiliki tonjolan atau bulge di sepanjang ekuator. Jadi, kalau Bumi tidak berotasi maka tidak akan ada tonjolan. Tanpa ada tonjolan maka semua air yang ada di ekuator akan bergerak ke kutub. Hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan ketika Bumi tidak lagi berotasi maka lautan akan berada di area kutub sedangkan area ekuator akan menjadi pita daratan dalam satu benua raksasa.

Ketika Bumi berhenti berputar, lautan akan meluap dan bergeser ke kutub sedangkan area ekuator akan menjadi benua daratan raksasa. Kredit: ESRI

Bumi Bulat Sempurna dan Sumbunya Tidak Miring
Saat Bumi berhenti berputar, kecepatan rotasi menyebabkan Bumi memiliki tonjolan di daerah ekuator. Jika tidak berotasi maka Bumi akan memiliki bentuk bulat sempurna.

____

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS

Pengembara Angkasa

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen, nebeng kapal orang, dan menumpang tidur di rumah singgah antar bintang.

33 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Apakah benar arah perputaran rotasi bumi bisa berbalik arah, mengapa hal tersebutdapat terjadi ?

    • tidak. rotasi Bumi bisa berbalik arah jika ada benda yang sangat besar menabrak Bumi dan membalikkan arah rotasinya seperti halnya di Venus

  • Bisa aja sih Bumi berhenti berputar. Bumi berputar kan karna gaya tarik matahari. Kalo matahari menyusut atau menjadi katai, tentu aja bumi berhenti berputar. Bener gak kak?

  • …(copy)..Kalau Bumi berhenti, maka butuh waktu 365 hari bagi Matahari untuk bergerak di angkasa dan kembali ke posisi yang sama. (misalnya dari terbitnya Matahari ke waktu terbit berikutnya). Akibatnya, setengah Bumi akan mengalami siang selama setengah tahun dan belahan Bumi lainnya akan mengalami malam selama setengah tahun.

    Bukannya Bumi yang mengitari Matahari…???…jangan bikin bingung dong..?? piye to ???

    • memang pada kenyataannya bumi yg mengitari Matahari.

      tp konteks tulisannya sedang berandai2 seandainya bumi berhenti berputar terhadap dirinya sendiri dan kemudian bergerak mengitari matahari sehingga akan terjadi siang dan malam yg sangat panjang.

      • Untuk percobaan peganglah bola (sbg bumi) dg posisi yang tetap (tidak berputar pd porosnya), gerakanlah mengelilingi lampu (sbg matahari) Ingat bola tidak berputar. Tapi mengelilingi lampu. Maka seluruh sisi bola akan mengalami terang (siang) dan gelap (malam) yang sama. Itu yang dimaksud terjadinya siang dan malam tanpa bumi harus berotasi. Jadi siang dan malam terjadi karena revolusi. Satu hari bukan 24 jam lagi. Akan tetapi satu hari setara 365 hari normal.

        • Skedar jawab nih..
          kita sama2 pakai logika aja dah..

          bola tadi kan be”revolusi” mengelilingi matahari, dan yang penting ini seandainya bumi(bola) tidak “berotasi”.

          maka sisi bumi (dalam hal ini adalah bola) yang menghadap matahari (lampu) “akan selalu sama” jadi bakalan tidak ada “pergantian siang dan malam”. karena yang dimaksud 1hari “secara kasar” adalah pergantian siang dan malam maka dalam hal ini tidak akan ada atau bisa dikatakan sulit menentukan bilangan hari. karena disatu sisi permukaan bumi adalah malam, sedangkan disatu sisi lain adalah siang

          • yaudah kan gampang. kalau mau hidup kita harus berada di antara sisi gelap dan sisi terang
            jadi kalau mau tidur pindah ke timur, kalau mau kerja pindah ke barat
            hehehe

      • kl gitu yg nanya juga sedeng donk yah. itu namanya curisosity. jd kami pun disini memberi jawaban apa yg mungkin terjadi seandainya pertanyaan itu benar.

  • Saya mau nanya, Venus kan berotasi dengan arah yang berbeda dengan bumi, apakah itu karena dulunya debu yang membentuknya berputar ke arah barat, atau karena ditabrak sesuatu?

  • Bagaimana dg efek yg terjadi pada cairan magma di perut bumi…? akankah menyembur keluar dlm bentuk letusan2 vulkanik..? lalu…bagaimana dg nilai G / gravitasi berubah juga kah…?
    tx u

    • untuk apa yang terjadi di dalam Bumi mungkin lebih bisa dijelaskan oleh para pakar Geologi. Tapi ini hanya pengandaian yang seandainya terjadi. Dalam kenyataan, hal tersebut tidak akan terjadi.

