Star Party 7777, Selayang Pandang

7 Juli 2007, tanggal yang untuk sementara orang dipercaya membawa keberuntungan. Buktinya, pada tanggal ini, banyaaak sekali kegiatan-kegiatan masyarakat, contoh paling gampang, di mana-mana, ada saja kondangan. Buktinya lagi, kalau pada tanggal tersebut keliling Bandung, pastilah terjadi macet, dan umbul2 dapat ditemui di setiap tikungan jalan (sedikit hiperbola nih, tapi memang hampir seperti itu kenyatannya). LoL.

Demikian juga dengan teman-teman dari langit-selatan. Mungkin hanya sekedar kebetulan, teman-teman dari langit-selatan, bekerja sama dengan Hotel Mitra melakukan kegiatan Star Party di tanggal tersebut. Tapi pada kali ini, kami tidak bercerita tentang hoki-hoki-an. Ini tentang star party. Kalau pertanyaannya, kenapa tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 jam 7 malam? (a.k.a 7777)? Gampang aja, kan di sekitar tanggal tersebut sedang libur sekolah, jadi harapannya adik-adik yang masih sekolah berkesempatan untuk datang dan menikmati keindahan langit malam, dari kota Bandung (Hotel Mitra). Ini liputannya.

Kenapa adik-adik? Kenapa bukan kakak-kakak? Ya sebetulnya siapa saja yang berminat untuk ikut, silahkan saja, toh pemberitahuannya juga sudah lama ada. Intinya adalah, event star-party ini adalah, memperkenalkan satu bentuk wisata yang baru, yaitu wisata langit; sambil pembelajaran tentang ilmu pengetahuan alam astronomi. Wisata ilmiah sambil mengisi liburan sekolah? Yang lebih dewasa membuka wawasan tentang alam semesta, yang lebih muda mendapatkan pembelajaran, yang mungkin kalau di ruang kelas hanyalah sekedar teori dari buku; jadi alangkah lebih menarik jika melihat dengan mata kepala sendiri, yang ini Jupiter, yang itu Venus. Menyenangkan bukan?

Kalau meninjau judulnya, 7777 (alias tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 jam 7 malam), seharusnya acara dimulai teng jam 7 malam, tapi masih jam 6, sudah ada rombongan keluarga yang berduyun-duyun, penasaran ingin mengamat. Hwaduh, panitia saja belum siap; tapi heyy .. kegembiraan baru saja akan dimulai ..

suasana pengamatan di Roof Top Star Party. kredit foto nggieng
suasana pengamatan di Roof Top Star Party sambil belajar menggunakan teleskop. kredit foto nggieng
persiapan acara

Dan, teng .. jam 7, kurang lebih (Waktu Indonesia Bagian) .. dengan pengaturan ruang terbuka lengkap dengan cafe, maka kegiatan Star Party terasa nyaman, baik sebagai wisata maupun sebagai pendidikan untuk publik. Ada area untuk teleskop, ada area untuk acara putar film dan bincang-bincang, dan ada cafe. Tapi, keramaian dan antusiasme bukan berarti tanpa kendala, dan kendala terbesar itu sendiri pun adalah .. langit berawan!!! *keluh* .. Ironi ya? Padahal acara-nya star party, alias beramai-ramai meneropong bintang, tapi, langitnya sedang tidak bersahabat; jadi apa yang mau dilihat? Okey, mungkin langit tidak bisa segera dilihat langsung, tapi ternyata adik-adik kecil yang datang berkunjung itu, antusias sekali untuk belajar menggunakan teleskop dan mengintip semua yang bisa diintip.

pengamatan di atap hotel Mitra.

Yang membuat pesta menjadi lebih menarik adalah … banyak wartawan datang!!! Halooo?? Kita kan sedang tidak membuat ‘pers confrence’? Ternyata .. waduh sampai kewalahan menjawab pertanyaan dan keingintahuan para wartawan, sampai bikin polusi cahaya .. duohh ..

cahaya lampu yang menyoroti area pengamatan

, padahal kan yang namanya pesta langit itu enaknya kalau gelap2an, jadi maklum ya kalau foto-foto-nya pada ajaib, karena memang mengambil gambar dalam (hitam) gelap (malam, ku berdiri melawan sepi .. pakai lagu-nya Anggun – Mimpi…) dan seyogya-nya tidak menggunakan lampu blitz. Okey, mungkin pada akhirnya para wartawan itu nyadar, dan suasana kembali redup. Menarik juga melihat wartawan itu sebegitu penasarannya dengan kegiatan menggunakan teleskop, sampai-sampai kamera video digunakan untuk merekam langsung dari teleskop.

adi dan reporter

Dan tidak hanya karena wartawan, ternyata teman-teman penggemar astronomi dari luar Bandung pun berdatangan, mungkin pada saat itu yang datang hanya teman-teman dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, (mana teman-teman dari Jogja dan lain-lain?). Tapi, bukan jumlah yang bicara, tapi kebersamaan, keramaian dan kegembiraan. The more the merrier, mungkin begitu kata orang Inggris. Kembali ke laptop, beneran pake laptop koq, karena kegiatan alternatif itu dilakukan dengan laptop pada acara bincang-bincang. Karena langit berawan gelap pekat, apakah kemudian kegiatan Star Party harus bubar? Sepertinya tidak tuh, masih banyak yang berkerumun disekitar teleskop, atau sekedar nongkrong di cafe.

