Selamat Datang di Mars, Curiosity!

Gegap gempita tepukan tangan di dalam ruang kontrol NASA menandai kesuksesan wahana Mars Science Laboratory membawa rover Curiosity menjejakkan kakinya di permukaan Mars.

Inilah pesan dari MSL dan Curiosity mengenai keberhasilannya mendarat di Mars:

Selamat datang di Mars, Curiosity! mungkin itulah sambutan dalam diam yang diberikan planet merah tersebut sesaat setelah Curiosity berhasil melewati teror 7 menit yang dimulai ketika ia memasuki atmosfer Mars dan mulai memperlambat kecepatannya sampai dengan nol agar dapat mendarat dengan selamat.

Dan perjalanan itu tidaklah mudah bagi rover seberat 1 ton itu, rover terbesar yang pernah dikirim ke Mars tersebut. Setelah menempuh perjalanan 36 minggu, turun ke Mars dengan parasut akhirnya ia pun mendarat dengan bantuan SkyCrane di tanah gersang Mars.

Eksplorasi dimulai
MSL yang membawa Curiosity berhasil melewati setiap tahap berbahaya dalam perjalanannya. Ia menandai babak baru perjalanan di Mars untuk meneliti area di Kawah Gale dan mencari jawaban dari pertanyaan yang selalu ada dalam benak manusia. Apakah pernah ada kehidupan di Mars? Dan apakah di masa depan ada kemungkinan Mars untuk menopang kehidupan?

Citra pertama dari Curiosity. Kredit : NASA/JPL

Pendaratan Curiosity dilakukan dengan sukses tanggal 6 Agustus jam 12:32 wib di dekat kaki gunung Aeolis setinggi 4,8 km dan diameter 154,5 km di dalam kawah Gale. Di kawah inilah Curiosity akan melakukan penelitian untuk mencari tahu apakah di masa lalu, area tersebut memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan mikroba.

Tujuh menit teror itu akhirnya menjadi tujuh menit kejayaan ketika Curiosity mengirimkan citra pertamanya setelah ia menjejakkan diri di Mars.  Lebih banyak citra akan dikirimkan dalam beberapa hari ke depan saat rover Curiosity melakukan pengecekan instrumen.

Keberhasilan pendaratan Curiosity dikonfirmasi lewat komunikasi yang dipancarkan oleh orbiter Mars Odyssey dan diterima di Canberra, Australia oleh stasiun antena Deep Space Network milik NASA. Curiosity membawa 10 instrumen untuk melakukan eksplorasi di Mars. Beberapa di antaranya merupakan instrumen jenis baru yang untuk pertama kali digunakan di Mars.  Salah satunya adalah instrumen penembak laser yang akan digunakan untuk menguji komposisi elemen batuan dari jarak jauh. Rover akan menggunakan bor dan sekop di lengannya untuk mengumpulkan tanah dan contoh bagian dalam batuan yang berupa bubuk. Contoh itu kemudian diayak dan dibagi untuk diteliti di dalam intrumen laboratorium analitik di dalam rover.

Untuk membawa semua alat ilmiah inilah rover Curiosity dibuat 2 kali lebih panjang dan 5 kali lebih berat dari Spirit ataupun Opportunity. Dan ia juga menjadi yang paling besar yang dikirim NASA ke Mars. Selain itu, berbeda dari Spirit dan Opportunity yang bahan bakarnya dari sel surya, Curiosity menggunakan radioisotope thermoelectric generator (RTG).  Keuntungannya adalah ia tidak perlu beristirahat ketika tidak ada cahaya Matahari dan dapat bekerja di ketinggian yang tinggi. Karena sumber panas dari RTG adalah peluruhan isotop radioaktif dalam hal ini plutonium-238 dalam bentuk plutonium dioksida. Sangat berbeda dari Spirit dan Opportunity yang akhirnya sangat bergantung pada keberadaan Matahari dan tidak bisa bekerja di area tinggi dimana sinar Matahari sangat kurang. Masa kerja Spirit / Opportunity hanya 4 jam per hari.

