<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>langitselatan.com</title>
	<atom:link href="http://langitselatan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langitselatan.com</link>
	<description>media astronomi indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 03:03:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jejak Puing &#8211; Puing Tabrakan Asteroid</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 17:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[awan oort]]></category>
		<category><![CDATA[komet]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk kuiper]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3385</guid>
		<description><![CDATA[Tanda X misterius berhasil dilihat oleh teleskop Hubble. Tanda X ini terbentuk dari debu yang tampaknya merupakan sisa tabrakan dua asteroid.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanda X misterius berhasil dilihat oleh teleskop Hubble. Tanda X ini terbentuk dari debu yang tampaknya merupakan sisa tabrakan dua asteroid. <span id="more-3385"></span>Sejak dahulu area disekitar sabuk asteroid memang sudah diduga merupakan daerah yang diisi oleh berbagai kejadian tabrakan asteroid. Namun tabrakan asteroid itu sendiri belum pernah terlihat. Sampai saat ketika Hubble mengenali jejak tanda X tersebut.</p>
<div id="attachment_3384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 504px"><img class="size-full wp-image-3384   " title="leadkomet" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadkomet.jpg" alt="" width="494" height="200" /><p class="wp-caption-text">Asteroid serupa komet P/2010 A2. Kredit :NASA, ESA, &amp; D. Jewitt (University of California, Los Angeles).</p></div>
<p>Asteroid memang tak sebesar planet, namun jangan salah tabrakan antar dua asteroid merupakan tabrakan energetik yang berkekuatan tinggi. Tabrakan yang terjadi memiliki kecepatan rata-rata lebih dari 17702 km per jam atau setidaknya lima kali lebih cepat dari peluru senapan. Tabrakan kedua beda angkasa tersebut tetap saja menimbulkan kehancuran dasyat yang menyisakan serpihan debu.</p>
<p>Lantas asteroid apakah yang mengalami tabrakan itu?</p>
<p><strong>Inti Komet P/2010 A2</strong><br />
Dalam penglihatannya, Hubble berhasil memotret obyek yang mirip komet dan dikenal dengan nama P/2010 A2 yang ternyata ditemukan oleh program survei langit Lincoln Near-Earth Asteroid Research, atau LINEAR pada tanggal 6 Januari.  Dalam citra yang diambil Hubble pada tanggal 25 dan 29 Januari, tampak pola X yang kompleks dari struktur filamen di dekat inti.</p>
<p>Apa yang dilihat Hubble memang agak berbeda dari selubung debu halus yang ada di komet pada umumnya. Filamen yang dilihat Hubble ini terdiri dari debu dan kerikil yang agaknya baru saja terlepas dari inti. Sebagian di antaranya tersapu oleh tekanan radiasi sinar Matahari dan membentuk lintasan debu yang lurus. Di dalam filamen tersebut juga terdapat gumpalan debu yang terbentuk dari bagian yang sangat kecil dari obyek induknya.</p>
<p>Hubble dalam penglihatannya juga menunjukan keberadaan inti P/2010 A2 yang berada di luar halo debunya. Inti tersebut diperkirakan memiliki diameter 460 kaki (0,14km). Yang menarik, kondisi seperti ini tak pernah terlihat sebelumnya pada obyek serupa komet.<br />
<strong><br />
Tabrakan  Asteroid</strong><br />
Pada umumnya, komet berasal dari waduk es di Sabuk Kuiper atau awan Oort akan masuk ke bagian dalam Tata Surya. Saat ia mendekati Matahari, komet akan menjadi hangat dan es di dekat permukaan akan menguap serta melontarkan materi dari inti komet yang padat melalui jet (letupan berkecepatan tinggi).</p>
<p>Namun tampaknya komet P/2010 A2 memiliki asal yang berbeda. Komet tersebut mengorbit pada area yang hangat di bagian dalam  sabuk asteroid yang tetangganya adalah obyek batuan kering yang tidak memiliki materi yang mudah menguap. Dengan demikian, kemungkinan yang muncul untuk dapat menjelaskan ekor puing-puing yang dilihat Hubble berasal dari tabrakan dua benda dan bukan dari es yang menguap dari si komet.</p>
<p>Jika interpretasi ini benar maka yang terjadi adalah ada dua obyek asteroid tak dikenal yang mengalami tabrakan dan menyisakan puing-puing. Puing tersebut kemudian tersapu menjadi ekor yang terlihat di area teradinya tabrakan sebagai akibat dari tekanan sinar Matahari.  Dalam tabrakan ini, into P/2010 A2 bisa jadi merupakan sisa komet yang selamat. Tabrakan ini dikenali sebagai tabrakan berkecepatan hiper.<br />
<strong><br />
Filamen Yang Berbeda</strong><br />
Citra yang diambil Hubble juga menunjukan perbedaan pada penampakan filamen komet P/2010 A2 jika dibandingkan dengan citra komet lainnya yang sudah diambil Hubble. Dan tentunya kondisi ini sesuai untuk kondisi komet yang memiliki proses yang berbeda. Selain itu, asal mula tabrakan juga memiliki kecocokan dengan ketiadaan gas dalam spektrum yang terekam dengan teleskop landas Bumi.</p>
<p>Sabuk asteroid memiliki bukti yang berlimpah dari tabrakan yang terjadi di masa lalu yang sudah menghancurkan obyek awal yang akan membentuk planet menjadi serpihan-serpihan kecil. Dan apa yang terlihat menunjukkan kalau orbit P/2010 A2 juga cocok dengan asteroid yang ada di keluarga asteroid Flora yang terbentuk dari pecahan akibat tabrakan lebih dari 100 juta tahun lalu.</p>
<p>Salah satu pecahan tabrakan di masa lalu itu bahkan diperkirakan sudah menghantam Bumi 65 juta tahun lalu dan memicu terjadinya pemusnahan massal yang menghapus keberadaan dinosaurus di Bumi.</p>
<p>Walaupun ada banyak bukti tabrakan di sabuk asteroid, sampai saat ini belum pernah terlihat secara langsung terjadinya tabrakan antar asteroid.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : NASA</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/04/kemungkinan-tabrakan-di-mars-menipis/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kemungkinan Tabrakan di Mars Menipis" >Kemungkinan Tabrakan di Mars Menipis</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Untuk mendapatkan akurasi  tabrakan antara asteroid 2007 WD5 dan Mars, semenjak tanggal 29 desember ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/04/tata-surya-memantul-dinosaurus-pun-punah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tata Surya Memantul, Dinosaurus Pun Punah" >Tata Surya Memantul, Dinosaurus Pun Punah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Bumi bergerak mengelilingi pusat massanya yang berada dekat Matahari. Dan Matahari bersama seluruh...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/12/09/hujan-meteor-geminid-di-penghujung-tahun-2009/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hujan Meteor Geminid di Penghujung Tahun 2009" >Hujan Meteor Geminid di Penghujung Tahun 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Di penghujung tahun 2009, di tengah guyuran hujan yang turun hampir setiap harinya, kita akan mendap...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/10/11/kalkulasi-ulang-jejak-asteroid-apophis/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kalkulasi Ulang Jejak Asteroid Apophis" >Kalkulasi Ulang Jejak Asteroid Apophis</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/04/17/nasa-mengungkap-nasib-apophis-dan-bumi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi" >NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F02%2F06%2Fjejak-puing-puing-tabrakan-asteroid%2F&amp;linkname=Jejak%20Puing%20%26%238211%3B%20Puing%20Tabrakan%20Asteroid"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Close Up Wajah Pluto</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/05/close-up-wajah-pluto/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/05/close-up-wajah-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nggieng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>
		<category><![CDATA[pluto]]></category>
		<category><![CDATA[Teleskop Hubble]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3378</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak ditemukan di tahun 1930, belum pernah ada pengamatan yang bisa memberikan gambaran wajah yang detil tentang Pluto. Kendati Pluto adalah obyek yang menarik, bahkan sampai menjadi topik perdebatan akan definisi Pluto di tahun 2006; tetapi Pluto tetaplah sulit untuk di amati dan direkam detilnya, karena kecil dan jauhnya.
