fbpx
langitselatan
Beranda » Gerhana Matahari Total 1 Agustus 2008

Gerhana Matahari Total 1 Agustus 2008

Apabila dulu Anda jatuh tertidur saat guru IPA Anda menerangkan peristiwa gerhana, kejadiannya seperti begini: Bulan berputar mengelilingi Bumi, sementara Bumi berputar mengelilingi Matahari dengan membawa Bulan.

Pada pergerakan ini, ada saat-saat ketika Bulan berada dalam satu garis lurus di antara Bumi dan Matahari dan menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bumi. Peristiwa ini disebut Gerhana Matahari. Apabila Bulan persis berada di sisi gelap Bumi, ia dapat jatuh ke bayangan Bumi dan menghasilkan apa yang disebut Gerhana Bulan. Namun artikel ini akan membicarakan Gerhana Matahari.

Posisi Bulan relatif terhadap Bumi dan Matahari saat terjadinya Gerhana Matahari (Wikipedia).

Jarak Bumi menuju Matahari kurang lebih 400 kali jarak Bumi-Bulan, ukuran Matahari relatif terhadap Bulan juga memiliki perbandingan yang kurang lebih sama. Garis tengah Matahari kurang lebih 400 kali garis tengah Bulan. Dengan demikian, apabila dilihat dari Bumi, ukuran kedua benda langit tersebut berukuran hampir sama sehingga piringan Matahari dapat benar-benar tertutup oleh Bulan dan langit menjadi benar-benar gelap. Peristiwa ini disebut Gerhana Matahari Total. Pada gambar di atas, kita dapat melihat bahwa daerah di Bumi yang mengalami Gerhana Matahari Total adalah daerah bayangan Bulan yang disebut Umbra.

Apabila kita menonton bioskop dan orang yang duduk persis di depan kita menghalangi pandangan kita ke layar, dengan sedikit menggeser kepala kita ke kiri, kanan, atau sedikit mendongak ke atas maka kita dapat melihat layar tanpa terhalang kepala penonton di depan. Hal yang sama juga berlaku dengan gerhana matahari. Karena jarak Bumi-Bulan jauh lebih kecil daripada jarak Bumi-Matahari, maka pada prinsipnya kita dapat sedikit “mengintip” Matahari yang terhalangi Bulan dengan cara menggeser sedikit posisi kita. Pada gambar di atas, daerah yang ditandai dengan Penumbra adalah di mana kita dapat melihat sedikit porsi Matahari yang terhalangi Bulan. Daerah ini melihat apa yang dinamakan Gerhana Matahari Sebagian. Perbedaan penampakan antara Gerhana Matahari Sebagian dengan Gerhana Matahari Total dapat dilihat pada dua gambar di bawah ini.

Mosaik foto ini menggambarkan urut-urutan peristiwa terjadinya Gerhana Matahari Sebagian. Foto diambil oleh Fred Espenak saat mengamati Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal 30-31 Juli 2000 (www.MrEclipse.com). Klik untuk melihat versi yang lebih besar.
Urut-urutan peristiwa terjadinya Gerhana Matahari Total. Fred Espenak memotret Gerhana ini di Libya pada saat terjadi Gerhana Matahari Total pada tanggal 29 Maret 2006 (www.MrEclipse.com). Klik untuk melihat versi yang lebih besar.
Karena Bulan bergerak mengitari Bumi, maka bayangan Bulan bergerak menyapu daerah yang disebut jalur totalitas (www.MrEclipse.com).

Menurut perhitungan, kira-kira setiap tahun dapat terjadi 1 atau 2 kali Gerhana Matahari Total, namun tidak semua bagian Bumi yang mengalami siang hari dapat melihat Gerhana Matahari.

Saat gerhana, kita lihat bahwa daerah penumbra yang mengalami gerhana sebagian mencakup kurang lebih setengah bagian permukaan Bumi yang mengalami siang hari, sementara daerah umbra bahkan lebih kecil lagi! Selagi Bulan menutupi Matahari, ia juga bergerak mengelilingi Bumi. Oleh karena itu lokasi jatuhnya umbra terus berpindah membentuk suatu jalur di permukaan Bumi yang disebut jalur totalitas. Jalur ini sempit sekali dan hanya mencakup kurang dari 1% luas permukaan Bumi. Untuk dapat melihat Gerhana Matahari Total kita harus berada di dalam jalur totalitas ini. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja warga Bumi yang memperoleh anugerah untuk dapat melihat Gerhana Matahari Total.

Mulainya gerhana matahari ditandai dengan kontak pertama, yaitu saat piringan Bulan pertama kali memasuki piringan Matahari (gambar paling kiri pada foto urut-urutan Gerhana Matahari), dan diakhiri dengan saat kontak terakhir yaitu saat piringan Bulan terakhir kali meninggalkan piringan Matahari (gambar paling kanan pada foto yang sama). Perjalanan Bulan menutupi Matahari ini berlangsung kira-kira 2 jam, namun saat paling dramatis adalah momen yang disebut totalitas, yaitu saat ketika Matahari benar-benar tertutup oleh Bulan dan langit yang awalnya siang menjadi gelap namun tidak segelap malam. Momen totalitas ini berlangsung sangat singkat yaitu hanya beberapa menit saja, namun merupakan salah satu momen paling menakjubkan yang dapat dilihat seorang anak manusia.