MSL ketika akan mendarat yang dipotret oleh MRO. Kredit : NASA

Kawah Gale yang jadi situs pendaratan Curiosity juga berada dalam jangkauan rover tersebut untuk melakukan penelitian pada lapisan bagian dalam gunung di kawah tersebut. Observasi yang dilakukan dari orbit menunjukkan keberadaan tanah liat dan mineral sulfat di lapisan terbawah yang mengindikasikan kalau Mars memiliki sejarah yang basah atau pernah ada cairan.

Update : Beberapa foto terbaru yang dikirim Curiosity:

Citra gunung Sharp atau gunung Aeolis di tengah Kawah Gale yang diambil oleh instrumen Mars Descent Imager instrument atau MARDI. Inilah gunung yang akan didaki Curiosity untuk diteliti lapisan tanahnya. Kredit : NASA/JPL
Pelindung panas saat melepaskan diri dan berada pada jarak 16 meter dari wahana MSL yang dipotret oleh Mars Descent Imager instrument atau MARDI. Kredit : NASA/JPL

Apa misteri yang disimpan Mars? Kita tunggu saja hasil yang dibawa Curiosity dari Kawah Gale selama 1 tahun Mars masa kerjanya untuk mengungkap lebih banyak misteri disana. Karena petualangan baru dimulai…

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

13 thoughts on “Selamat Datang di Mars, Curiosity!

  1. kalau mungkin curiosity mendaki gunung olympus jg deh,jadi pengen ngeliat penampang gunung yang katanya tertinggi di alam semesta itu ! gambarnya keren,salut untuk curiosity !

  2. kenapa photonya hitam putih? untuk yang mempercayai teori konspirasi ada 1 artikel yang menyebutkan bahwa langit dan pasir yang ada di mars tidak semerah apa yang selama ini dibayangkan….. apakah NASA benar menutupi kejadian yang sebenarnya??

  3. Fotografi selalu dilakukan hitam putih, termasuk fotografi yang biasa kita lakukan dengan kamera digital komersial. Cara membuat foto warna adalah dengan mengambil beberapa foto dengan menggunakan filter warna yang berbeda2, lalu menggabungkannya jadi satu. Dalam fotografi digital ini dilakukan oleh chip CCD-nya, dalam fotografi analog ini dilakukan pakai beberapa lapisan emulsi dalam film warna.

    Foto yang diambil Curiosity itu masih mentah makanya hitam-putih. Membuat foto berwarna yang mirip dengan kepekaan mata kita itu gk mudah, karena color balance harus dimainin. Yang suka ngedit foto di photoshop pasti ngerti bahwa menyusun color balance yang akurat itu gk main2. Kalau buat urusan estetika itu hanya persoalan selera, tapi buat urusan ilmiah kita harus paham kepekaan masing2 filter di panjang gelombang yang berbeda, lalu harus ditransform supaya mirip dengan kepekaan mata manusia.

    Teori konspirasi soal pendaratan di Bulan dan Mars itu sudah beredar dari semenjak jaman kuda masih gigit besi dan semuanya ngawur, tidak perlu dianggap serius.

  4. Pada akhirnya jika dibanding dengan planet lain baik dalam sistem tata surya kita maupun milyaran planet pada sistim “tatasurya” lain yang mampu terpantau manusia hingga saat ini. Apakah ada teori astronomi yang meneliti mengapa keberadaan dan kondisi planet bumi dari awal hingga kini seperti “sengaja dibentuk” bukan “terbentuk begitu saja”

    Ibarat manusia menciptakan “kandang” bagi hewan peliharaan kesayangannya

    Banyak planet yang mungkin mililiki riwayat dan sejarah terbentuknya bahkan dengan partikel pembangun yang sejenis dengan planet bumi, namun selanjutnya ada “suatu” kondisi yang membuat bumi menjadi berbeda bahkan seperti “direncanakan bahkan terencana begitu detail” membuat planet bumi memiliki begitu banyak fasilitas mulai dari “mendukung” peluang terjadinya kehidupan lalu “menunjang” kehidupan yang terjadi bahkan pada akhirnya mampu “melindungi” kehidupan yang ada terjadi di planet bumi.

