Akhirnya 100 Jam Astronomi berakhir dengan sukses. Lima hari berturut-turut FOSCA melakukan kegiatan 100 Jam Astronomi (100 Hours of Astronomy - IYA 2009 ) di wilayah Jakarta. FOSCA (Forum of Scientist Teenagers) di bantu dengan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta telah melaksanakan kegiatan tersebut di Planetarium & Observatorium Jakarta pada tanggal 02-05 April 2009.
100 Jam astronomi memang telah berakhir, namun cerita dari berbagai belahan dunia sepertinya tak habis untuk dibagikan. Dari berbagai cerita itu, ada satu yang menarik. Kisah 100 Jam astronomi dari India
Posted by
ivie on Mar 30, 2009 in
Dari Balik Kamera |
27 comments
Walau cuaca Bandung masih belum jelas akan menuju musim kering ataukah masih musim penghujan, pada tanggal 20 Maret 2009 langit menampakan wajah yang cukup cerah.
Beberapa waktu yang lalu, sekelompok kecil tim dari langitselatan melakukan riset di Borobudur, tepatnya pada saat Vernal Equinox, yaitu pada waktu ketika terjadi perpotongan dua garis ekliptika dan ekuator langit.
Bulan Januari 2009, saat perhatian masyarakat tertuju pada fenomena Gerhana Matahari Cincin yang bisa dikatakan langka untuk mengunjungi Indonesia, Obervatorium Bosscha juga menerima sebuah Kamera CCD baru dari Jepang.
Bulan Agustus lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 2008 terjadi fenomena Gerhana Bulan Sebagian.
Bergabung dalam petualangan Unawe Indonesia pasti merupakan suatu pengalaman yang sangat menarik. Kegiatannya sendiri dapat dibaca di Berbagi Kegembiraan Bersama Anak. Satu hal yang menarik dalam pengalaman tersebut adalah, sebuah inovasi terbaru dari Unawe Indonesia … Ular Tangga Raksasa!
Banyak yang bertanya, saya berminat astronomi, tetapi dari mana saya mau mulai? Sebetulnya, untuk menggemari astronomi itu tidaklah sulit. Kenapa tidak sulit? Simak jawabannya ....
Walau hujan menerpa dan disusul langit mendung antusiasme siswa siswi SD St. Theresia tak terkikis untuk terus menikmati indahnya langit malam dan mengenal kemegahan semesta.
Salah satu alat peraga yang paling digemari oleh anak-anak, disamping menjadi pilihan di kala langit tidak dapat diamati adalah Planetarium. Planetarium bergerak walau mahal, namun tidak menghalangi teman-teman UNAWE Indonesia untuk mencoba berinovasi dalam membuatnya.