Tetapi, Hubble Space Telescope (HST), telah mengubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak ditemukan di tahun 1930, belum pernah ada pengamatan yang bisa memberikan gambaran wajah yang detil tentang Pluto. Kendati Pluto adalah obyek yang menarik, bahkan sampai menjadi topik perdebatan akan definisi Pluto di tahun 2006; tetapi Pluto tetaplah sulit untuk di amati dan direkam detilnya, karena kecil dan jauhnya.<span id="more-3378"></span></p>
<p>Tetapi, <em>Hubble Space Telescope</em> (HST), telah mengubah itu semua. Dengan pengamatan yang telah dilakukan semenjak tahun 1994, sampai dengan citra terkini yang diambil antara tahun 2002-2003, maka diperoleh gambaran yang lebih detil dari Pluto, dibandingkan pengamatan-pengamatan yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Hasil ini pun masih jauh dari detil, karena tantangannya seperti merekam detil sebuah bola sepak dari jarak 60 km.</p>
<div id="attachment_3379" class="wp-caption aligncenter" style="width: 566px"><img class="size-full wp-image-3379 " title="leadpluto2010" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadpluto2010.jpg" alt="" width="556" height="225" /><p class="wp-caption-text">Perubahan wajah Pluto yang dilihat Teleskop Hubble. Kredit : Hubble</p></div>
<p>Walaupun citra dari HST belum cukup detil untuk bisa merekam adanya kawah dan gunung, itupun kalau memang ada, tetapi dari perekaman yang dilakukan HST menunjukkan adanya dunia yang bervariasi akan warna, dari putih, oranye-gelap sampai dengan coklat kegelapan. Warna-warna tersebut dipercaya akibat radiasi ungu-ultra dari Matahari yang berada di kejauhan, memecah metan yang ada pada permukaan Pluto, menyebabkan adanya residu berwarna coklat kegelapan yang kaya akan karbon.</p>
<p>Kecerlangan Pluto juga berubah, wilayah kutub di utara yang cerlang dan belahan selatan yang gelap dan kemerahan. Musim panas mendekati kutub utara Pluto menyebabkan es mencair dan mengalami pembekuan pada wilayah yang lebih gelap akibat terbayangi pada planet tersebut. HST telah menunjukkan bahwa Pluto bukanlah hanya sebuah bola es dan batu, tetapi sebuah dunia yang mempunyai perubahan atmosfer yang dramatis.</p>
<p>Perubahan musim disebabkan oleh karena orbit Pluto yang eliptis sepanjang 248 tahun dengan sumbu yang miring. Musimnya menjadi tidak simetri karena orbit eliptis Pluto. Transisi musim semi menuju musim panas di kutub cepat terjadi pada belahan utara, karena Pluto bergerak sangat cepat sepanjang orbit ketika bergerak mengitari Matahari pada arah mendekat.</p>
<p>Pengamatan landas Bumi antara tahun 1988 sampai 2002 memperlihatkan massa atmosfer mengalami pelipatgandaan sepanjang waktu yang diduga akibat pemanasan dan sublimasi es nitrogen. Gambaran dari HST tersebut memberikan pemahaman akan musim yang terjadi di Pluto dan nasib atmosfernya.</p>
<p>Gambaran HST ini adalah yang terdetil pada saat ini, paling tidak sampai wahana <em>New Horizon</em> akan terbang melintas Pluto dan akan merekam citra yang lebih detil lagi, dan memberi gambaran lebih baik tentang apa yang terjadi di permukaan Pluto, dan itu masih menunggu sampai dengan 2015 yang akan datang.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : Hubblesite</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mengamati Bintang di Siang Hari" >Mengamati Bintang di Siang Hari</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">"Kakak, kenapa Pluto nggak jadi planet lagi?". Itulah salah satu pertanyaan yang muncul di antara pe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/14/lagi-tentang-definisi-planet/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lagi Tentang Definisi Planet" >Lagi Tentang Definisi Planet</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kelihatannya masih banyak yang tidak puas dengan definisi planet yang  dihasilkan dalam sidang umum ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/17/eris-menggeser-pluto-dalam-ukuran-dan-massa/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Eris menggeser Pluto dalam ukuran dan massa" >Eris menggeser Pluto dalam ukuran dan massa</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Masa Pluto menjadi objek terbesar dalam jajaran objek Sabuk Kuiper ataupun dalam jajaran Planet Kata...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/12/plutoid-klasifikasi-baru-untuk-pluto-dan-eris/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Plutoid Klasifikasi Baru Untuk Pluto dan Eris" >Plutoid Klasifikasi Baru Untuk Pluto dan Eris</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/07/16/makemake-penghuni-baru-planet-katai/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Makemake Penghuni Baru Planet Katai" >Makemake Penghuni Baru Planet Katai</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F02%2F05%2Fclose-up-wajah-pluto%2F&amp;linkname=Close%20Up%20Wajah%20Pluto"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/05/close-up-wajah-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamati Bintang di Siang Hari</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 11:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[St Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3358</guid>
		<description><![CDATA["Kakak, kenapa Pluto nggak jadi planet lagi?". Itulah salah satu pertanyaan yang muncul di antara pertanyaan-pertanyaan lainnya saat tim langitselatan memberikan penjelasan tentang Tata Surya kepada siswa siswi TK St. Yusuf.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kakak, kenapa Pluto nggak jadi planet lagi?&#8221;. Itulah salah satu pertanyaan yang muncul di antara pertanyaan-pertanyaan lainnya saat tim langitselatan memberikan penjelasan tentang Tata Surya kepada 51 siswa siswi TK St. Yusuf. <span id="more-3358"></span></p>
<p>Acara pagi ini dimulai dengan pengenalan singkat Tata Surya dan dilanjutkan dengan Penjelajahan Tata Surya melalui tayangan planetarium dari piranti lunak Celestia. Di sini siswa diajak untuk mengenali planet-planet di Tata Surya dan pergerakannya.  Acara kemudian dilanjutkan dengan pengamatan Matahari menggunakan teleskop yang sudah diberi filter dan kacamata Matahari.  Dengan menggunakan dua alat berbeda, siswa diharapkan dapat melihat juga perbedaan &#8220;skala&#8221; dari obyek yang diamati.</p>
<p>Rona kegembiraan dan celetukan pertanyaan serta kekaguman mewarnai acara pagi itu. Meskipun awan sempat menutupi Matahari dan membuat 8 siswi yang belum menikmati pengamatan Matahari dilanda kekecewaan sesaat, akhirnya sang Surya menampakkan wajahnya kembali dan semua siswa TK St Yusuf bisa sama-sama mengenal wajah Matahari yang telah menyinari bumi tempat tinggal mereka.</p>

<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7959/' title='IMG_7959'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7959-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7959" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7962/' title='IMG_7962'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7962-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7962" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7970/' title='IMG_7970'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7970-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7970" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7993/' title='IMG_7993'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7993-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7993" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7997/' title='IMG_7997'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7997-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7997" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8003/' title='IMG_8003'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8003-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8003" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8009/' title='IMG_8009'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8009-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8009" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8013/' title='IMG_8013'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8013-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8013" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8014/' title='IMG_8014'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8014-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8014" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8017/' title='IMG_8017'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8017-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8017" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8019/' title='IMG_8019'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8019-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8019" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8022/' title='IMG_8022'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8022-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8022" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8026/' title='IMG_8026'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8026-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8026" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8033/' title='IMG_8033'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8033-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8033" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8035/' title='IMG_8035'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8035-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8035" /></a>