    Apalagi Jika membayangkan keberadaan Sabuk Van Allen (benarkah cuma ada di planet bumi ?) seperti sesuatu yang sengaja diciptakan khusus untuk melindungi isi bumi dari radiasi matahari yang merusak dan mematikan, sebuah tameng energi yang terbentuk (dibentuk ?) dari kekuatan magnet dengan porsi yang tepat bahkan membuat gravitasinyapun mampu menahan dan menjaga atmosfirnya tidak menguap habis seperti yang terjadi di planet Mars.

    Luar biasa, semoga wahana Curiosity dan ilmu astronomi mampu menjadi bukti yang kuat bahwa alam semesta ini memang sangat BIG namun tidak sekonyong-konyong BANG bertaburan seperti sekarung kelereng yang berhamburan.

  5. Good News and Good Job NASA.

    Pertanyaan apakah Luar Ruang Angkasa (outer atmoshpere field) bisa diarungi ?, Jawabnya sudah PASTI bisa, bakhkan itu ditantang dan diperintahkan ( QS : 55.33 ).

    1. Apakah Baju Astronout bisa menahan Paparan langsung laju RAGAM RADIASI KOSMIS DAN MATAHARI ( Trio Radiasi Thermonuklir, alpha beta dan gamma ) yang beton tebal saja ringan ditembusnya, THE BURN RADIATIONS.

    2. Bila Penyelam + Baju Divingnya menyelam melebihi ambang dalam aman ( safety deep level ), oksigen dalam paru-paru,darah dan otak akan menekan keluar dengan hebat dan BOOM !!, tubuh bisa HANCUR karenanya, terlebih tekanan air laut bukan membantu oksigen tetap didalam tubuh tapi justru semakin MEREMASNYA, bagaimana dengan tekanan udara tubuh di angkasa yang hampa udara tapi penuh radiasi itu.

    3. Apakah ada info Coriusity juga membawa sample benih semak Gurun, untuk disebar di MARS.

    TERIMA KASIH.

  6. Ada info kalau teknologi curiosity ini menggunakan teknologi RUSIA, terutama REAKTOR ISOTOPNYA yang konon sangat compact.

    Some body (Ramon) said : Invicible ray can only able to deflect by invicible matter like electromagnetik field.

    May be and Be may.

  7. Melihat Video proses pendaratan di Mars, saya penasaran ingin bertanya Siapakah yg mengambil gambar pendaratan tsb, sehingga kita bisa melihat dengan jelas pesawat yang sedang melakukan pendaratan, seakan-akan ada orang yg mengambil gambar di sekitar lokasi pendaratan. bagaimana hal tersebut bisa dilakukan.

    1. yg mengambil foto pendaratan NASA – Mars Reconnaissance Orbiter dan ketika pelindung panas dilepaskan. MARDI atau Mars Descent Imager instrument di Curiosity juga melakukan pemotretan

  8. untuk Bp. Tri

    Dulu ada berita dari Canada seorang siswa (HSc) pernah berhasil menerbangkan balon yang menenteng Ponsel dengan mode Vidiocall, balon tersebut terbang hingga menyentuh lapisan terluar atmosfir, sebelum balon meledak ponselnya sempat mengambil gambar panorama angkasa, dan itu ada yang beda dengan foto2 angkasa yg selama ini biasa kita lihat.

    Saya juga pernah mencoba lakukan refilter ragam layer warna pada beberapa foto angkasa dan hasilnya tidak seperti yg dibayangkan, justru seperti ada jejak plasma ( berkas cahaya lain ). dan lebih mirip panorama angkasa yg ada di film avatar.

    Tapi apapun itu maju terus NASA.

    terima kasih

  9. Semoga data yang di sampaikan akurat, sehingga pengetahuan kita akan mars semakin bertambah….. maju terus NASA!!!!

Tinggalkan Balasan ke khuzair Batalkan balasan