Usaha masyarakat kuno untuk menjelaskan peristiwa gerhana matahari tergambar dalam mitologi mereka. Masyarakat Cina kuno menggambarkan peristiwa ini sebagai naga langit yang hendak memakan matahari. Oleh karena itu, pada masa lalu masyarakat menabuh gong dan benda-benda keras lainnya untuk menakut-nakuti naga tersebut dan berhenti memakan Matahari. Tentu saja aksi ini selalu sukses dan naga tersebut melarikan diri dan matahari kembali bersinar. Bahkan di abad 19, angkatan laut Cina menembakkan meriam ke udara untuk mengusir naga tersebut.

Karena saya tidak pernah melihat Gerhana Matahari Total, untuk dapat menggambarkan perasaan saat melihat Gerhana Total, saya mengutip beberapa paragraf dari buku Totality: Eclipses of the Sun (Mark Littmann, Ken Willcox and Fred Espenak). Fred Espenak adalah astronom yang bekerja di Goddard Space Flight Center milik NASA dan terkenal melalui perhitungannya dalam memprediksi gerhana. Ia juga aktif memburu gerhana dan dikenal sebagai “Mr. Eclipse.”

Gerhana di atas Zambia, Afrika, 21 Juni 2001. Foto oleh Fred Espenak (www.MrEclipse.com).

Kontak pertama. Sedikit cuilan muncul di bagian barat Matahari. Mata kita tidak mendeteksi adanya perubahan sinar matahari. Tiada apapun selain cuil tersebut yang menjadi pratanda tentang sesuatu yang luar biasa. Namun ketika cuilan kecil tersebut berkembang menjadi cungkilan besar di muka Matahari, antisipasi semakin menggelora. Hari ini bukanlah hari yang biasa.

Namun segalanya berjalan lambat sekitar setengah jam pertama, hingga saat ketika matahari tertutup lebih dari setengahnya. Kini, awalnya perlahan, namun kemudian semakin cepat, hal-hal luar biasa mulai terjadi. Langit masih gelap, namun warna birunya semakin pudar. Di tanah sekitar sekitar kita, cahaya semakin meredup.

Seiring berjalannya menit, lajunya semakin cepat. Seperempat jam menuju totalitas, langit bagian barat menjadi lebih gelap daripada bagian timur. Bayangan bulan semakin mendekat. Meskipun Anda tidak pernah melihat Gerhana Matahari Total sebelumnya, Anda tahu bahwa sesuatu yang luar biasa akan terjadi, sedang terjadi saat ini–dan ini adalah sesuatu yang di luar pengalaman manusia normal.

Kurang dari lima belas menit menuju totalitas. Matahari menjadi sabit yang semakin mengecil, masih bersinar terang, namun birunya langit berubah menjadi biru keabuan atau nila. Gelapnya langit semakin melingkupi Matahari. Matahari tidak lagi menyinari langit.

Lima menit menuju totalitas. Kegelapan di daerah barat semakin terlihat dan semakin kuat, suatu kegelapan tak berwujud bergerak naik dan menyebar sepanjang horizon barat. Pembangunannya bagaikan gerakan badai, namun dalam keheningan tanpa adanya gemuruh guntur. Kini kegelapan mulai mengapung di atas horizon, menyingkapkan senja kuning atau oranye di bawahnya. Anda sudah melihat menembus bayangan sempit Bulan dan melihat sinar matahari di luar bayangan tersebut.

Percepatan peristiwa semakin meningkat. Matahari yang berbentuk sabit kini bersinar putih keperakan, bagaikan api sinar las. Gelapnya langit semakin mendekati Matahari, semakin cepat, dan mengepungnya.

Menit-menit berubah menjadi detik. Sinar Matahari memecah menjadi titik-titik individu sinar putih yang menyilaukan–Ini adalah Bulir-bulir Baily yaitu berkas-berkas sinar Matahari yang bersinar melalui lembah-lembah Bulan yang terdalam. Di arah yang berlawanan dari sabit Matahari, sebuah siluet bundar terlihat. Ini adalah tepi piringan Bulan, dibingkai oleh cahaya yang menciptakan halo di sekitar Matahari yang semakin gelap. Korona Matahari–bagian paling menyentak dan tak terduga dari sebuah gerhana total–mulai nampak.

Hampir seketika, sabit Matahari yang teramat tipis memecah menjadi rangkaian bulir-bulir dan lengkung-lengkung pendek yang bersinar dan menghilang cepat secara bergantian. Dan kini, hanya ada satu bulir, bersinar seperti berlian dalam cincin.

Namun sinar terangnya dengan cepat menghilang bagaikan dijatuhkan ke dalam jurang.