<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/04/06/sun-day-di-ciwalk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: SUN-day di Ciwalk" >SUN-day di Ciwalk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hari Minggu, 5 April 2009, masih dalam rangkaian acara 100 Jam Astronomi, langitselatan kembali ikut...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/08/mengenal-gerak-langit/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mengenal Gerak Langit" >Mengenal Gerak Langit</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bumi kita berputar seperti gasing. Gerak putar Bumi pada sumbu putarnya ini dinamakan gerak rotasi. ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/03/20/vernal-equinox/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Vernal Equinox" >Vernal Equinox</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Bumi kita bergerak mengelilingi matahari, sehingga menimbulkan kesan semu bahwa matahari--dari s...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/12/31/menyingsing-fajar-iya2009/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menyingsing Fajar IYA2009" >Menyingsing Fajar IYA2009</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/23/berkemah-dan-mempelajari-langit-di-observatorium-bosscha/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berkemah dan Mempelajari Langit di Observatorium Bosscha" >Berkemah dan Mempelajari Langit di Observatorium Bosscha</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F02%2F04%2Fmengamati-bintang-di-siang-hari%2F&amp;linkname=Mengamati%20Bintang%20di%20Siang%20Hari"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obyek Terdingin Itu Sebuah Katai Coklat</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 17:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[katai coklat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3331</guid>
		<description><![CDATA[Seperti apakah obyek yang dingin di alam semesta? Mungkin hal ini sering muncul di benak kita. Yang pasti para astronom dari University of Hertfordshire bisa memberikan jawaban akan pertanyaan ini. Mereka baru saja menemukan sebuah obyek sub bintang yang paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti apakah obyek yang dingin di alam semesta? Mungkin hal ini sering muncul di benak kita. Yang pasti para astronom dari <em>University of Hertfordshire</em> bisa memberikan jawaban akan pertanyaan ini. Mereka baru saja menemukan sebuah obyek sub bintang yang paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.<span id="more-3331"></span></p>
<p><strong>Sub Bintang &amp; Katai Coklat</strong></p>
<div id="attachment_3332" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3332" title="leadkataicoklat" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadkataicoklat-300x121.jpg" alt="" width="300" height="121" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi pasangan  katai coklat yang dingin. Kredit : NASA / JPL-Caltech</p></div>
<p>Sub bintang adalah benda angkasa yang massanya jauh lebih kecil dari massa terkecil sebuah bintang yang diperkirakan sekitar 0,08 massa Matahari. Batas minimum massa bintang tersebut berasal dari batas minimum dimana bintang dapat mempertahankan reaksi fusi di dalam dirinya.</p>
<p>Pada umumnya obyek sub bintang tersebut merupakan obyek katai coklat, yang massanya lebih kecil dari massa bintang namun lebih besar dari massa planet gas raksasa seperti Jupiter. Bisa dikatakan, katai coklat merupakan obyek pertengahan antara bintang dan planet raksasa dengan massa rata-rata kurang dari 70 massa Jupiter.  Temperatur katai coklat yang dingin justru membuat mereka tampak sangat redup pada panjang gelombang tampak dan lebih mudah dideteksi dari pendarnya pada panjang gelombang inframerah.</p>
<p>Inilah obyek yang ditemukan para astronom tersebut dengan menggunakan <em>United Kingdom Infrared Telescope</em> (UKIRT) di Hawaii. Yang menarik, obyek tersebut memiliki warna yang cukup istimewa, sehingga ia tampak sangat biru atau sangat merah, bergantung pada bagian spektrum yang digunakan untuk melihat obyek ini.</p>
<p>Secara teknis, obyek baru ini merupakan katai coklat yang diberi kode SDSS1416+13B dan berada pada jarak 50 tahun cahaya dari Tata Surya. Ia memiliki orbit yang cukup lebar di dekat katai coklat SDSS1416+13A yang lebih terang dan hangat yang berada pada jarak 15 tahun cahaya.</p>
<p><strong>Katai Coklat Yang Sangat Dingin</strong><br />
Penemuan katai coklat ini juga memecahkan rekor suhu paling dingin dari obyek yang ditemukan di luar Tata Surya. Bagaimana tidak, katai coklat ini diperkirakan memiliki temperatur pada kisaran 200 derajat celcius. Hanya 2 kali titik didih air di Bumi.</p>
<p>Tapi, para astronom masih harus meneliti obyek ini dengan hati-hati. Menurut Dr Philip Lucas dari  <em>University of Hertfordshire’s School of Physics, Astronomy and Mathematics</em>, warna katai coklat ini berbeda dari yang pernah terlihat sebelumnya sehingga belum bisa sepenuhnya dipahami. Yang pasti, para ahli fisika akan semakin sibuk untuk mengungkapkan misteri yang ada di balik obyek tersebut.</p>
<p>SDSS1416+13B pertama kali diamati oleh Dr. Ben Burningham sebagai bagian dari pencarian katai coklat dingin dalam program <em>UKIRT Infrared Deep Sky Survey</em> (UKIDSS). Saat diamati, obyek tersebut tampak lebih biru pada panjang gelombang dekat inframerah. Dan saat spektrumnya diambil dengan teleskop Subaru di Hawaii, tampak kalau katai coklat ini termasuk tipe katai T, yang memiliki metana cukup banyak di atmosfer akan tetapi memiliki tanda tertentu lainnya seperti adanya gap / jeda yang besar pada panjang gelombang tertentu.</p>
<p>Pengamatan lanjutan terhadap SDSS1416+13B dilakukan menggunakan Teleskop Angkasa Spitzer pada panjang gelombang yang lebih panjang. Hasilnya, Dr. Sandy Leggett menemukan kalau spektrum katai coklat tersebut berada di area tengah pada panjang gelombang infra merah. Hasil ini juga yang dijadikan indikator dalam menentukan temperatur dan pada akhirnya diketahui juga kalau SDSS1416+13B merupakan   katai coklat yang paling merah yang pernah diketahui pada rentang panjang gelombang tersebut.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan model teoretik atmosfer katai coklat, maka diperkirakan temperatur dari SDSS1416+13B berada pada kisaran 500 Kelvin (227 derajat Celcius).</p>
<p><strong>Bintang Ganda</strong></p>
<div id="attachment_3333" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><img class="size-full wp-image-3333" title="brown-dwarf_225" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/brown-dwarf_225.jpg" alt="" width="225" height="150" /><p class="wp-caption-text">Pasangan ganda katai coklat SDSS1416+13A dan SDSS1416+13B. Kredit : SDSS</p></div>
<p>Selain menemukan SDSS1416+13B, Ben Burningham juga memastikan kalau bintang terang SDSS1416+13A yang telah teramati sebelumnya oleh SDSS dan berada tak jauh dari SDSS1416+13B merupakan katai coklat. Yang menarik, keduanya merupakan pasangan bintang ganda katai coklat.</p>
<p>Bintang SDSS1416+13A ditemukan oleh Sloan Digital Sky Survey pada gelombang cahaya tampak, sedangkan katai coklat pasangannya SDSS1416+13B justru hanya bisa teramati pada cahaya inframerah. Tak hanya itu. Katai coklat SDSS1416+13A juga memiliki spektrum yang tak biasa. Dan diharapkan bintang pasangan katai coklat ini bisa memberikan jawaban atas gap yang ada serta memberi pemahaman yang baru bagi dunia astronomi.</p>
<p>Hasil analisis awal pada kedua katai coklat menunjukan kurangnya elemen berat di dalam obyek tersebut. Miskinnya elemen bera di katai coklat ini bisa dijelaskan seandainya usia mereka memang sudah sangat tua. Dan seandainya memang usianya sudah tua, maka tak mengherankan kalau bintang pasangan tersebut memiliki temperatur yang sangat rendah.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : <em>University of Hertfordshire</em></span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/05/31/j0034-diantara-bintang-dan-planet/" rel="bookmark" title="Permanent Link: J0034 diantara Bintang dan Planet" >J0034 diantara Bintang dan Planet</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Katai coklat  atau  yang dikenal sebagai bintang gagal, merupakan objek kecil, lemah dan dingin yang...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/04/16/penemuan-bintang-terdingin-mengisi-gap-bintang-dan-planet/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penemuan Bintang Terdingin Mengisi Kesenjangan Bintang dan Planet" >Penemuan Bintang Terdingin Mengisi Kesenjangan Bintang dan Planet</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Bagaimana rasanya berada dekat Matahari? Tentu kita akan menjawab, panas, sampai bisa hangus, de...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/01/planet-berukuran-super-ataukah-oasis-di-gurun-katai-coklat/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet Berukuran Super ataukah Oasis di Gurun Katai Coklat" >Planet Berukuran Super ataukah Oasis di Gurun Katai Coklat</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Selain planet Bumi super, kali ini team pencari planet yang terdiri dari  astronom amatir dan profes...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/09/16/planet-extrasolar-yang-mengelilingi-bintang-normal/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet Extrasolar Yang Mengelilingi Bintang Normal" >Planet Extrasolar Yang Mengelilingi Bintang Normal</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/12/07/planet-paling-dingin-berhasil-dipotret/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet Paling Dingin Berhasil Dipotret" >Planet Paling Dingin Berhasil Dipotret</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F02%2F03%2Fobyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat%2F&amp;linkname=Obyek%20Terdingin%20Itu%20Sebuah%20Katai%20Coklat"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penemuan Supernova Yang Berbeda</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 02:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[sinar gamma]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3323</guid>
		<description><![CDATA[Supernova, ledakan bintang memang selalu jadi kajian yang menarik untuk dibicarakan. Kali ini, untuk pertama kalinya para astronom berhasil menemukan ledakan supernova yang karakternya mirip dengan ledakan sinar gamma. Yang menarik, walaupun terlihat mirip namun sama sekali tidak tampak sinar gamma dalam ledakan tersebut. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Supernova, ledakan bintang memang selalu jadi kajian yang menarik untuk dibicarakan. Kali ini, untuk pertama kalinya para astronom berhasil menemukan ledakan supernova yang karakternya mirip dengan ledakan sinar gamma. Yang menarik, walaupun terlihat mirip namun sama sekali tidak tampak sinar gamma dalam ledakan tersebut. <span id="more-3323"></span></p>
