Materi Kelam Membekukan Bintang
By ivie • Jul 3rd, 2008 • Category: BintangBintang-bintang yang lahir saat alam semesta dini atau yang juga dikenal sebagai bintang Populasi III merupakan bintang yang hidupnya singkat atau bisa dikatakan mati muda.
Bintang-bintang yang lahir saat alam semesta dini atau yang juga dikenal sebagai bintang Populasi III merupakan bintang yang hidupnya singkat atau bisa dikatakan mati muda.
Hukum alam di alam semesta ternyata sama saja dengan yang ada di Bumi. Hasil penelitian menunjukan, angka perbandingan prtoton -elektron, hampir sama di Galaksi yang jaraknya 6 milyar tahun cahaya dengan yang ada di laboratorium di Bumi, yakni medekati 1836.15
Bagaimana sebuah lubang hitam raksasa makan? Ternyata pola makan lubang hitam terbesar bisa jadi sama saja dengan lubang hitam yang kecil. Tak percaya? Inilah data terbaru dari Chandra X-ray Observatory milik NASA dan teleskop landas bumi.
Selama beberapa dekade astronom telah dibutakan oleh penampakan Bimasakti. Kok bisa? Bimasakti tidaklah tampak seperti apa yang kita bayangkan dan digambarkan selama ini. Tak bisa disalahkan karena kita tinggal di dalamnya, dan tak pernah keluar untuk melihat bagaimana bentuknya.
Materi yang hilang di alam semesta berhasil ditemukan oleh tim peneliti dari Jerman dan Belanda menggunakan satelit sinar X milik Eropa, XMM-Newton. Wah bagaimana caranya?
Bintang di langit tak selamanya akan hidup. Ia juga akan menjadi tua dan mati. Tapi ada bintang yang dipaksa mati sebelum waktunya. Kok bisa? Bintang itu adalah mereka yang berani berdekatan dengan lubang hitam masif.
Teori mengklaim kalau galaksi katai paling baik dijelaskan dengan perubahan gravitasinya. Analisis gerak bintang dalam 6 galaksi kecil menunjukan kalau gravitasinya bisa jadi lebih kuat dari gravitasi di Bimasakti.
Bintang deret utama kelas B umumnya langka dijumpai. Bintang-bintang ini diyakini sebagai “bintang pelarian” yang terlontar dari bidang Galaksi usai terbentuk. Tahun 2005, 2 bintang dengan kecepatan sangat tinggi (hyper velocity star atau HVS) berhasil ditemukan. Meskipun demikian fenomena HVS ini masih mengundang pertanyaan: dari manakah asal-usulnya?