Herschel Mengungkap Bayi Bintang di Bima Sakti ( Dan Bukan Bayi Matahari di Tata Surya)

Beberapa hari terakhir ini, langitselatan mendapat beberapa pertanyaan senada tentang Matahari. Di antaranya adalah, apakah benar ada bayi Matahari ? benarkah bayi itu akan jadi kembaran Matahari di Tata Surya? benarkah Bumi akan punya dua Matahari?

Planck Menyingkap Alam Semesta

Bagaimana alam semesta memulai hidupnya setelah dentuman besar? Mungkin itu pertanyaan yang sering kali muncul dalam benak. Berbagai teori memang sudah dikemukakan namun apa yang sesungguhnya terjadi dan apa bukti observasinya, inilah yang terus dicari.

Menggali Catatan Sejarah Bima Sakti

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Durham mengungkapkan asal muasal bintang purba di alam semesta. Menurut hasil penelitian mereka tersebut, bintang-bintang purba tersebut berasal dari sisa-sisa galaksi kecil yang terkoyak saat terjadi tabrakan galaksi 5 milyar tahun lalu.

Lubang Hitam Tetangga Yang Lemah

Selama lebih dari 10 tahun Chandra X-ray Observatory milik NASA telah berulang kali melakukan pengamatan pada galaksi Andromeda. Dan kalau digabungkan, pengamatan tersebut sudah hampir mencapai 1 juta detik.

Penemuan Area Baru Kelahiran Bintang

Area baru tempat kelahiran bintang-bintang ditemukan? apa istimewanya? dan apa dampaknya bagi penelitian galaksi Bimasakti? simak penjelasannya.

Kesabaran 16 Tahun Berbuah Monster di Jantung Bima Sakti

Kesabaran selama 16 tahun mengamati pusat Galaksi berbuah sudah. Tim astronom dari Jerman ini berhasil memperlihatkan kondisi paling detil yang pernah ada dari area di sekitar jantung galaksi Bima Sakti - area dari monster menakutkan si lubang hitam supermasif.

Bintang Cepheid Ternyata Tidak Runtuh

Bintang variabel Cepheid selama ini kita kenal sebagai lilin penentu jarak dalam astronomi. Tahun 1784, John Goodricke untuk pertama kalinya menemukan bahwa bintang delta Cepheid berubah cahayanya secara berkala.

Massa Minimum Galaksi Jadi Titik Terang Mengenal Materi Kelam

Analisis cahaya dari sebuah galaksi redup yang mengorbit Bima Sakti, para peneliti dari UC Irvine berhasil menemukan massa minimum galaksi di alam semesta yakni hanya 10 juta kali massa Matahari.