<p>Penemuan tersebut berhasil dilakukan melalui pengamatan radio menggunakan teleskop radio <em>Very Large Array </em>(VLA) milik <em>National Science Foundation</em> (NSF). Pengamatan radio ini memang menarik. Bahkan, ia bisa menjadi salah satu alat yang paling mumpuni dalam mencari dan menemukan ledakan supernova dengan karakteristik ledakan sinar gamma tersebut.</p>
<p>Dalam pengamatan radio, supernova yang dikenal sebagai SN2009bb itu memperlihatkan adanya materi yang dilontarkan saat terjadinya ledakan, pada kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Pada saat dilakukan pengamatan pertama kalinya di bulan Maret 2009, tipe ledakan tersebut diperkirakan menghasilkan jenis ledakan sinar gamma. Tapi, ternyata hal tersebut justru tidak tampak dalam pengamatan.</p>
<p>Yang menarik, dengan pengamatan pada gelombang radio manusia bisa mengamati radiasi energi yang sangat rendah yang sebenarnya justru sedang membawa pesan dan sinyal dari sebuah kejadian berenergi tinggi.</p>
<p><strong>Tipe Supernova Yang Ditemukan</strong></p>
<div id="attachment_3325" class="wp-caption alignleft" style="width: 164px"><img class="size-full wp-image-3325" title="tradthumb" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/tradthumb.jpg" alt="" width="154" height="200" /><p class="wp-caption-text">ledakan core-collapse supernova yang melontarkan selubung berbentuk bola. Kredit : Bill Saxton, NRAO/AUI/NSF </p></div>
<p>Pada saat reaksi fusi terjadi di inti bintang yang sangat masif dan ketika inti tak lagi memiliki energi yang cukup untuk menahan selubung yang berat, maka terjadilah keruntuhan katastrofe dari inti bintang menjadi bintang netron ataupun menjadi lubang hitam. Sementara lapisan selubung inti justru terlontar dalam ledakan besar di angkasa yang dikenal sebagai ledakan supernova.</p>
<p>Di antara berbagai tipe ledakan supernova, ada satu tipe supernova yang memproduksi ledakan sinar gamma. Tipe itu dikenal sebagai “<em>core-collapse supernaova</em>” (supernova yang mengalami keruntuhan di pusat). Namun demikian tak berarti semua supernova jenis ini menghasilkan ledakan sinar gamma. Hanya satu dari seratus yang menghasilkan sinar gamma.</p>
<p>Pada umumnya di supernova, ledakan yang terjadi melontarkan selubung bintang dalam pola berbentuk bola dengan kecepatan yang sangat tinggi dan 3% di antaranya justru mencapai kecepatan cahaya. Dan pada supernova yang menghasilkan ledakan sinar gamma, sebagian materi yang terlontar keluar itu mengalami percepatan sampai hampir mencapai kecepatan cahaya.</p>
<p>Ledakan dengan kecepatan super cepat ini memang sangat jarang terjadi. Kalau demikian apa yang menyebabkan ledakan seperti itu bisa terjadi?</p>
<p>Di pusat ledakan supernova terdapat “mesin” yang mirip qusar (<em>quasi-stellar radio source</em>), hanya saja pada skala yang lebih kecil. Materi yang runtuh ke dalam inti akan memasuki piringan yang sedang mengalami turbulensi atau sedang berputar di sekeliling bintang netron ataupun lubang hitam yang baru saja terbentuk.  Piringan akresi trsebut kemudian menghasilkan jet (ledakan super cepat) dari materi yang terdorong keluar dari kutub piringan dengan kecepatan yang luar biasa tinggi. Inilah yang diperkirakan sebagai penyebab terjadinya percepatan materi pada kecepatan cahaya dalam ledakan supernova.</p>
<p>Untuk dapat mendeteksi “mesin pengendali” supernova tersebut dilakukan dengan mendeteksi sinar gamma yang terpancar saat ledakan.</p>
<p><strong>Mengapa tak ada sinar Gamma?</strong></p>
<div id="attachment_3324" class="wp-caption alignright" style="width: 166px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/GRB.jpg"><img class="size-full wp-image-3324" title="GRB" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/GRB.jpg" alt="" width="156" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ledakan supernova yang memiliki mesin pengendali dengan piringan akresi dan ledakan jet super cepat . kredit :Bill Saxton, NRAO/AUI/NSF</p></div>
<p>Dalam supernova SN2009bb tidak tampak adanya sinar gamma. Apakah ini mungkin?  Ada beberapa penjelasan yag coba disampaikan terkait ketiadaan sinar gamma tersebut.</p>
<p>Menurut Alicia Soderberg, dari <em>Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics</em>, “Pancaran sinar gamma biasanya terjadi saat terjadinya ledakan. Namun untuk kasus SN2009bb, bisa saja ledakan sinar gamma justru tak terlihat karena bergerak pada arah yang menjauhi Bumi.”  Tapi tak bisa dipungkiri penemuan ledakan seperti ini dengan pengamatan radio akan memberi kesempatan yang lebih luas lagi bagi para peneliti untuk bisa menemeukan lebih banyak lagi supernova jenis yang sama di masa depan.</p>
<p>Kemungkinan lain mengapa sinar gamma tidak tampak menurut Soderberg adalah sinar gamma tersebut masih “tertahan” saat mereka mencoba melepaskan diri dari bintang. Kemungkinan ini justru menarik karena jika memang hal itu yang terjadi, maka para peneliti bisa mencari dan kemudian mengidentifikasi mesing pengedali supernova yang selama ini suka dideteksi karena kurangnya sinar gamma disitu. Akibatnya satelit sinar gamma tak pernah bisa mendeteksinya.</p>
<p><strong>Mencari Jawaban Mesin Pengendali di Supernova</strong><br />
Tak hanya itu, menurut Soderberg para peneliti juga berharap bisa mengungkap misteri dibalik perbedaan tipe core-collapse supernovae  dengan “cara biasa” dan yang mengalami ledakan dengan “mesin pengendali” di dalamnya. Tentunya ada ciri-ciri fisik yang langka yang bisa membedakan bintang yang akan menghasilkan ledakan dengan memiliki “mesin pegendali” dari bintang yang mengalami ledakan pada umumnya.</p>
<p>Salah satu alasan yang coba dikemukakan adalah bintang yang memiliki ledakan dengan mesin pengendali tersebut memiliki konsentrasu elemen berat yang rendah dibanding kandungan hidrogen. Akan tetapi tampaknya hal tersebut bukanlah jawaban untuk supernova jenis ini.</p>
<p>Yang pasti, penemuan supernova tersebut melalui pancaran sinar radio dan bukan melalui sinar gamma merupakan sebuah terobosan. Dan tentunya di masa depan kemungkinan penemuannya akan semakin meningkat.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : NRAO</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/15/sisa-supernova-di-balik-kegelapan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Sisa Supernova Di Balik Kegelapan" >Sisa Supernova Di Balik Kegelapan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sisa supernova termuda di galaksi kita berhasil ditemukan, tersembunyi dibalik cadar debu dan gas. P...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/03/25/ledakan-bintang-yang-mengubah-teori-supernova/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ledakan Bintang Yang Mengubah Teori Supernova" >Ledakan Bintang Yang Mengubah Teori Supernova</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Teleskop Hubble milik NASA berhasil mengidentifikasi bintang yang satu juta kali lebih terang dari M...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/07/05/ledakan-bintang-netron-membentuk-bintang-quark/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ledakan Bintang Netron Membentuk Bintang Quark" >Ledakan Bintang Netron Membentuk Bintang Quark</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jika terjadi ledakan pada bintang tipe tertentu yang sangat jarang atau tipe bintang yang khusus, da...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/22/ledakan-bintang-berhasil-dilihat-secara-langsung/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ledakan Bintang Berhasil Dilihat Secara Langsung" >Ledakan Bintang Berhasil Dilihat Secara Langsung</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/06/02/spc-06f6-supernova-jenis-baru-dari-bintang-karbon/" rel="bookmark" title="Permanent Link: SPC 06F6, Supernova Jenis Baru dari Bintang Karbon" >SPC 06F6, Supernova Jenis Baru dari Bintang Karbon</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F31%2Fpenemuan-supernova-yang-berbeda%2F&amp;linkname=Penemuan%20Supernova%20Yang%20Berbeda"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lubang Hitam di Galaksi NGC 300</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/29/lubang-hitam-di-galaksi-ngc-300/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/29/lubang-hitam-di-galaksi-ngc-300/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 17:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[lubang hitam]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3317</guid>
		<description><![CDATA[Di alam semesta lubang hitam merupakan obyek yang umum ditemui. Bahkan diperkirakan ada lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti. Kali ini, para peneliti dari University of Sheffield berhasil menemukan sebuah lubang hitam yang berasal dari akhir kehidupan bintang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di alam semesta lubang hitam merupakan obyek yang umum ditemui. Bahkan diperkirakan ada lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti. Kali ini, para peneliti dari University of Sheffield berhasil menemukan sebuah lubang hitam yang berasal dari akhir kehidupan bintang. <span id="more-3317"></span></p>
<p>Lubang hitam yang baru dideteksi ini memiliki massa sekitar 15 kali massa Matahari dan berada pada jarak yang sangat jauh. Lebih jauh dari lubang hitam terjauh yang telah diketahui. Tak hanya itu, lubang hitam ini ditemukan memiliki pasangan sebuah bintang yang tak lama lagi akan mengakhiri hidupnya sebagai lubang hitam juga.</p>
<p><strong>Akhir Kehidupan Bintang Sebagai Lubang Hitam</strong><br />
Lubang hitam yang berasal dari akhir kehidupan bintang ini biasanya sangat rapat, dan terdiri dari puing-puing keruntuhan bintang yang sangat masif. Massa lubang hitam yang terbentuk bisa mencapai kisaran 20 massa Matahari. Lubang hitam tersebut berbeda dengan lubang hitam yang sering ditemukan di pusat galaksi, yang memiliki massa jutaan sampai milyaran kali massa Matahari.</p>
