fbpx
langitselatan
Beranda » Laba-Laba Luar Angkasa yang Tumbuh Besar

Laba-Laba Luar Angkasa yang Tumbuh Besar

Jangan kuatir kalau kamu fobia laba-laba. Tenang saja, di sini aman! Sebab foto daerah pembentukan bintang yang dinamai Nebula Tarantula ini tidak lagi menampakkan garis-garis terang gas yang biasanya terlihat seperti kaki laba-laba!

Nebula Tarantula yang dipotret teleskop Chandra. kredit : X-ray: NASA/CXC/PSU/L.Townsley et al.; Infrared: NASA/JPL/PSU/L.Townsley et al.

Foto ini justru memperlihatkan pemandangan tak biasa dari si Nebula Tarantula. Para astronom mengkombinasikan hasil dari observasi dua teleskop untuk menciptakan foto ini. Bagian yang berwarna biru dipotret oleh Teleskop Sinar-X Chandra, yang menunjukkan radiasi sinar-X yang bersumber dari gas yang amat panas; sedangkan bagian yang berwarna oranye di sekelilingnya dipotret dengan menggunakan Spitzer Space Telescope dan menampakkan gas yang lebih dingin.

Ukuran Nebula Tarantula itu sendiri sudah besar — cahaya yang bisa menempuh 300.000 km dalam waktu 1 detik saja membutuhkan waktu 650 tahun untuk menyeberangi nebula ini — sekarang bahkan bertambah besar lagi! Para astronom mempunyai dua teori mengenai penyebab Tarantula luar angkasa ini bisa tumbuh besar. Sebagian astronom berpendapat ledakan gas panas lah (bagian yang berwarna biru di foto) yang menyebabkannya membesar, sedangkan astronom lain berteori radiasi dari bintang-bintang bermassa besar lah yang menyebabkan gas di dalam nebula mengembang. Untuk mencari tahu tentang ini, para astronom perlu melihat Nebula Tarantula dengan lebih seksama.

Ketika nanti para astronom mengamati Nebula Tarantula lagi, mereka tidak mencari bukti untuk membenarkan teori masing-masing. Yang mereka lakukan hanyalah mengamati dan membiarkan hasil pengamatan yang akan berbicara, meskipun bisa jadi hasil pengamatan nanti menunjukkan kalau teori mereka selama ini salah.

Fakta menarik : Nebula Tarantula berisi bintang yang massanya paling besar yang pernah diketahui, yaitu 300 kali massa Matahari!

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • maaf mbak mo nanya… apakah masa planet itu berubah atau tetap sama. jika masa planet berkurang atau bertambah bagaimana dengan orbitnya apakah tetap atau berubah dan apakah bisa di hubungkan dengan hukum thermodinamika pertama.
    “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)” maafmbak newbie… Hihi