Pemburu Bintang Yang Hilang

Seperti halnya tim Indiana Jones, para astronom juga menjelajah galaksi untuk mencari harta karun batu permata. Tapi permata yang dicari para astronom jauh lebih spektakuler dari permata yang dicari Indiana Jones. Permata yang dicari astronom adalah sekumpulan bintang yang mempesona siapapun yang melihatnya.

Gugus Terbuka yang ditemukan dengan teleskop VISTA. Kredit : ESO/J. Borissova

Sebagian besar bintang yang beratnya lebih dari setengah berat Matahari, bintang terdekat dari Bumi lahir di sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Gugus Terbuka.  Bayi bintang lahir di tempat yang sangat berdebu sehingga membuat Gugus Terbuka tempat ia dilahirkan sulit untuk dilihat oleh banyak teleskop. Debu yang ada di depan gugus membuat bintang – bintang yang baru lahir itu jadi tampak 10.000 – 100.000.000 kali lebih redup.

Tapi dengan menggunakan teleskop baru bernama VISTA, Profesor Kurtev dan astronom lainnya berhasil menemukan 96 Gugus Terbuka baru di galaksi Bima Sakti yang sebelumnya tersembunyi dari pandangan para astronom. Sebagian kecil dari permata-permata itu tampak pada foto yang yang ada di atas.

Gugus Terbuka tempat bintang-bintang baru ini biasanya memiliki beberapa ribu bintang, tapi sebagian besar gugus terbuka yang baru ditemukan itu hanya memiliki 10-20 bintang di setiap gugus. Inilah pertama kalinya ada banyak Gugus Terbuka yang kecil dan redup seperti ini bisa ditemukan sekaligus.

Fakta Menarik : Hanya ada 2500 Gugus Terbuka yang telah ditemukan di Bima Sakti, tapi astronom meyakini masih ada 30000 gugus lagi yang menanti untuk ditemukan! Akankah kamu menjadi Indiana Jones muda yang akan menemukan permata yang hilang?

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.