<div id="attachment_3318" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/ngc300.jpg"><img class="size-full wp-image-3318" title="ngc300" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/ngc300.jpg" alt="" width="550" height="283" /></a><p class="wp-caption-text">Galaksi spiral NGC 300, lokasi lubang hitam yang baru ditemukan. Kredit : ESO</p></div>
<p>Di Bima Sakti, massa terbesar dari lubang hitam yang berasal dari akhir kehidupan bintang hanya 10 massa Matahari. Dan lubang hitam yang ada di luar Galaksi Bima Sakti ada yang ditemukan memiliki massa lebih dari 15 massa Matahari. Dengan demikian lubang hitam yang baru saja dideteksi oleh <em>Very Large Telescope</em> milik ESO merupakan lubang hitam dengan massa terbesar kedua yang diketahui. Khususnya untuk lubang hitam yang berasal dari akhir masa kehidupan bintang.</p>
<p>Lubang hitam baru tersebut ditemukan berada di galaksi spiral NGC 300, pada jarak 6 juta tahun cahaya dari Bumi. Yang menarik, ia<br />
merupakan lubang hitam yang berasal dari akhir kehidupan bintang yang berhasil dideteksi di luar lingkungan galaktik kita yakni <em>Local Group</em>.</p>
<p>Lubang hitam baru ini juga ternyata berasal dari bintang berpasangan atau bintang ganda. Pasangannya berupa bintang Wolf-Rayet, yang massanya juga sekitar 20 massa Matahari. Bintang Wolf Rayet tersebut juga mendekati masa akhir hidupnya dan melontarkan lapisan terluarnya sehingga membentuk selubung yang melingkupi bintang sebelum akhirnya meledak sebagai supernova, sedangkan bagian inti bintang Wolf Rayet tersebut akan menyalami penyusutan dan keruntuhan membentuk lubang hitam.</p>
<p><strong>Lubang Hitam dan Bintang Pasangannya</strong><br />
Pada tahun 2007, instrumen sinar-X milik NASA yang dipasang pada Observatorium Swift melakukan pencarian pada area disekeliling sumber sinar-X yang sangat terang di NGC 300 yang ditemukan sebelumnya oleh <em>XMM-Newton X-ray observatory</em> milik ESA.</p>
<p>Hasilnya, terekam garis emisi yang sangat intens yang terjadi secara berkala. Ini merupakan petunjuk kalau di area tersebut terdapat lubang hitam yang tengah mengintip.</p>
<p>Data yang didapat akhirnya bisa dikonfirmasi setelah dilakukan observasi dengan menggunakan instrumen FORS2 yang dipasang di <em>Very Large Telescope</em> milik ESO. Data baru itu menunjukan keberadaan sebuah lubang hitam bersama bintang Wolf Rayet sebagai bintang pasangan. Tak hanya itu, keduanya tampak sedang berdansa mengelilingi satu sama lainnya layaknya dansa waltz dengan periode 32 jam. Dalam observasi tersebut, tampak juga lubang hitam sedang menarik materi dari bintang Wolf Rayet saat keduanya saling mengorbit.</p>
<p>Kondisi keduanya yang demikian justru memberikan sebuah gambaran baru keintiman bintang berpasangan. Sayangnya bagaimana proses terbentuknya sistem bintang ganda yang dmeikian kuat ikatannya masih menjadi misteri.</p>
<p>Dari hasil pengamatan sistem tersebut, para astronom mendapatkan hubungan antara massa lubang hitam dan senyawa kimia di galaksi. Yang tampak adalah, lubang hitam yang sangat masif cenderung ditemukan pada galaksi kecil yang mengandung sedikit elemen berat. Sementara pada galaksi besar yang kaya dengan elemen berat seperti halnya Bima Sakti, hanya mampu membentuk lubang hitam bermassa kecil. Diyakini, tingginya konsentrasi elemen kimia berat mempengaruhi evolusi bintang masif. Dalam hal ini meningkatkan jumlah materi dilepaskan sehingga menghasilkan lubang hitam kecil saat puing-puingnya mengalami keruntuhan.</p>
<p>Dalam waktu kurang dari satu juta tahun, bintang Wolf Rayet akan meledak sebagai supernova dan intinya akan menjadi lubang hitam. Dan jika sistem ini selamat dari ledakan kedua, maka kedua lubang hitam itu akan bergabung dan memancarkan sejumlah besar energi dalam bentuk gelombang gravitasi. Tapi penggabungan keduanya menjadi satu lubang hitam masih akan membutuhkan waktu sekitar beberapa milyar tahun lagi.</p>
<p>Penelitian ini menunjukkan keberadaan sistem seperti ini memang ada. Bahkan sistem yang kedua lubang hitamnya sudah bergabung pun bisa dideteksi melalui jejak gelombang gravitasinya seperti LIGO atau Virgo.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : ESO</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/09/13/dan-lubang-hitam-pun-berhenti-bertumbuh/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Dan Lubang Hitam Pun Berhenti Bertumbuh" >Dan Lubang Hitam Pun Berhenti Bertumbuh</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Ada sebagian yang telah terungkap namun sebagian...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/05/30/spin-lubang-hitam-supermasif-berhasil-diukur/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Spin Lubang Hitam Supermasif Berhasil Diukur" >Spin Lubang Hitam Supermasif Berhasil Diukur</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
nothing, not even light, can escape a black hole
Tapi ternyata secara mengejutkan dan menakjubkan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/03/06/saat-dua-lubang-hitam-bergabung/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Saat Dua Lubang Hitam Bergabung" >Saat Dua Lubang Hitam Bergabung</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Apa yang terjadi jika dua galaksi bergabung? Bagaimana dengan lubang hitam supermasif yang ada d...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/09/10/kayu-baru-dalam-api-yang-hampir-padam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kayu Baru Dalam Api Yang Hampir Padam" >Kayu Baru Dalam Api Yang Hampir Padam</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/20/mengintip-pola-makan-lubang-hitam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mengintip Pola Makan Lubang Hitam" >Mengintip Pola Makan Lubang Hitam</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F29%2Flubang-hitam-di-galaksi-ngc-300%2F&amp;linkname=Lubang%20Hitam%20di%20Galaksi%20NGC%20300"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/29/lubang-hitam-di-galaksi-ngc-300/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakim L. Malasan : Bosscha, Observatorium Riset Yang Akan Terus Berkarya</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/25/hakim-l-malasan-bosscha-observatorium-riset-yang-akan-terus-berkarya/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/25/hakim-l-malasan-bosscha-observatorium-riset-yang-akan-terus-berkarya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 03:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Bosscha]]></category>
		<category><![CDATA[GAO-ITB RTS]]></category>
		<category><![CDATA[Observatorium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3305</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terlintas saat nama Observatorium Bosscha disebutkan. Tempat peneropongan bintang? lokasi film Sherina? area pendidikan? ataukah lokasi wisata?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terlintas saat nama <a href="http://langitselatan.com/2007/12/03/observatorium-bosscha-cagar-ilmu-pengetahuan-budaya-dan-peradaban-manusia/" target="_blank">Observatorium Bosscha</a> disebutkan. Tempat peneropongan bintang? lokasi film Sherina? area pendidikan? ataukah lokasi wisata? <span id="more-3305"></span></p>
<p>Mungkin sebagian orang akan dengan mudah menjawab Observatorium Bosscha adalah tempat peneropongan bintang satu-satunya di Indonesia, dimana masyarakat bisa berkunjung setiap saat untuk menikmati keindahan obyek langit.  Atau mungkin ada jawaban lainnya? Yang pasti setiap orang punya pendapat yang mungkin agak berbeda satu dengan lainnya tentang Observatorium Bosscha ini.</p>
<p>Mengawali tahun 2010, Observatorium Bosscha juga mengalami sedikit perubahan dalam kepemimpinan. Sejak awal Januari 2010, Dr. Hakim L. Malasan dilantik menjadi kepala Observatorium Bosscha menggantikan Dr. Taufiq Hidayat yang telah memimpin selama 4 tahun semenjak tahun 2006. Yang menarik, awal tahun 2010, juga merupakan akhir dari Tahun Astronomi Internasional yang dilaksanakan sepanjang 2009. Antusiasme masyarakat yang semakin tinggi tentunya akan memberi warna tersendiri bagi Observatorium tersebut untuk dapat memberi diri dalam hal riset dan layanan publik.</p>
<p><strong>Observatorium Riset</strong></p>
<div id="attachment_3307" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/pakhakim.jpg"><img class="size-full wp-image-3307" title="pakhakim" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/pakhakim.jpg" alt="" width="200" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Hakim L. Malasan berfoto bersama Teleskop GAO-ITB RTS. Kredit : Hakim. L. Malasan</p></div>
<p>Dalam perbincangan santai antara Dr. Hakim L. Malasan dengan langitselatan, ia menyampaikan visi misinya untuk memimpin Observatorium Bosscha selama 2 tahun ke depan.  Menurut Hakim, yang akan jadi fokus utama dari tugasnya adalah menjadikan Observatorium Bosscha sebagai observatorium riset yang produktif menghasilkan publikasi nasional dan internasional.  Fokus utama pada riset ini,  tidak akan membuat Observatorium Bosscha kehilangan fungsinya untuk memberikan pelayanan publik. Namun kesemuanya akan diatur sehingga fungsi utama Bosscha dalam hal riset dan pendidikan (-perkuliahan. red) tidak akan terganggu, apalagi dengan semakin meningkatnya minat mahasiswa untuk melaksanakan penelitian di Observatorium.</p>
<p>Bahkan menurut Hakim, “meskipun di tengah penggerogotan dalam pembangunan di sekitar Observatorium Bosscha saat ini, nilai kompetitif dari Observatorium sama sekali tidak menurun”. Berbagai topik penelitian masih bisa dilaksanakan dengan dukungan instrumentasi yang ada di sana. Dan Observatorium Bosscha masih dapat menghasilkan publikasi dari hasil tersebut. Kondisi langit yang terganggu dengan polusi cahaya memang menjadi isu penting namun demikian, hal tersebut bukan sebuah kendala untuk berhenti meneliti. Optimisme Hakim juga ditunjukkan saat ia mengatakan bahwa topik-topik seperti bintang ganda, ekstrasolar planet, planet, asteroid dll masih merupakan kajian yang dapat dingkat sebagai topik penelitian. Instrumentasi yang ada saat ini sudah dapat mengakomodasi kebutuhan pengamatan dalam hal fotometri maupun spektrometri. Kendala memang ada tapi bukan menjadi penghalang.</p>
<p>“Program yang telah dilakukan di Observatorium Bosscha selama ini sudah baik, dan akan terus ditingkatkan kualitasnya agar Observatorium Bosscha bisa menghasilkan lebih banyak lagi publikasi ilmiah. Dengan demikian masyarakat juga bisa melihat pentingnya kondisi yang gelap bagi kelangsungan penelitian bagi Observatorium Bosscha.” kata Hakim yang juga bekerja dalam penelitian Fisika Bintang ini.</p>
<p>Tak hanya itu, masih menurut Hakim, ia juga mengharapkan di masa depan penelitian astronomi ini dapat dilaksanakan di stasiun-stasiun lainnya. Untuk itu diperlukan kerjasama aktif antar lembaga yang sudah ada saat ini seperti misalnya dengan LAPAN, BMKG maupun institusi lainnya.</p>
<p><strong>Observatorium Baru</strong><br />
Saat pembicaraan mengarah pada isu polusi cahaya, disinggung juga mengenai perencanaan yang telah dijajaki oleh Observatorium Bosscha selama beberapa tahun ini untuk membangun observatorium baru di Indonesia. Seperti diketahui tim dari Observatorium Bosscha sudah beberapa kali melakukan penjajakan ke Nusa Tenggara Timur untuk mensurvei lokasi bagi pembangunan observatorium multiwavelength.</p>
<p>Pembangunan observatorium yang dapat mencakup pengamatan pada berbagai panjang gelombang memang dirasa sangat perlu. Dalam sejarahnya, ternyata bukan hanya Nusa Tenggara yang disurvei sebagai kandidat.  Observatorium Bosscha juga telah menguji beberapa kandidat lokasi seperti di utara Danau Toba, Dieng dan juga untuk astronomi radio pernah dilakukan survey ke Bonjol.</p>
<p><strong>Edukasi Publik</strong><br />
Tahun 2009 menjadi saat dimana astronomi diperkenalkan secara luas kepada masyarakat, dan mendapat respon yang sangat positif di semua negara termasuk Indonesia. Berbagai kegiatan edukasi publik telah dilakukan oleh Observatorium di sepanjang tahun 2009. Antusiasme memang semakin tinggi, dan perlu dijaga serta diakomodir.  Untuk itu dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara institusi astronomi dalam hal ini Obervatorium Bosscha dengan jaringan komunitas astronomi yang sudah ada saat ini.</p>
<p>“Dalam konteks luas untuk edukasi publik, masyarakat tidak hanya sekedar diajak untuk mengenali dan menikmati keindahan obyek langit. Berbagai kegiatan lain yang mengajak partisipasi aktif dapat dilaksanakan seperti misalnya pelatihan untuk guru sehingga guru pun di masa depan tidak hanya memahami metode yang diberikan namun mengembangkan sesuatu yang baru yang dapat digunakan sebagai alat dalam pembelajaran. Bahkan bukan tak mungkin guru pun bisa melakukan penelitian sendiri untuk kepentingan pendidikan astronomi. Di sinilah peran Bosscha untuk menjadi fasilitas penelitian bagi para guru bahkan siswa.” kata Hakim yang menyelesaikan pendidikan Doktor-nya di Universitas Tokyo dengan kajian planetari nebula pada tahun 1992.</p>
<p>Dalam keterkaitan dengan edukasi publik, kerjasama dan jaringan antara Observatorium Bosscha dan komunitas yang berkembang di Indonesia harus semakin terbina. Salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh jaringan komunitas adalah <em>Real Time Solar Telescope</em> sebagai sarana edukasi bagi publik.</p>
<p>Tak hanya itu, keberadaan <a href="http://langitselatan.com/2008/07/06/menikmati-langit-selatan-dari-internet/" target="_blank">Teleskop GAO-ITB RTS</a> juga merupakan program kolaborasi antara Indonesia dan Jepang yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi publik ke dua negara terkat pengamatan obyek langit yang berbeda dan khas dari langit utara dan selatan. Perbedaan obyek langit ini juga bisa dimanfaatkan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian jarak jauh antar kedua negara.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2008/07/sstreaming.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Tampak di layar publik Jepang yang sedang menikmati pengamatan dari Bosscha, dan inset pada layar menunjukan video yang disiarkan dari ndonesia. Pada layar televisi tampak Crux yang diamati dari Bosscha dan kemudian di streaming ke Jepang. Kredit : langitselatan</p></div>
<p>Nah untuk edukasi publik, Hakim yang juga ahli dalam instrumentasi menuturkan dari beberapa kali kegiatan pengamatan jarak jauh yang sudah dilaksanakan, ada beberapa orang yang berulang kali datang ke <em>Gunma Observatory</em> hanya untuk melihat Rasi Salib Selatan yang ditayangkan dari Indonesia.</p>
<p>Tak hanya Crux atau Salib Selatan yang mendapat perhatian. Area di sekitar rasi Centaurus juga menjadi area yang menarik untuk dieksplorasi. Dan publik Indonesia tentunya sangat ingin mengetahui seperti apa obyek di langit utara seperti misalnya bintang polaris. “Publik Jepang dan Indonesia pun bisa diberikan edukasi tentang perlunya langit gelap dan problematika polusi cahaya ketika mereka melihat daerah di sekitar Carina yang penuh polusi cahaya kota Bandung.” kata Hakim. “Dan diharapkan <em>real time telescope</em> yang ada di Observatorium Bosscha juga dapat digunakan untuk mengadakan pengamatan jarak jauh dari sekolah-sekolah di Indonesia yang berminat untuk melakukan pengamatan obyek langit,” tambahnya.</p>
<p>Terkait kunjungan publik ke Bosscha, sistem kunjungan di Observatorium Bosscha juga akan ditinjau kembali apakah metode yang sudah ada selama ini sudah cukup ataukah publik akan diajak untuk pro aktif selama jam kunjungan.</p>
<p>“Observatorium Bosscha akan mengutamakan pada kualitas pelayanan dan bukan kuantitas. Sehingga pengunjung yang datang juga bisa terpuaskan dan terpenuhi harapannya serta yang pasti mendapatkan wawasan astronomi”, kata Hakim sambil menutup pembicaraan sore hari itu.</p>
<p>Selamat Bekerja Pak Hakim!.</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/03/07/memotret-komet-lulin-dengan-kamera-ccd-baru/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Memotret Komet Lulin Dengan Kamera CCD Baru" >Memotret Komet Lulin Dengan Kamera CCD Baru</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bulan Januari 2009, saat perhatian masyarakat tertuju pada fenomena Gerhana Matahari Cincin yang bis...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/07/06/menikmati-langit-selatan-dari-internet/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menikmati Langit Selatan dari Internet" >Menikmati Langit Selatan dari Internet</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Sabtu 5 Juli 2008, walau kemacetan terjadi di berbagai ruas jalan, namun itu tak menghentikan mo...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/03/30/indahnya-nebula-orion-dan-jewel-box/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Indahnya Nebula Orion dan The Jewel Box di langit malam" >Indahnya Nebula Orion dan The Jewel Box di langit malam</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Walau cuaca Bandung masih belum jelas akan menuju musim kering ataukah masih musim penghujan, pada t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/15/bosscha-observatorium-riset-atau-publik/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bosscha, Observatorium Riset atau Publik?" >Bosscha, Observatorium Riset atau Publik?</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/20/membangun-jejaring-astronomi-antar-negara-melalui-seaan-dan-gao-itb/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Membangun Jejaring Astronomi Antar Negara melalui SEAAN dan GAO-ITB" >Membangun Jejaring Astronomi Antar Negara melalui SEAAN dan GAO-ITB</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F25%2Fhakim-l-malasan-bosscha-observatorium-riset-yang-akan-terus-berkarya%2F&amp;linkname=Hakim%20L.%20Malasan%20%3A%20Bosscha%2C%20Observatorium%20Riset%20Yang%20Akan%20Terus%20Berkarya"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/25/hakim-l-malasan-bosscha-observatorium-riset-yang-akan-terus-berkarya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Mars Kembali Mendekati Bumi di Tahun 2010 (Dan Bukan Yang Hoax)</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/19/ketika-mars-kembali-mendekati-bumi-di-tahun-2010-dan-bukan-yang-hoax/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/19/ketika-mars-kembali-mendekati-bumi-di-tahun-2010-dan-bukan-yang-hoax/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 09:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nggieng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[mars hoax]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3289</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, mungkin ada yang masih ingat, ketika ramai dibicarakan bahwa Mars akan mendekati Bumi dengan ukuran sebesar Bulan, tentunya tidak!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu, mungkin ada yang masih ingat, ketika ramai dibicarakan bahwa Mars akan mendekati Bumi dengan ukuran sebesar Bulan,  tentunya tidak! <span id="more-3289"></span></p>
<div id="attachment_3290" class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/orbitmars.jpg"><img class="size-full wp-image-3290" title="orbitmars" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/orbitmars.jpg" alt="Oposisi Mars dilihat dari arah kutub. Kredit : ESA" width="259" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Oposisi Mars dilihat dari arah kutub. Kredit : ESA</p></div>
<p>Memang benar bahwa dalam lintasannya mengitari Matahari, baik Bumi dan Mars pada suatu ketika berada pada suatu posisi yang saling mendekat satu sama lain, karena lintasan Bumi, Mars, tidaklah merupakan lingkaran sempurna, tetapi berupa lintasan elips, dengan Matahari berada pada salah satu titik fokus elips.</p>
<p>Bumi bergerak mengitari Matahari lebih cepat daripada Mars, dan setiap 26 bulan, Bumi akan mendahului Mars melalui lintasan dalam, dan ketika itu, saat Matahar-Bumi-Mars berada pada segaris, dikenal sebagai oposisi Mars. Maka, oposisi Mars akan selalu terjadi setiap 26 bulan, dan biasanya di waktu oposisi tersebut maka, Bumi dan Mars berada pada posisi yang saling berdekatan.</p>
