fbpx
langitselatan
Beranda » Apa Penyebab Kematian Alam Semesta?

Apa Penyebab Kematian Alam Semesta?

Kalau alam semesta bisa tumbuh, lalu skenario apa yg menyebabkan kematiannya? (lukman – serpong)

Bagaimana akhir alam semesta?

Masa depan alam semesta yang mengembang dipercepat boleh dikatakan cukup suram. Milyaran tahun ke depan, pengembangan alam semesta akan demikian cepatnya, galaksi-galaksi terjauh akan menghilang dari pandangan kita karena cahaya mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kita. Lama-kelamaan bahkan galaksi dekat seperti Andromeda pun tak akan bisa kita amati dan makhluk hidup generasi milyaran tahun ke depan akan merasa bahwa alam semesta hanya terdiri atas Galaksi Bima Sakti (atau apapun nama dan wujudnya nanti) saja.

Seratus trilyun tahun ke depan, diperkirakan pembentukan bintang akan berakhir dan yang ada di alam semesta hanyalah bintang-bintang bermassa sangat rendah yang memang berumur sangat panjang, katai coklat, bintang neutron, dan lubang hitam.

Pada akhirnya seluruh materi akan terhisap oleh lubang hitam dan alam semesta akan diisi hanya oleh lubang hitam supermasif. Namun lubang hitam dalam menguap dengan memancarkan radiasi Hawking.

Apabila proton dapat meluruh (apakah proton stabil atau tidak, masih dalam perdebatan), maka pada akhirnya yang tersisa di alam semesta kita ini hanyalah photon, neutrino, elektron, dan positron. Alam semesta sebagian besar sudah tidak ada isinya lagi. Ini terjadi kira-kira 1 Googol tahun ke depan (1 Googol = 10100, 1 diikuti dengan 100 nol di belakang), jadi masih luar biasa lama.

Tidak perlu terlalu khawatir mengenai masa depan suram alam semesta ini, karena kejadian ini masih akan saaaaaannnnnggggaaaaaaaaaattttttt lama setelah kita semua tidak ada lagi di dunia ini. Nikmati dan hargailah masa hidup kita.

Bacaan lain tentang alam semesta:
Kisah Perjalanan Alam Semesta
Menit-menit Awal Alam Semesta

____

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS !

Pengembara Angkasa

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen, nebeng kapal orang, dan menumpang tidur di rumah singgah antar bintang.

22 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

        • alam semesta memang secara umum mengembang, namun karena jarak galaksi andromeda dan bima sakti sedemikian dekat, maka laju pengembangan semesta tidak bisa mengalahkan gaya gravitasi kedua galaksi ini…….akibatnya kedua galaksi ini saling mendekat karena gaya gravitasi keduanya….

  • Bgmn pendapat anda ttg ayat Al qur’an ini..
    “(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (Al Anbiya 104) Tks..

    • jadi pada saat alam semesta terus mengembang. termasuk bumi, bumi nantinya akan memasuki kawasan dimana banyak batu2 luar angkasa termasuk meteor dsb yang antinya bumi akan diserbu atau dihujani oleh meteorit yang banyak, saking kuatnya tabrakan tersebut akibatnya ledakan besar yang ditimbulkan membuat lubang besar dan memicu lahar atau api keluar yang nantinya akan menyeret orang2 kafir, kemudian akibat tabrakan besar itu pula rotasi bumi berhenti kemudian berputar ke arah sebaliknya akibat berhentinya rotrasi mengakibatkan gunung2 di bumi terlempar menggulung spt kertas (bayangkan anda sedang naik motor dengan kecepatan tinggi kemudian anda berhenti mendadak, anda pasti akan terlempar begitu juga dengan bumi yang berotasi dengan kec tinggi dan berlangsung lama tiba2 berheni akibatnya benda2 di perm bumi akan terlempar seprti gunung, bangunan,dsb) karena rotasi berputar ke arah sebaliknya maka matahari pasti akan terlihat seperti terbit dan tenggelam dengan arah yang sebaliknya pula, bagaimana?

    • itu cuma syair yang bermakna luas, yang sengaja di buat agar bisa di terima sepanjang masa,,,, itu sih menurut gw, ga tau menurutmu karena itu keyakinanmu….

  • Yang Tahu apa yang kita pikirkan,atau kita telusuri adalah Yang Punya AWal dan Akhir…

  • Pada akhirnya alam semesta hanya menyisakan materi dalam bentuk lubang hitam, sebab katai coklat, bintang neutron pun akhirnya akan ditelan oleh lubang hitam. Selanjutnya lubang hitam akan saling memakan satu sama lain, ruang dan waktu semrawut saling berlipat…..Apakah setelah itu akan terjadi Big Bank ……?

  • Ada pengajian di solo yg banyak membahas masalah astronomi, sangat menarik dan logis, misalnya ttg planet yg ke X korelasinya dgn surah an Najm dan saturnus yg berkaitan dgn surah
    Mursalat ayat 30.

    • terimakasih infonya. tapi kami hanya membahas sains dari sisi ilmiah dan tidak mencampuradukkannya dengan agama dan keyakinan manapun

  • Ah, maaf, saya mau nanya, membaca komentar paling atas tadi, saya jadi penasaran. Apakah bila galaksi Bimasakti dan Andromeda bertabrakan, maka bagaimana nasib bintang-bintang dan planet-planet di kedua galaksi tersebut? Apakah akan terlontar, terhisap ke tengah atau bagaimana. Dan bagaimana nasib bumi sendiri? Apakah karena besarnya ruang tabrakan, itu berarti kita manusia di bumi tidak akan terlalu merasakan akibatnya?
    Terima kasih 🙂

    • ya semua ini memang hanya teori bukan hal yang riil, jadi pendapat bisa berbeda-beda.

    • mas/mbak, saya juga muslim, pencari cinta Allah.
      Allah sudah “meletakkan” ditangan kita, tinggal kita mengais teka-teki yang Allah sebarkan ke setiap penjuru alam semesta. itulah indahnya hidup yg diberikanNya dengan segala dinamikanya.
      Bukan “meletakkan” kembali ke “tangan” Allah. atau istilah populernya menyerah begitu saja.
      saya menghargai kerja keras para astronomi yang lebih “islami” atau lebih “agamis” dari kita yang awam n dhaif ini karena kurang berusaha sekuat tenaga.. wallahualam..

    • dan bayangkan jika anak anda lagi ujian di sekolah dan soalnya tentang alam semesta …
      kemudian jawabannya “hanya Alloh SWT yang tahu”

      apakah anda bisa bayangkan berapa nilai yang akan dia dapatkan …
      sebaiknya anda bisa dapat memposisikan komentar anda dari sudut pandang agama dan jg dari sudut pandang sains pada tempatnya … 🙂