  • Kalo misalkan planet nibiru atau planet x nabrak bumi yang di perkirakan 2053 gimana? kan besarnya 100 x bumi dan kalaupun meleset pastinya dampaknya juga besar ketarik gravitasinya terus kita keluar orbit seharusnya dari matahari terus……..( jawab sendiri )

  • israk rahmadi : kalau inti bumi berhenti berputar maka akan terjadi aurora di roma amerika india dll dan atsmofir bumi akan menghilang di karenakan ini bumi berhenti berputar.

  • gimana maksudnya ya, “di khatulistiwa kecepatan berputar Bumi itu 460 menit/detik” ? menit/detik?

  • bisa jadi bumi tidak mungkin berhenti berotasi,tapi sangat mungkin kalau bumi berubah arah rotasinya, dan itu termasuk salah satu tanda2 kiamat yaitu ketika matahari terbit dari tempat tenggelamnya (barat)

    • Agar Bumi bisa berubah arah rotasinya maka dibutuhkan kejadian yg sama dnegan untuk Bumi berhenti berotasi. Terjadi tabrakan besar dengan benda langit yang cukup besar yang bisa mengubah arah rotasinya. Dan jawabannya akan sama dengan artikel ini: Tapi ini pun tidak akan terjadi, karena tidak ada sesuatu apapun yang cukup besar untuk menabrak Bumi di Tata Surya. Setidaknya untuk beberapa milyar tahun ke depan.

  • “sejak bumi diciptakan Allah SWT, bumi tdk pernah berputar dan berotasi, matahari dan bulan dan mungkin planet2 lainnya yang berputar/beredar mengelilingi Bumi, ( sumber dari Alqur’an ).
    Bila bumi berputar pada rotasinya jarak terbang dari Indonesia ke Amerika/ke eropa/kebelahan bumi lainnya bisa berubah-rubah”

    “sesungguhnya Alloh menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser…(QS.Fathir:41)

    Berkata Imam Ibnu Jarir :”Supaya jangan bergeser dari tempat keduanya”

    Tafsir Ibnu Katsir : “Supaya keduanya tidak bergerak dari tempatnya.”

    Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)

    Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)

    “rasululloh shollallohu’alaihi wasalam bersabda:’tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?’para sahabat berkata:’Alloh dan rosulnya lebih mengetahui.’beliau bersabda:’sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy,lalu dia bersujud, dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya :’bangunlah!kembalilah seperti semula engkau datang!’ maka dia pun kembali terbit dari tempat terbitnya…”

    • Hmmm.. sya percaya Al-Quran dan saya pecinta Ilmu Pengetahuan…

      Maaf sebelumnya, saya salut jika ada seseorang yg menegakkan kebenaran, tapi kebenaran itu apakah benar?

      saya tidak menyangsikan Al-Quran, tapi saya lebih menyangsikan TAFSIRAN, hmmm….
      Klo saya membaca tafsiran yg lain, maka bukan bergeser, tapi lenyap… 🙂

      Oke, yg kedua, ALLAH sudah menyatakan dalam firman-Nya bahwa bahkan nyamuk bisa dijadikan perumpamaan? 🙂

      Nah, jika kita mau mendalami Al-Quran harus dalami kaedah bahasa Arab… bukan dari Tafsiran…

      Saya berasumsi bahwa Bumi mengelilingi matahari, hal ini tidak akan melemahkan aqidah,tapi malah memperkuat…

      Tidak ada amerika, atau rekayasa propaganda dalam ilmu pengetahuan, yang ada mindset kita yg terlalu keras membenarkan apa yg kita tafsirkan 🙂

      Semua sudah diberi field study, biarkan para Astronomi dan ahli Sains mengembangkan, dan biarkan Ahli Agama membahas lingkup aqidah dan akhlaq, tetapi jadikan Al-Quran sebagai pedoman… bukan menyalahkan Ilmu Pengetahuan….

      Tidakkah kamu sudah membaca surat Ar-Ruum? 🙂

    • Lebih lambat. 460 meter / detik = 1 656 000 meter / jam = 1656 km / jam. Jangan lupa konversinya bukan hanya detik ke jam tp juga meter ke kilometer.

      • si Admin baru nongol, para guest sdh ngobrol satu sama lain berbulan-bulan sebelumnya ?

  • berarti kalo bumi berhenti berputar, akan mengalami peristiwa mirip bulan (tidal locking gravity) terhadap matahari? dimana periode rotasi bumi = periode revolusi nya terhadap matahari?