<p>Simulasi posisi Bumi-Mars &amp; Matahari dapat dilihat <a href="http://www.windows.ucar.edu/tour/link=/mars/mars_orbit.html" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Jarak antara Bumi dan Mars tidak selalu sama setiap oposisi, karena orbit Mars yang sedikit lebih lonjong, maka jarak terdekat antara Bumi dan Mars tidak selalu tepat saat oposisi, tetapi selalu berada di sekitar waktu oposisi, yang berselisih beberapa hari dari waktu oposisinya. Dan biasanya, pada saat saling mendekat itu, maka Mars akan tampak cerlang dan cerlang, lebih kemerahan, kelihatan lebih jelas, baik diamati mempergunakan mata, binokular ataupun teleskop, tetapi yang pasti, tidak akan mencapai sebesar Bulan!</p>
<p>Oleh karena bentuk geometri yang unik itu, maka setiap terjadi jarak yang terdekat antara Bumi-Mars (yang berperiode 26 bulan itu), tidak akan pernah sama dari satu kejadian ke kejadian berikutnya. Pada kejadian oposisi Mars tahun 2003, yang dikenal sebagai peristiwa Mars dalam posisi paling dekat (sedekat-dekatnya) dengan Bumi, jarak yang terhitung sebagai terdekat adalah 55758006 km, dengan diameter tampak sekitar 25&#8243;; dan fenomena ini hanya bisa terjadi setiap 60 ribu tahun. Besarkah itu? Bagi yang beruntung mengamati saat itu, Mars masih tetap sama seperti Mars yang telah diamati nenek moyang kita, dengan mata telanjang, masih berupa noktah merah terang di langit. Bahkan dengan teleskop sekalipun, tidak banyak berubah kenampakannya, hanya, detilnya agak lebih tampak sedikit.</p>
<div id="attachment_3293" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/oposisimars.jpg"><img class="size-full wp-image-3293" title="oposisimars" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/oposisimars.jpg" alt="Mars jelang oposisi yang dipotret Hubble sejak tahun 1995 - 2007.Kredit : NASA/Hubble" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Mars jelang oposisi yang dipotret Hubble sejak tahun 1995 - 2007.Kredit : NASA/Hubble</p></div>
<p>Dan kemudian, di awal tahun 2010 ini, melalui siklus 26-bulan berikutnya (sesudah 2007), maka si merah kembali mendekat dengan Bumi! Di bulan Januari ini, Mars telah mencapai kecerlanganan mencapai sekitar -1 magnitudo, cukup terang teramati di langit sebagai suatu noktah merah yang jelas terlihat mempergunakan mata telanjang. Pada tanggal 27 Januari 2010, posisi terdekatnya mencapai 99 juta km, dengan diameter tampak sekitar 14&#8243;, lalu, oposisi Mars tercapai pada tanggal 29 Januari 2010, dengan magnitudo mencapai -1,28. Mars akan berada dalam kondisi yang sangat cerlang dengan magnitudo di sekitar -1, sampai dengan tanggal 14 Februari 2010, dan sesudah itu akan semakin meredup.</p>
<p>Lalu, bagaimana kita menemukan Mars? Mudah, di bulan-bulan ini, ketika sore, carilah ke arah terbit di timur, apabila ada sebuah noktah yang cerlang berwarna kemerahan, besar kemungkinan itulah dia. Apabila kita telah mengetahui tentang rasi-rasi di langit, (mempergunakan peta langit sangat membantu), atau mempergunakan peta bintang dari langitselatan , carilah rasi Cancer, maka disitulah ia berada!</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi? Apabila langit cerah, segeralah cari di mana sang Dewa Perang berada!</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/08/11/mars-hoax/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet Mars Sebesar Bulan? Tentu Tidak" >Planet Mars Sebesar Bulan? Tentu Tidak</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mars akan terlihat sebesar bulan!. Jangan lewatkan ! Tanggal 27 Agustus malam  bulan ada 2. Peristiw...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/04/16/kemungkinan-tabrakan-apophis-tidak-berubah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kemungkinan Tabrakan Apophis Tidak Berubah" >Kemungkinan Tabrakan Apophis Tidak Berubah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Anak usia 13 Tahun Koreksi Hitungan NASA! Menarik bukan? Seorang anak berusia 13 tahun yang seti...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/12/22/mars-berpotensi-ditabrak-asteroid-di-awal-tahun-2008/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mars Berpotensi Ditabrak Asteroid di Awal Tahun 2008" >Mars Berpotensi Ditabrak Asteroid di Awal Tahun 2008</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sebuah asteroid akan menabrak Mars di awal tahun depan, dan anda berkesempatan untuk melihat proses ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/11/2007-wd5-tidak-akan-menabrak-mars/" rel="bookmark" title="Permanent Link: 2007 WD5 Tidak Akan Menabrak Mars" >2007 WD5 Tidak Akan Menabrak Mars</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jejak Puing &#8211; Puing Tabrakan Asteroid" >Jejak Puing &#8211; Puing Tabrakan Asteroid</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F19%2Fketika-mars-kembali-mendekati-bumi-di-tahun-2010-dan-bukan-yang-hoax%2F&amp;linkname=Ketika%20Mars%20Kembali%20Mendekati%20Bumi%20di%20Tahun%202010%20%28Dan%20Bukan%20Yang%20Hoax%29"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/19/ketika-mars-kembali-mendekati-bumi-di-tahun-2010-dan-bukan-yang-hoax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pita Raksasa di Tepi Tata Surya, Hasil Pengamatan IBEX</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/18/pita-raksasa-di-tepi-tata-surya-hasil-pengamatan-ibex/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/18/pita-raksasa-di-tepi-tata-surya-hasil-pengamatan-ibex/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 07:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nggieng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>
		<category><![CDATA[heliosfer]]></category>
		<category><![CDATA[IBEX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3280</guid>
		<description><![CDATA[Wahana IBEX (Interstellar Boundary Explorer) milik NASA, yang ditujukan untuk mengamati batas terluar wilayah Tata Surya kita, telah berhasil memetakan wilayah heliosfer Tata Surya kita dan mendapatkan sebuah temuan yang menarik, yaitu adanya sebuah pita cerlang yang melengkung melingkupi Tata Surya kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahana IBEX (<em>Interstellar Boundary Explorer</em>) milik NASA,  yang ditujukan untuk mengamati batas terluar wilayah Tata Surya kita, telah berhasil memetakan wilayah heliosfer Tata Surya kita dan mendapatkan sebuah temuan yang menarik, yaitu adanya sebuah pita cerlang yang melengkung melingkupi Tata Surya kita.<span id="more-3280"></span></p>
<div id="attachment_3282" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/allsky_500.jpg"><img class="size-full wp-image-3282" title="allsky_500" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/allsky_500.jpg" alt="" width="209" height="127" /></a><p class="wp-caption-text">Peta ENA oleh IBEX, memperlihatkan adanya struktur pita. Kredit : NASA</p></div>
<p>Pita yang dalam gambar tampak cerlang, tetapi itu bukanlah terang karena pendaran dari sumber cahaya, sebagaimana pengamatan visual, alih-alih hasil pengamatan visual, sumber tersebut berasal dari dari partikel atom netral ber-energi (<em>energetic neutral atoms</em>/ENA), yang bisa dideteksi oleh IBEX dan diproduksi di wilyah luar heliosfer saat angin surya melambat dan bercampur dengan materi antar bintang dari luar sistem Tata Surya</p>
<p>Untuk bisa mendapatkan gambaran besar tepi Tata Surya, IBEX diletakkan pada posisi mengorbit Bumi. Dari pemetaan tersebut, diperoleh informasi adanya struktur halus filamen dari emisi ENA yang hanya selebar beberapa derajat. Pita itu sendiri bergerak pada jalur yang tegak lurus arah medan magnetic galaksi tepat di luar heliosfer.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_3284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 504px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/leadIBEX.jpg"><img class="size-full wp-image-3284 " title="leadIBEX" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/leadIBEX.jpg" alt="" width="494" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Struktur halus filamen. Kredit : NASA</p></div>
<div id="attachment_3285" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/DaveVis12WhatDoesIt.jpg"><img class="size-full wp-image-3285" title="DaveVis12WhatDoesIt" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/DaveVis12WhatDoesIt.jpg" alt="" width="200" height="133" /></a><p class="wp-caption-text">Model pemantulan</p></div>
<p>Menurut peneliti tamu Heliofisika NASA dari Universitas Alabama, Jacob Heerikhuisen, bentuk pita tersebut mungkin disebabkan oleh adanya pantulan dari angin surya yang mengarah pada ruang antar bintang terpantulkan kembali ke arah Tata Surya karena adanya medan magnetik galaksi. Pemantulan terjadi karena adanya reaksi &#8220;pertukaran muatan&#8221; antara proton dan atom Hidrogen. Partikel dari angin surya yang lolos dari wilayah Tata Surya, pada jarak sekitar ~ 100 Satuan Astronomi (mencapai 15 milyar kilometer) bertemu dengan medan magnet antar bintang. Gaya magnetik akan memotong partikel yang lolos dan mengembalikannya ke dalam Tata Surya.</p>
<p>Pemahaman kita akan heliosfer sangat penting dalam mengetahui perannya dalam melindungi sistem Tata Surya kita dari hujan sinar kosmis. Ukuran dan bentuknya menjadi faktor kunci dalam menentukan kekuatan perlindungan, dan berapa banyak sinar kosmis yang sampai ke Bumi. Dengan mengetahui itu maka, dapat dipahami bagaimana heliosfer merespon ketika berinteraksi dengan awan antar bintang dan medan magnetic galaksi.</p>
<p>Studi ini penting karena Tata Surya melalui wilayah dalam Bima Sakti yang dipenuhi oleh sinar kosmis dan awan antar bintang. Medan magnetik Matahari yang dikembangkan oleh dorongan angin surya menjadi suatu lingkup yang disebut heliosfer, melindungi semua yang ada dalam Tata Surya dari sinar kosmis di luar. Medan magnetik kuat di luar Tata Surya bisa saja menekan heliosfer dan berinteraksi dengan sistem heliosfer, tetapi kita belum memahami bagaimana interaksinya. (Gambar 5)</p>
<div id="attachment_3281" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-3281" title="localcloud_frisch_big" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/localcloud_frisch_big.jpg" alt="" width="400" height="255" /><p class="wp-caption-text">Awan materi antar bintang. Kredit : NASA</p></div>
<p><span style="color: #888888;">Sumber:  NASA</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/05/29/resensi-buku-menjelajah-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Resensi Buku : Menjelajah Tata Surya" >Resensi Buku : Menjelajah Tata Surya</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Format: Paperback, 302 halaman
Penerbit: Kanisius
Pengarang: A. Gunawan Admiranto
Harga : Rp.60.0...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/26/berapakah-usia-bulan-saat-ini/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berapakah Usia Bulan Saat ini?" >Berapakah Usia Bulan Saat ini?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Pernahkah Anda berpikir, berapa usia Bulan saat ini? Apakah ia seusia Bumi? Atau mungkin lebih m...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/04/tata-surya-memantul-dinosaurus-pun-punah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tata Surya Memantul, Dinosaurus Pun Punah" >Tata Surya Memantul, Dinosaurus Pun Punah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Bumi bergerak mengelilingi pusat massanya yang berada dekat Matahari. Dan Matahari bersama seluruh...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/03/18/planet-raksasa-di-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet Raksasa di Tata Surya" >Planet Raksasa di Tata Surya</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/05/stabilkah-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Stabilkah Tata Surya?" >Stabilkah Tata Surya?</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F18%2Fpita-raksasa-di-tepi-tata-surya-hasil-pengamatan-ibex%2F&amp;linkname=Pita%20Raksasa%20di%20Tepi%20Tata%20Surya%2C%20Hasil%20Pengamatan%20IBEX"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/18/pita-raksasa-di-tepi-tata-surya-hasil-pengamatan-ibex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Gerhana Matahari Bersama langitselatan</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari cincin]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari sebagian]]></category>
		<category><![CDATA[GMC]]></category>
		<category><![CDATA[GMS]]></category>
		<category><![CDATA[langitselatan]]></category>
		<category><![CDATA[LAPAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3249</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 15 Januari 2010, terjadi fenomena alam Gerhana Matahari Cincin yang melewati Afrika, laut Hindia dan wilayah Asia. Gerhana Matahari di awal tahun 2010 ini juga melewati sebagian wilayah Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 15 Januari 2010, terjadi fenomena alam <a href="http://langitselatan.com/2010/01/04/gerhana-bulan-sebagian-dan-gerhana-matahari-cincin-di-awal-tahun-2010/" target="_blank">Gerhana Matahari Cincin</a> yang melewati Afrika, laut Hindia dan wilayah Asia. Gerhana Matahari di awal tahun 2010 ini juga melewati sebagian wilayah Indonesia. Sayangnya, kita di Indonesia tidak berkesempatan melihat gerhana matahari cincin. Yang bisa kita nikmati hanya Gerhana Matahari Sebagian.<span id="more-3249"></span></p>
<p>Jika <a href="http://langitselatan.com/2009/01/12/gerhana-matahari-cincin-26-januari-2009/" target="_blank">Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009</a> tim langitselatan berkesempatan melakukan <a href="http://langitselatan.com/2009/01/28/mengejar-matahari-di-lampung/" target="_blank">ekspedisi ke Lampung</a>, maka pada fenomena Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang terjadi tahun ini tim <a href="http://langitselatan.com"><span style="color: #0000ff;">langitselatan</span></a> memutuskan bergabung dengan tim pengamat Matahari dari <a href="http://www.lapan.or.id" target="_blank">LAPAN</a> untuk menikmati fenomena gerhana dari atap gedung LAPAN-Bandung. Walaupun langit Bandung sempat berawan tebal dan mengalami hujan gerimis, tim pengamat LS dan LAPAN masih berkesempatan untuk menikmati proses terjadinya gerhana sekaligus mengabadikan Gerhana Matahari Sebagian melalui kamera. Dalam pengamatan Gerhana Matahari 15 Januari 2010, tampak juga dua bintik Matahari terlihat di permukaan Matahari.</p>
<div id="attachment_3251" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-3251" title="GMS5menit" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/GMS5menit.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Gerhana Matahari Sebagian, 5 menit sebelum terjadinya puncak gerhana. Kredit : Ferry. M. Simatupang</p></div>
<div id="attachment_3256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-3256" title="Tim langitselatan" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/Tim-Hura-hura-langitselatan.jpg" alt="" width="500" height="351" /><p class="wp-caption-text">Tim pengamat dari langitselatan. Kredit : Ferry M. Simatupang</p></div>

<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/img_7849/' title='IMG_7849'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7849-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7849" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/img_7859/' title='IMG_7859'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7859-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7859" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/img_7866/' title='IMG_7866'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7866-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7866" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/img_7879/' title='IMG_7879'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7879-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7879" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/img_7884/' title='IMG_7884'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_7884-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7884" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/gms/' title='gms'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/gms-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="gms" /></a>

<p><strong>Gerhana Matahari Sebagian di Shanghai</strong><br />
Selain di Bandung, salah seorang tim langitselatan yang berada di Shanghai, China juga berhasil mengamati dan mengabadikan fenomena alam tersebut, meski saat itu awan tebal tengah menggayut di langit Shanghai. Indahnya senja dengan Matahari Sabit masih tetap mempesona meskipun sang Matahari tersembunyi di balik awan.</p>
<div id="attachment_3254" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/partial-annular.jpg"><img class="size-full wp-image-3254" title="partial-annular" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/partial-annular.jpg" alt="" width="500" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">Gerhana Matahari Sebagian yang teramati di Shanghai. Kredit : Jefferson Teng</p></div>
<div id="attachment_3262" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/wide.jpg"><img class="size-full wp-image-3262" title="wide" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/wide.jpg" alt="" width="400" height="266" /></a><p class="wp-caption-text">Langit senja di Shanghai saat Gerhana Matahari Sebagian. Kredit : Jefferson Teng</p></div>

<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/partial-annular02/' title='partial-annular02'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/partial-annular02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="partial-annular02" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/spectators/' title='spectators'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/spectators-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="spectators" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/gone/' title='gone'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/gone-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="gone" /></a>

<p>Gerhana Matahari memang fenomena astronomi yang senantiasa terjadi setiap tahun namun keindahannya tak pernah berhenti membuat para pengejar gerhana untuk berhenti memburu foto-foto nan indah dari fenomena tersebut. Dan jangan lupa Indonesia akan kembali menikmati indahnya Gerhana Matahari Total di tahun 2016.</p>
<p><span style="color: #888888;">___<br />
Kredit foto : Bandung : AYR, FMS ; Shanghai : JT</span></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/09/28/foto-gerhana-bulan-17-agustus-2008/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Foto Gerhana Bulan 17 Agustus 2008" >Foto Gerhana Bulan 17 Agustus 2008</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Bulan Agustus lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2008 terjadi fenomena Gerhana Bulan Sebagian. Fe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/08/29/gerhana-bulan-bersama-langitselatan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Gerhana Bulan Bersama langitselatan" >Gerhana Bulan Bersama langitselatan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kesempatan mengamati Gerhana bulan total (GBT)  tanggal 28 Agustus 2007  yang tampak memerah saat Bu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/02/06/menyongsong-gerhana-matahari-cincin-bersama-unawe/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menyongsong Gerhana Matahari Cincin Bersama Unawe" >Menyongsong Gerhana Matahari Cincin Bersama Unawe</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Unawe Indonesia mengawali tahun 2009 dengan mengadakan ekspedisi Gerhana Matahari Cincin (GMC). ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/08/15/gerhana-bulan-sebagian-17-agustus-2008/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Gerhana Bulan Sebagian 17 Agustus 2008" >Gerhana Bulan Sebagian 17 Agustus 2008</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/08/27/gerhana-bulan-total-28-agustus-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007" >Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2010%2F01%2F17%2Fmenikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan%2F&amp;linkname=Menikmati%20Gerhana%20Matahari%20Bersama%20langitselatan"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/17/menikmati-gerhana-matahari-bersama-langitselatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
