fbpx
langitselatan
Beranda » Mencari Bintangmu di Langit

Mencari Bintangmu di Langit

Pada hari Minggu, 30 Agustus yang lalu, komunitas langitselatan mendapat undangan untuk ikut acara diskusi bertema ‘Mencari Bintangmu di Langit’, yang diselenggarakan oleh komunitas goodreads Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Acara yang diselenggarakan di kantor LAPAN Jakarta, ditujukan untuk memberi wawasa keantariksaan kontemporer dan perkembangannya yang terkini di Indonesia, sekaligus mendorong tumbuh kembangnya pembelajaran astronomi, formal maupun informal.

Talk show mencari bintangmu di langit. kredit : Nggieng
Talk show mencari bintangmu di langit. kredit : Nggieng

Sebagai pembicara, dihadirkan tiga orang dari berbagai kalangan untuk memberi sudut pandang yang berbeda, yaitu bapak Agustinus Gunawan Admiranto, penulis buku astronomi di Indonesia, Marianna Rajawane, dari “Surya Institute”, dan nggieng (penulis) mewakili komunitas langitselatan; serta dipandu oleh Jimmy Simanungkalit dari goodreads Indonesia.

Peserta acara talk show dari sekolah-sekolah di Jakarta. Kredit : nggieng
Peserta acara talk show dari sekolah-sekolah di Jakarta. Kredit : nggieng

Acara yang dihadiri oleh lebih dari seratusan siswa SMP & SMA, serta komunitas-komunitas yang ada di masyarakat, seperti HAAJ (Himpunan Mahasiswa Astronomi Amatir Jakarta), Fosca, FPA, dan kafe-di-tepi-semesta, berlangsung hangat dan meriah.

Diawali penjelasan perkembangan teknologi roket di Indonesia oleh pejabat dari LAPAN, dilanjutkan pemutaran film tentang penjelajahan antariksa dan puncaknya adalah diskusi ringan, santai tetapi menarik perhatian. Menarik bahwa keingintahuan anak-anak pada astronomi begitu besar, mulai dari pertanyaan tentang ‘tepi’ alam semesta muncul, sampaikan kepada ‘sampah antariksa’, kenapa tidak ada pelajaran astronomi secara khusus di sekolah? Sampai pada persoalan situasi terkini studi ‘ekstra solar planet’.

DIskusi yang dilakukan sembari menanti waktu berbuka puasa, tentulah sangat singkat untuk menuntaskan dahaga keingintahuan anak-anak tersebut, tetapi merekalah generasi penerus bangsa Indonesia, perlu bantuan semua pihak dalam pemberian pemahaman, pembelajaran dan dukungan yang memadahi, sehingga meeka bisa menggapai cita-citanya, untuk menemukan ‘bintangnya di langit’.

Avatar photo

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini