| User | Post |
|
10:26 am June 29, 2009
| Everose
| | Jakarta, Bandung | |
| New Member | posts 2 |
|
|
Hi guys,
Ada yg tau gak tempat jualan hardcase buat teleskop celestron astromaster 90EQ??? pengen banget niih biar gak cacat teleskopnya hiks..baru beli soalnya hihihi. Tolong ya guys infonya. Thanks
|
|
|
4:20 am June 30, 2009
| jeffteng
| | | |
| Moderator
| posts 83 |
|
|
hi everose, sekedar usul :
coba cari hardcase travelling buat stik golf, mungkin ada yg muat (tinggal tambah busa/padding sendiri). Tp harganya mungkin mahal jg.
Alternative lain –cari kenalan yg hobi main air soft gun, mungkin bbrp tipe hard case utk senapan dpt dipakai untuk teleskop ini.
|
|
|
1:07 pm August 29, 2009
| Fadhilah
| | | |
| New Member | posts 22 |
|
|
Permisi…
Mau nanya, saya beli teleskop dengan spesifikasi:
Diameter 60mm
Panjang 700mm
Eyepiece 20mm, 12.5mm, 9mm, 4mm
Barlow 3x
Max Magnifikasi 525x
+Finderscope 6x 25mm
Harganya sih 1 jutaan, kira-kira bisa ngeliat apa jika saya ada di bandung?
|
|
|
12:19 am August 30, 2009
| jeffteng
| | | |
| Moderator
| posts 83 |
|
|
hi Fadhilah,
kalau berada di tengah2 Bandung (yg kena polusi cahaya), mungkin agak susah untuk melihat galaksi2 dan nebula yg cenderung redup. Tapi, pengamatan galaski / nebula dpt dicoba pd saat fasa bulan baru, atau dgn mengamati dari tempat yg bebas dari polusi cahaya.
Di daerah rasi Sagitarius (misalnya), bbrp obyek dpt dilihat dgn teleskop ini:
- M8 (obyek Messier nomor 8, yg dikenal sbg Lagoon Nebula)
- bbrp globular cluster di sekitar, dll
Nanti menjelang akhir dan awal tahun, Orion nebula (M42) akan muncul dan dpt dinikmati dgn teleskop ini.
Obyek2 tersebut akan terlihat seperti kabut/awan tipis yg mudah dibedakan dari bintang2 di medan pandang sekitarnya. Coba gunakan eyepiece 20mm dan 12.5mm untuk medan pandang yg paling luas.
Benda langit yg lain yg dapat terlihat adalah, planet Jupiter (dgn 4 bulannya), Saturnus dan cincinnya, dan tentu saja Bulan. Untuk pengamatan Jupiter, coba amati dgn eyepiece 9mm anda (maksimum 4mm). Sangat tidak dianjurkan untuk mencoba maksimum magnifikasi yg ditulis (525x) karena obyek akan terlihat buram dan pecah (tidak tajam), secara ideal pembesaran maksimum teleskop anda adalah sekitar 120-130x.
Bbrp bintang ganda yg indah jg dapat dinikmati, contohnya adalah Albireo yg terletak di "kepala angsa" rasi bintang Cygnus.
happy gazing,
Jeff
|
|
|
2:27 pm September 1, 2009
| Fadhilah
| | | |
| New Member | posts 22 |
|
|
Terima Kasih untuk infonya Jeff…
Tapi pas di coba sy menemukan kendala, Lensa Objektif saya lembab & meninggalkan bercak-bercak, serta debu yang membandel dikedua sisi muka lensa. Dugaan sy mungkin gara-gara kelamaan di simpen di toko & gak keperhatiin.
pertanyaan sy:
- Bagaimana mengeringkan lembab & menghilangkan bercak-bercaknya?
- Bagaimana membersihkan debu yang membandel tadi?
- Dan bagaimana mencegah agar kedua hal di atas tidak terjadi lagi. Apakah tempat penyimpanan teleskop berpengaruh?
- Bagaimana cara merawat teleskop yg benar.
Soalnya Kamis malem mo dipake rame-rame ama temen SMP nih…
|
|
|
2:24 pm September 2, 2009
| jeffteng
| | | |
| Moderator
| posts 83 |
|
|
Sama2 Fadhilah, semoga membantu =).
Untuk kondisi teleskop, moga2 itu cuma bercak2 debu yg bisa dihilangkan dengan ditiup. Kelembaban dpt membahayakan lensa dimana jamur dapat tumbuh di lensa dan susah untuk dihilangkan. Kalau jamurnya sudah banyak dan "menempel" permanen di lensa, biasanya sudah tdk ada harapan lain kecuali lensa digerus ulang.
- Bagaimana mengeringkan lembab & menghilangkan bercak-bercaknya?
Coba bawa keluar teleskopnya dan jemur di bawah sinar matahari langsung (lensa terkena sinar matahari, copot eyepiecenya dan jangan sekali2 "ngintip" matahari via teleskop tanpa menggunakan filter pelindung karena dpt merusak mata). Biasanya sinar matahari dpt membunuh jamurnya (meskipun tidak menjamin 100%).
- Bagaimana membersihkan debu yang membandel tadi?
Coba tiup dgn menggunakan blower kamera spt ini: http://www.beanos.com/~tsoutij…..dust01.jpg . Bisa jg dengan meniup sambil membersihkan dengan kuas pembersih lensa kamera secara perlahan2.
- Dan bagaimana mencegah agar kedua hal di atas tidak terjadi lagi. Apakah tempat penyimpanan teleskop berpengaruh?
Penyimpanan dpt mempengaruhi teleskop, terutama di Indonesia yg kelembabannya cukup tinggi. Biasanya pemilik teleskop/kamera menyimpan teleskopnya di kotak yg kondisi kelembaban di dalamnya dpt diatur (menggunakan dry-box). Ada Dry-box elektronik, dan ada juga yg cukup dengan menggunakan silica gel (yg akan menyerap kadar air di udara). Silica gel yg sudah jenuh (berubah warna merah jambu) dpt dipanaskan di oven untuk menguapkan kadar air, lalu dipakai lagi.
- Bagaimana cara merawat teleskop yg benar.
* Menutup lensa teleskop apabila sedang tidak dipakai (mengurangi debu)
* Kalau debunya cuma sedikit, biarkan saja. Terlalu sering membersihkan bisa merusak teleskop (faktor lecet, dll).
* Kalau bisa teleskop punya tempat penyimpanan yg kering
* Berhati2 ketika mengangkat/memindahkan teleskop, karena guncangan yg besar dpt mempengaruhi kolimasi (collimation).
dll.
|
|
|
4:32 am October 22, 2009
| egoz
| | | |
| New Member | posts 5 |
|
|
Numpang nanya juga doooong.
Saya mempunyai kesukaan terpendam atas astronomi. Sehingga walaupun ini bukan bidang yang saya pilih sewaktu kuliah sekarang, saya diam-diam mempelajari konstelasi, tidur di bawah bintang, mengutak-ngatik Stellarium dan Celestia, walaupun akhirnya menemukan bahwa besarnya angkasa begitu menyebalkan.
Saya ingin melihat langit dengan lebih serius, dan memutuskan untuk membeli teleskop dengan tabungan saya. Budget saya 4.5 juta, dan kemauan gerak saya untuk membeli teleskop tersebut kira-kira sepanjang Jakarta-Bandung. Kalau apa yang ingin saya lihat dengan teleskop bisa diprioritaskan, kira-kira seperti ini:
- Bulan yang berlubang dan berwarna abu-abu. Untuk memastikan dengan mata sendiri bahwa bulan tidak terbuat dari keju.
- Nebula-nebula (galaksi Andromeda doang jg gpp sih). Untuk ngerasain bagaimana retina diterpa foton-foton yang berusia 2.2 juta tahun.
- Cincin Saturnus. Gosipnya sih bagus.
- Bulan-bulan Jupiter. Untuk ngerasain apa yang dirasakan Galileo.
Jadi, saya membaca-baca artikel tentang bagaimana memilih teleskop yang bagus, baik dari blog langit selatan maupun blog diluar sana, dan mengerti sedikit tentang jargon-jargon baru seperti apperture, collimation dan kawan-kawan. Kemudian, saya browsing-browsing teleskop di toko-toko online, dan menemukan bahwa harga teleskop disini lebih mahal dari toko online luar. Akhirnya saya capek dan berpikir untuk membeli Celestron AstroMaster 130EQ yang berharga 369$ atau 3.7 juta.
Nah akhirnya sampai deh ke pertanyaan saya: Apakah teleskop yang saya sebutkan itu tepat buat budget, tujuan, dan kemampuan saya? Jika iya, apakah harganya sudah cukup murah? Jika tidak, bantuin dong ngasih tau teleskop yang tepat : D.
Sekian, terima kasih, mohon bantuannya, dan maaf kalo panjang. Saya terlalu banyak waktu luang akhir-akhir ini : P.
|
|
|
4:12 am October 23, 2009
| jeffteng
| | | |
| Moderator
| posts 83 |
|
|
Hi Mas/Mbak egoz, nanti akan lebih menyebalkan ketika mulai (secara manual) mencari obyek2 redup spt galaksi, nebula, dst (tapi dijamin seru, apalagi kalau udah ketemu =)).
Untuk harga teleskop, memang saya lihat harga teleskop di Indonesia juga jauh lebih mahal dibanding luar negeri (spt Amerika misalnya), pdhal bbrp memang sama2 impor dari China, mungkin karena pajak di Indonesia lebih aduhai ya?
Untuk ke 4 tujuan yg diinginkan, reflektor 5 inchi ini akan mencukupi semuanya. Lebih bagus lagi kalau aksesorisnya ditambah dengan Barlow lens (2x atau 3x perbesaran) karena teleskop ini mampu mendorong perbesaran sampai kira2 250x atau bahkan lebih pada kondisi langit yg bagus (disini saya memakai teori para amatir dgn 50x perbesaran per satu inchi aperture). Perbesaran yg lebih tinggi akan membuat pengamatan bulan, planet dan bintang ganda lebih dpt dinikmati.
Teleskop ini memiliki focal ratio f/5 (termasuk kategori "cepat" / fast telescope), hal sangat cocok untuk perburuan obyek2 spt galaksi, nebula, dan gugus bintang yg berukuran besar karena medan pandang yg tersedia cukup besar (dengan menggunakan magnifikasi yg kecil).
jeff
ps: btw untuk tujuan nomor 3, sekarang2 ini Saturnus akan dpt dilihat pada dini hari menjelang pagi. Cincinnya tidak akan terlihat jelas karena baru2 ini ujung cincinnya menghadap ke arah bumi (fenomena yg dinamakan "ring plane crossing"). Harap jgn kecewa dulu karena fenomena langka ini hanya terjadi kira2 15 tahun sekali, berikutnya adalah 23 Maret 2025.
Jujur saja, saya takjub sekali ketika pertama kali melihat cincin Saturnus via teleskop teman saya, jadinya anda harus bersabar hehehe
|
|
|
5:02 am October 23, 2009
| egoz
| | | |
| New Member | posts 5 |
|
|
Makasih, baiklah saya beli itu minggu depan!
Baru nemu situs ini, dan mikir kenapa ga langsung dipake aja : D
|
|
|
8:48 am October 23, 2009
| jeffteng
| | | |
| Moderator
| posts 83 |
|
|
sama2 mas egoz, hehehe ada sertifikatnya segala =).
|
|