Pengunjung acara star party

Yang menarik adalah, ternyata banyak juga yang melibatkan diri dalam acara putar film dan bincang-bincang. Bincang-bincang yang menarik, karena materi yang dibahas itu luas sekali, dari lubang hitam (hiii), planet di luar Bumi yang bisa menjadi tempat hidup, dan semakin malam semakin horor karena membahas tentang ‘global warming’, alamak .. . Dan bukan hanya itu, minat orang-orang untuk sekedar mengenal teleskop itu masih saja ada, hmm .. ternyata memang belajar astronomi itu seharusnya mengasyikkan, hanya saja, tidak banyak yang berkesempatan untuk mempelajarinya.


Tidak terasa, waktu berlalu, semakin malam, panitia juga mulai kelelahan, , tapi pada saat sudah mulai kelelahan itu, ternyata .. langit mulai sedikit lebih cerah dan sebagian bintang-bintang mulai tampak!! Wah, kenapa tidak dari sore ya?? Ya sudah, begitulah, kita tidak pernah bisa melawan alam, tapi dengan munculnya sebagian bintang-bintang, semangat mengamati langit pun dimulai lagi.

Kendati hanya sedikit yang bisa diperoleh, tapi ada kegembiraan ketika teman-teman bisa memperlihatkan pada pengunjung yang masih ada, seperti apa tampaknya Jupiter (yang memang satu-satunya tampak jelas malam itu). Paling tidak, saya sendiri menyempatkan untuk memotret Skorpio, walaupun dibanjiri oleh polusi cahaya lampu kota, tapi paling tidak ada yang bisa dibawa pulang.

Dan, setiap kegiatan selalu ada akhirnya, Star Party pun demikian, mungkin dari segi pengamatan astronomi, tidak banyak; tapi pengalaman berjumpa dengan masyarakat awam yang penasaran dengan astronomi, bertemu teman-teman komunitas yang jauh di luar kota; sepertinya menarik untuk membicarakan bagaimana perkembangan kegiatan astronomi untuk masyarakat di masa mendatang, dan saya ada ‘feeling’, bahwa bakal banyak kegiatan-kegiatan seperti ini terjadi di masa yang tidak terlalu jauh kedepan. Kembali ke kegiatan astronomi-nya, sebetulnya, astronomi itu tidak jauh dari meng-apresiasi cahaya. Bintang memancarkan cahaya, planet-planet memantulkan cahaya. Jadi, kalaupun langit tidak meneruskan cahaya nun jauh karena terhalang awan, kenapa tidak melukis cahaya sendiri?

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

9 thoughts on “Star Party 7777, Selayang Pandang

  1. Aduh, nyesel gak bisa ikut ngumpul2 di Mitra SP. Maaf buat sel. panitia (Anton dkk.) rencana mau ngikut terpaksa batal abis lg repot nyiapin pendaftaran anak2 sekolah..
    Kapan2 kalu ada lg tlg masih diberi kabar..
    Hmm, mungkin nanti ya Star Party tgl 18-19 agt 07 moga2 tidak ada halangan…
    Sukses.. semoga lebih sering lg kegiatan2 spt ini..

    Salam,
    Mutoha (JAC)

  2. pasti Pak, n diharapkan pas bulan agustus nanti dari JAC bisa ikut gabung biar bisa sekalian gathering bareng2.. selama ini khan kita pada taunya dari dunia maya aja..

    vivi

  3. Waaaa … padahal pengen mengunjungi Hotel Mitra. Ketemu Zaid pula. Tapi apa daya, ada kondyangan pada waktu yang tepat sama, 07-07-07, jam 7 malem. Padahal NIM-ku kan 97007 dan nomor registrasiku 97100007 hahahahaha … (nggak nyambuuuuuung!)

  4. Selamat buat panitia, acaranya menarik!!! Next time bikinnya di luar kota Bandung aja, supaya bintang terlihat lebih terang. Kemarin kebetulan aku mengunjungi camping ground Sari Ater, wah… bagus banget langitnya di malam hari. Bisa tuh tahun depan kerjasamanya dengan hotel Sari Ater, bikin astro camp. Tapi… jangan mahal-mahal ya!!!

  5. ide bagus bu.. ntar qt coba ke sana. ada masukan juga dr tmen.. coba di dago atas, daerah skitar valley.. ktnya sih dia punya kontak. ntar pasti saya undang lg, pastinya acaranya lebih menarik dan murah.. hehe..

  6. Selamat & Sukses acaranya, mudah2an di lain waktu bisa di buat lebih rame dan seru yg seperti ini. Semoga lain waktu saya bisa ikut meramaikan acaranya.

    Awal langkah yg baik untuk ke depannya….

  7. tanggal 7 bulan 7 tahun 07
    “Dimana kau bintang? Di balik awan, ataukah langit malam menyembunyikan indahmu? Kubayangkan kau berlari kecil menyambut malam, tapi malam ini langit tak sudi meminjamkan indahmu pada mata-mata kami.”

    “Dimana kau bulan? Di langit malam ini, tak kau tinggalkan jejak kecil untuk kami disini. Hanya kulihat sinar lampu-lampu kota dari sini. Dan kurindukan sinar agungmu mewarnai kelopak-kelopak yang tak lelah menunggu dari tadi.”

  8. Yach,acaranya sedikit terganggu karena mendung yg gak beranjak pergi sampai pukul 10an…Tapi tetap berkesan kok,overall…Sukses buat Langit Selatan…

Tulis komentar dan diskusi...