Totalitas!

Gerhana Matahari Total.

Di tempat di mana Matahari berada kini terdapat sebuah piringan hitam di langit, dikitari oleh sinar putih dari korona, terangnya kurang lebih sama dengan terangnya sinar Bulan purnama.

Anda sedang berdiri di bawah bayang-bayang Bulan.

Bila melihat pemandangan sekitar menuju horizon di segala arah, Anda dapat melihat ke luar daerah bayang-bayang Bulan ke daerah yang tidak mengalami Gerhana total, nampak senjakala berwarna oranye dan kuning. Dari cahaya yang nampak di balik kegelapan yang mengungkungi Anda muncul suatu perasaan bahwa waktu adalah sesuatu terbatas.

Cakrawala kemudian memberi tanda bahwa totalitas mendekati akhir. Cakrawala barat semakin terang sementara kegelapan di timur semakin dalam dan menurun ke arah cakrawala.

Tiba-tiba totalitas berakhir! Bulir terang Matahari muncul. Permata surgawi ini dengan cepat bertumbuh menjadi rangkaian permata yang bergabung membentuk sabit Matahari yang kembali muncul. Bayangan gelap Bulan diam-diam bergerak meninggalkan Anda dan memburu ke arah Timur.

Pada titik ini serta-merta Anda bertanya, “Yang berikutnya kapan?”

Daerah-daerah yang akan mengalami gerhana sebagian dan gerhana total. Gerhana total tahun ini sebagian besar hanya akan terlihat di daerah-daerah yang tidak berpenghuni (Fred Espenak, eclipse.gsfc.nasa.gov).

Gerhana Matahari pada tahun ini akan terjadi para hari Jumat, 1 Agustus 2008. Sebagaimana sering terjadi, gerhana kali ini berwatak antisosial karena sebagian besar dari jalur totalitasnya menyapu daerah-daerah yang jarang dihuni manusia (lihat gambar di samping), dan berada di daerah sekitar Kutub Utara dan Siberia yang sebagian besar tertutup awan. Hanya pada saat jalur totalitas tersebut bergerak ke arah selatan, menuju Mongolia dan Cina, harapan untuk melihat gerhana tersebut di bawah cuaca cerah semakin meningkat.

Jalur totalitas akan dimulai dari daerah Nunavut di Kanada bagian utara dan akan melewati Grise Fiord (populasi: 150), salah satu kota paling utara di Kanada. Bayangan bulan kemudian akan menyeberangi Tanah Hijau menuju Rusia, melewati Pulau Svalbard, Tanah Franz Josef, dan Pulau Novaya Zemlya. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 10:21:07 Waktu Greenwich. Ini adalah saat ketika sumbu dari umbra Bulan melewati titik paling dekat ke pusat Bumi dan ini adalah saat ketika durasi gerhana mencapai waktu paling lama. Puncak gerhana akan terjadi di dekat kota Nadym, berlangsung selama 2 menit 27 detik.

Jalur umbra dan penumbra gerhana matahari tanggal 1 Agustus 2008 (Fred Espenak dan Jay Anderson, eclipse.gsfc.nasa.gov). Klik pada peta untuk memperbesar.

Umbra bulan akan terus bergerak di atas Siberia utara–suatu daerah kosong dan tidak ada kota besar, sebelum akhirnya mencapai Novosibirsk yang merupakan kota ketiga terbesar di Rusia (populasi: 1.4 juta). Durasi totalitas gerhana di atas kota tersebut adalah 2 menit 18 detik.

Selanjutnya umbra bulan akan bergerak ke arah perbatasan Russia-Kazakhstan-Mongolia-Cina, bergerak di atas Pegunungan Altai, dan berakhir di kota Xi’an di mana pasukan tanah liat yang menjadi penanda kuburan Kaisar Qin Shi Huang menjadi batas paling selatan dari jalur totalitas. Naga pemakan Matahari telah kembali ke Cina!

Penduduk yang tinggal di Indonesia, sayangnya, tidak dapat melihat gerhana total maupun sebagian kali ini, karena gerhana dimulai justru pada saat matahari sudah terbenam di Indonesia. Namun, warga Indonesia yang berada di negara lain dapat melihat peta di samping untuk melihat apakah lokasinya dilewati gerhana sebagian atau tidak. Persentasi gerhana yang dapat dilihat ditandai oleh garis-garis hijau, semakin jauh dari jalur totalitas berarti semakin kecil porsi gerhananya. Pembaca yang tertarik untuk mengamati gerhana diminta untuk memperhatikan keamanan dan kesehatan mata pada saat pengamatan. Pada saat totalitas, kita boleh melihatnya dengan mata telanjang, namun sangat tidak disarankan untuk mengamati dengan mata telanjang proses terjadinya gerhana!

Avatar photo

Tri L. Astraatmadja

Astronom, bekerja sebagai peneliti postdoktoral di Space Telescope Science Institute (STScI), di kota Baltimore, Maryland, Amerika Serikat.

18 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini