<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>langitselatan.com &#187; ivie</title>
	<atom:link href="http://langitselatan.com/author/ivie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langitselatan.com</link>
	<description>media astronomi indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 23:25:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjalanan Exoplanet WASP 12b Menuju Akhir Hidupnya</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/26/perjalanan-exoplanet-wasp-12b-menuju-akhir-hidupnya/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/26/perjalanan-exoplanet-wasp-12b-menuju-akhir-hidupnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 10:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Extrasolar]]></category>
		<category><![CDATA[auriga]]></category>
		<category><![CDATA[exoplanet]]></category>
		<category><![CDATA[extrasolar]]></category>
		<category><![CDATA[wasp-12b]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3430</guid>
		<description><![CDATA[Oktober 2008, para astronom berhasil menemukan sebuah exoplanet berukuran Jupiter yang berada begitu dekat dengan bintang induknya, 75 kali lebih dekat dari jarak Bumi - Matahari. Planet gas yang demikian dekat akhirnya menimbulkan tanya bagaimana mungkin ia berada dekat bintang dan bagaimanakah nasibnya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oktober 2008, para astronom berhasil menemukan sebuah <a href="http://langitselatan.com/2008/10/16/planet-wasp-12b-dalam-pelukan-sang-bintang/" target="_blank">exoplanet berukuran Jupiter yang berada begitu dekat dengan bintang induknya</a>, 75 kali lebih dekat dari jarak Bumi &#8211; Matahari. Planet gas yang demikian dekat akhirnya menimbulkan tanya bagaimana mungkin ia berada dekat bintang dan bagaimanakah nasibnya kelak?<span id="more-3430"></span></p>
<p>Jawaban itu ternyata tak perlu menunggu lama.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2008/10/dn14943-1_250.jpg" alt="" width="250" height="182" /><p class="wp-caption-text">Exoplanet WASP 12b. Kredit : ESA/C Carreau</p></div>
<p>Di bulan Februari 2010, sekelompok astrofisikawan menemukan sebuah exoplanet masif telah mengalami perubahan dan hancur oleh bintang induknya. Penemuan yang mengejutkan namun sekaligus memberikan penjelasan bagaimana si exoplanet tersebut bisa punya ukuran yang besar dan berada begitu dekat dengan bintang induknya. Planet itu adalah <a href="http://langitselatan.com/2008/10/16/planet-wasp-12b-dalam-pelukan-sang-bintang/" target="_blank">WASP 12b</a>.</p>
<p>Apa yang terjadi pada exoplanet WASP 12b juga membawa kisah dari tahap akhir perjalanan kehidupan sebuah planet. Yang menarik, untuk pertama kalinya para astronom menjadi saksi dari gangguan yang membawa WASP 12b pada devile kematiannya. Penelitian yang dilakukan oleh Shu-lin Li dari<em> National Astronomical Observatories of China</em>, Professor Douglas N.C. Lin dari<em> UC Santa Cru</em>z yang juga merupakan direktur pendiri <em>Kavli Institute for Astronomy and Astrophysics</em> (KIAA) di <em>Peking University</em>, mahasiswa pasca sarjana Li, dan tim peneliti yang bertugas menganalisa data pengamatan berhasil menunjukkan bagaimana gravitasi dari bintang induk membumbung ukurannya serta memacu terjadinya kehancuran yang sangat cepat pada si exoplanet.</p>
<p><strong>Exoplanet WASP 12b</strong><br />
Saat ditemukan WASP 12b merupakan satu dari 400 exoplanet yang penuh teka teki. WASP 12b memang sama seperti exoplanet pada umumnya yang  memiliki ukuran dan materi layaknya planet Jupiter dan Saturnus. WASP 12b memang tergolong planet gas yang besar yang berada di rasi Auriga.  Yang menjadi teka-teki, tak seperti planet gas pada umumnya, exoplanet yang satu ini berada sedemikian dekat dengan bintang. Hanya 75 kali lebih dekat dari Bumi-Matahari, atau hampir 2 juta km.</p>
<p>Yang pasti dengan kondisinya di dekat bintang induk, WASP 12b jelas melampaui model astrofisika yang bisa dibuat untuk kondisi yang sama. Massanya diperkirakan 50% lebih besar dari Jupiter dan ukurannya 80% lebih besar atau 6 kali lebih besar dari Jupiter. Planet ini juga luar biasa panas dengan temperatur 2500°C di siang hari.</p>
<p><strong>Mencari Jawaban Teka Teki</strong><br />
Pertanyaan yang muncul dari para astronom adalah bagaimana mungkin sebuah planet gas raksasa berada demikian dekat dengan bintangnya? Tentunya ada mekanisme yang bertanggung jawab atas pengembangan planet tersebut ke ukurannya itu. Salah satu dugaan adalah gaya pasang surut yang diduga cukup kuat untuk menghasilkan efek yang terlihat pada WASP 12b.</p>
<p>Di Bumi, pasang surut antara Bumi dan Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut pada air laut  2 kali sehari. Nah, dalam sistem WASP-12, exoplanet WASP 12b berada dekat sekali dengan bintang sehingga tak dipungkiri kalau gaya gravitasi yang terjadi di antara keduanya pasti luar biasa besar.  Gaya pasang surut yang luar biasa besar yang terjadi pada si planet justru mengubah seluruh bentuk planet menjadi sesuatu yang mirip rugby atau bola pada <em>American Football.</em></p>
<p>Pasang surut tersebut tak hanya mengubah bentuk WASP 12b, namun juga merusak planet secara terus menerus dan menghasilkan friksi di interior planet. Friksi tersebut menghasilkan panas yang kemudian menyebabkan planet mengembang. Menarik? tentunya karena inilah pertama kalinya sebuah bukti nyata dari pemanasan internal (atau pemanasan akibat pasang surut) bertanggung jawab pengembangan sebuah planet menjadi ukurannya saat ini.</p>
<p><strong>Perjalanan Menuju Akhir Hidup</strong><br />
WASP 12b yang besar ini pada akhirnya harus menghadapi kematian yang lebih awal. Bahkan pada kenyataannya ukurannya merupakan bagian dari masalah yang ia hadapi. WASP 12b mengembang layaknya balon sampai pada titik dimana ia tidak lagi dapat menahan massanya terhadap tarikan gravitasi bintang.</p>
<p>Akhirnya, WASP 12b mengalami kehilangan massanya kepada bintang induk pada laju yang luar biasa cepat yakni 6 milyar metrik ton per detik.  Pada laju seperti ini, si planet akan benar-benar hancur oleh bintang induknya dalam waktu 10 juta tahun. Jangan berpikir ini waktu yang lama, karena bagi para astronom dan terlebih lagi bagi perjalanan kehidupan sebuah planet atau bintang 10 juta tahun itu waktu yang cepat. Exoplanet WASP 12b akan menjalani kehidupan setidaknya 500 kali lebih pendek dari usia Bumi saat ini.</p>
<p>Materi yang ditarik dari WASP 12b tidak langsung jatuh ke bintang induk, namun membentuk piringan disekeliling bintang dan baru kemudian bergerak spiral ke dalam bintang. Analisa yang dilakukan pada gerak orbit WASP 12b secara tidak langsung menunjukan bukti gaya gravitasi dari planet kedua yag bermassa rendah di dalam piringan.  Planet kedua ini tampaknya cukup masif seperti halnya planet super Bumi.</p>
<p>Piringan materi planet dan keberadaan planet super Bumi tersebut bisa dideteksi menggunakan fasilitas teleskop yang ada saat ini. Sifat dan keadaan dari planet kedua maupun piringan materi planet tersebut juga bisa digunakan untuk  menentukan sejarah dan nasib dari planet misterius WASP 12b di masa depan.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : The Kavli Foundation</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/26/perjalanan-exoplanet-wasp-12b-menuju-akhir-hidupnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang Angkasa Jurassic, Ketika Galaksi Kuno Ditemukan</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/25/ruang-angkasa-jurassic-ketika-galaksi-kuno-ditemukan/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/25/ruang-angkasa-jurassic-ketika-galaksi-kuno-ditemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 11:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[galaksi katai]]></category>
		<category><![CDATA[hickson]]></category>
		<category><![CDATA[hubble]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3424</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kamu membayangkan menemukan dinosaurus di halaman belakang rumahmu? Inilah yang dialami para astronom. Mereka menemukan sebuah kehidupan masa prasejarah di halaman belakang aka disekitar ruang antar galaktik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kamu membayangkan menemukan dinosaurus di halaman belakang rumahmu? Inilah yang dialami para astronom. Mereka menemukan sebuah kehidupan masa prasejarah di halaman belakang aka disekitar ruang antar galaktik. <span id="more-3424"></span></p>
<p>Yang dilihat para astronom ini adalah sekelompok galaksi kuno kecil yang telah menungu selama 10 milyar tahun untuk bersatu. Galaksi yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan tersebut tengah berada pada tahap membentuk galaksi elips yag besar.</p>
<div id="attachment_3426" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/hs.jpg"><img class="size-full wp-image-3426" title="hs" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/hs.jpg" alt="" width="500" height="508" /></a><p class="wp-caption-text">Galaksi-galaksi kuno yang tengah berinteraksi. Kredit : Hubble/NASA</p></div>
<p>Sebenarnya pertemuan antar galaksi katai bukanlah hal yang aneh. kejadian ini umum terjadi dan secara normal bisa dilihat pada jarak milyaran tahun cahaya, yang juga menandakan kejadian pertemuan dan penggabungan itu terjadi milyaran tahun yang lalu. Yang menarik, galaksi yang merupakan anggota keluarga <em>Hickson Compact Group 31</em>, berada cukup dekat hanya 166 juta tahun cahaya. Komposisi dalam citra <em>Hickson Compact Group 31</em> yang diambil Hubble terdapat 4 galaksi yang sedang berinteraksi.</p>
<p>Citra yang ditangkap Hubble ini sekaligus menjadi jendela informasi apa yang terjadi di masa lalu kala galaksi-galaksi besar terbentuk dari kelompok yang lebih kecil.</p>
<p><strong>Interaksi Antar Galaksi</strong><br />
Selama beberapa dekade, para astronom telah mengetahui bahwa galaksi katai mengalami tarik menarik satu sama lainnya. Bentuk spiralnya yang klasik pada akhirnya mengalami tarikan dan mendorong keluar aliran panjang gas dan debu. Obyek paling terang yang ada dalam citra Hubble merupakan 2 galaksi katai yang sedang bertabrakan. Keseluruhan sistem tersebut bersinar terang oleh badai api bintang yang lahir. Badai api tersebut dipicu oleh gas hidrogen yang mampat sebagai akibat pertemuan pada jarak terdekat di antara galaksi, sehingga akhirnya runtuh membentuk bintang baru.</p>
<p>Informasi yang dapat diungkap dari hasil pengamatan Hubble menjadi sangat penting, karena disinilah petunjuk akan kisah interaksi kelompok galaksi. Kisah yang membawa para astronom untuk dapat menentukan kapan pertemuan akan dimulai serta bisa memprediksikan penggabungan yang akan terjadi di masa depan.</p>
<p>Sebenarnya para astronom sudah mengetahui keberadaan sistem ini beberapa waktu lalu karena bintang tertua pada beberapa gugus bola berusia 10 milyar tahun. Sebagian besar galaksi katai berinteraksi milyaran tahun lalu. Namun galaksi-galaksi tersebut baru mulai bersama untuk pertama kalinya. Dan kejadiannya pun belum lama, sekitar beberapa ratus juta tahun. Hanya sekejap mata dalam sejarah kosmik.</p>
<p><strong>Kumpulan Bayi Bintang</strong><br />
Dalam kelompok yang padat ini, kemanapun para astronom melayangkan pandangan untuk mengamati, mereka justru menemukan kumpulan gugus bintang yang masih bayi serta area yang diisi dengan kelahiran bintang.<br />
Teleskop Hubble mengungkapkan pada gugus yang paling terang, setiap kelompok memiliki setidaknya 100000 bintang, dan usianya kurang dari 10 juta tahun. Keseluruhan sistem kaya dengan gas hidrogen, materi yang membentuk bintang. Dengan menggunakan <em>Hubble&#8217;s Advanced Camera for Surveys,</em> para astronom berhasil mengungkap keberadaan gugus yang paling terang dan muda sehingga bisa dihitung usianya, sejarah jejak pembentukannya serta bisa menentukan kalau galaksi tersebut sedang berada dalam tahap akhir pembentukan galaksi yang lebih besar.</p>
<p>Keempat galaksi yang sedang berinteraksi tersebut termasuk berukuran kecil jika dibandingkan Awan Magellan Besar, satelit dari Bima Sakti. Kecepatannya terhadap satu sama lainnya diperkirakan cukup lambat hanya sekitar 60 km/detik. Jarak keempat galaksi tersebut juga relatif dekat hanya 75000 tahun cahaya satu sama lainnya, bahkan keempatnya cukup jika dimasukkan dalam galaksi Bima Sakti.</p>
<p>Tapi mengapa sistem ini butuh waktu lama untuk saling berinteraksi? Diperkirakan hal ini disebabkan keempat galaksi tersebut berada pada area dengan kerapatan rendah di alam semesta, atau bisa dikatakan di area pedesaan. Akibatnya untuk bisa bersama, dibutuhkan waktu yang lebih lama dibanding galaksi di area yang lebih rapat.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : Hubblesite</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/25/ruang-angkasa-jurassic-ketika-galaksi-kuno-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Exoplanet Termuda di Bintang Muda</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/19/exoplanet-termuda-di-bintang-muda/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/19/exoplanet-termuda-di-bintang-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 05:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Extrasolar]]></category>
		<category><![CDATA[BD+20 1790b]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[exoplanet]]></category>
		<category><![CDATA[extrasolar]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3415</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perjalanan penemuan extrasolar planet memang sangat menarik. Penemuan yang terjadi sejak tahun 1995 menunjukkan betapa banyaknya planet di luar Tata Surya ini yang tengah mengitari bintang mereka masing-masing. Dan setiap penemuan tentunya memberi kejutan dan keunikan tersendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perjalanan penemuan extrasolar planet memang sangat menarik. Penemuan yang terjadi sejak tahun 1995 menunjukkan betapa banyaknya planet di luar Tata Surya ini yang tengah mengitari bintang mereka masing-masing. Dan setiap penemuan tentunya memberi kejutan dan keunikan tersendiri. <span id="more-3415"></span></p>
<p>Dunia pernah dikejutkan dengan penemuan planet Gliese 581 c yang jadi planet super bumi pertama yang ditemukan sekaligus yang pertama kali diperkirakan memiliki zona laik huni seperti halnya Bumi.  Semenjak itu, ditemukan juga planet-planet lainnya yang diperkirakan memiliki potensial untuk terjadinya kehidupan.</p>
<p><strong>Penemuan Exoplanet Termuda</strong></p>
<div id="attachment_3417" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/BD+201790_b.jpg"><img class="size-full wp-image-3417" title="BD+201790_b" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/BD+201790_b.jpg" alt="" width="250" height="218" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi Exoplanet BD+20 1790b yang berusia 35 juta tahun. Kredit : M. Hernan - Obispo</p></div>
<p>Kali ini, para peneliti dari University of Hertfordshire, Dr Maria Cruz Gálvez-Ortiz dan Dr John Barne berhasil menemukan exoplanet termuda yang mengitari bintang serupa Matahari, yakni exoplanet BD+20 1790b.  Planet yang satu ini masih terhitung planet raksasa dengan massa 6 kali massa Jupiter dan baru berusia 35 juta tahun. Ini benar-benar menarik, karena ia baru saja melewati masa awal pembentukan planet dan tentu masih “segar” untuk memberikan informasi pembentukannya.</p>
<p>BD+20 1790b mengorbit sebuah bintang muda yang aktif pada jarak yang lebih dekat dari jarak Merkurius ke Matahari.  Dalam  pencarian planet, bintang-bintang muda biasanya tidak disertakan karena pada umumnya mereka memiliki medan magnet yang kuat yang memicu terjadinya aktivitas bintang seperti, flare dan bintik. Nah, biasanya aktivitas seperti ini tampak menipu pengamat sehingga flare ataupun bintik justru dianggap pasangan yang tengah mengorbit si bintang. Akibatnya sulit untuk bisa menguraikan mana yang merupakan sinyal dari si planet dan mana yang merupakan aktivitas bintang.</p>
<p>Pendeteksian exoplanet BD+20 1790b menurut Dr. Maria Cruz Gálvez-Ortiz dilakukan dengan menari perubahan yang sangat kecil pada kecepatan bintang induk yang disebabkan oleh gangguan gravitasi si planet saat ia mengorbit. Teknik ini memang umum digunakan dalam pencarian exoplanet dan dikenal sebagai teknik Doppler. Yang menyulitkan adalah gangguan itu demikian kecil dan harus bisa dibedakan dari aktivitas bintang yang terjadi disana.  Namun dengan data yang cukup, akhirnya si exoplanet ini pun bisa terungkap keberadaannya.</p>
<p><strong>Evolusi Exoplanet</strong><br />
Usia exoplanet BD+20 1790b yang masih snagat muda tentunya memberi harapan pada para astronom untuk mengungkap asal usul pembentukan planet dan evolusi awal pembentukan planet.  Apalagi sampai saat ini, pengetahuan akan evolusi awal planet masih minim dan penuh misteri. Sebagian besar planet yang selama ini ditemukan dan dicari rata-rata mengitari bintang tua dan umur mereka pun sudah melampaui milyaran tahun.</p>
<p>Sebelum exoplanet BD+20 1790b, sudah juga ditemukan exoplanet dengan usia 100 juta tahun. Penemuan BD+20 1790b yang baru berusia 35 juta tahun ini justru hanya sepertiga lebih muda dari exoplanet sebelumnya.  Penemuan exoplanet BD+20 1790b yang menggunakan berbagai teleskop di <em>Observatorio de Calar Alto</em> (Almería, Spain) dan <em>Observatorio del Roque de los Muchachos</em> (La Palma, Spain) selama 5 tahun terakhir akan menjadi sumber informasi sekaligus bahan uji coba berbagai skenario pembentukan planet yang ada saat ini.</p>
<p>Tak hanya itu, keberadaan exoplanet BD+20 1790b juga merupakan obyek yang dapat digunakan untuk menyelidiki tahap awal evolusi planet.</p>
<p>Sumber : <span style="color: #888888;"><em>University of Hertfordshire</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/19/exoplanet-termuda-di-bintang-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Vesta Di Langit Malam</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/17/menikmati-vesta-di-langit-malam/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/17/menikmati-vesta-di-langit-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Observasi]]></category>
		<category><![CDATA[vesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3406</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini, kita akan bisa menikmati pemandangan indah di langit. pemandangan itu bisa dinikmati dnegan binokuler ataupun mungkin kalau beruntung dengan mata bugil.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini, kita akan bisa menikmati pemandangan indah di langit. pemandangan itu bisa dinikmati dengan binokuler ataupun mungkin kalau beruntung dengan mata bugil.<span id="more-3406"></span></p>
<p>Tanggal 17 Februari 2010, Vesta, asteroid termasif kedua di sabuk asteroid akan mengalami oposisi. Di saat oposisi, Vesta akan berada pada arah sebaliknya dari matahari jika dilihat dari Bumi. Dengan kata lain, jika siang ini Matahari tepat berada di atas kepala kita, maka Vesta akan tepat berada di bawah kaki kita pada jarak 211.980.000 km. Pada saat itulah Vesta akan berada pada titik terdekat dengan Bumi.</p>
<div id="attachment_3409" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/vestamalamini.jpg"><img class="size-full wp-image-3409" title="vestamalamini" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/vestamalamini.jpg" alt="" width="500" height="388" /></a><p class="wp-caption-text">Asteroid Vesta di langit timur malam ini berada di rasi LEO. kredit : Stellarium</p></div>
<p>Di malam harinya, asteroid Vesta akan tampak di langit timur pada rasi Leo dengan kecerlangan 6,1 magnitud sehingga akan tampak oleh teleskop maupun binokuler. Bahkan jika memungkinkan Vesta akan bisa terlihat oleh mata bugil seandainya tidak ada polusi cahaya yang mengganggu.</p>
<p>Pada posisinya yang relatif dekat saat ini, setengah dari asteroid tersebut sudah pasti bermandikan sinar Matahari saat terlihat dari Bumi sehingga ia akan tampak terang. Selain itu, Vesta juga tidak segelap sebagian besar asteroid lainnya di Sabuk Utama Asteroid sehingga ia memantulkan lebih banyak lagi sinar matahari.</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Vesta</strong></p>
<div id="attachment_3408" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/vesta.jpg"><img class="size-full wp-image-3408" title="vesta" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/vesta.jpg" alt="" width="200" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Asteroid Vesta yang dipotret Teleskop Hubble tahun 2007. Kredit : NASA</p></div>
<p>Vesta merupakan obyek termasif kedua di Sabuk Asteroid dengan diameter rata-rata sekitar 530 km dan memiliki massa pada kisaran 9% dari massa seluruh Sabuk Asteroid. Ditemukan oleh astronom Jerman Heirich Wilhelm Olbers pada tanggal 29 Maret 1807, asteroid ini langsung dinamakan menurut salah satu dewi bangsa Roma yakni dewi Vesta. Vesta di antara asteroid merupakan asteroid yang paling cerlang dan ia juga mengitari sumbunya hanya dalam waktu 5,34 jam.</p>
<p>Tahun 1994, Hubble Space Telescope berhasil memotret Vesta saat Vesta berada pada jarak 251 juta km dari Bumi. Asteroid yang satu ini memang unik, karena ia memiliki kondisi geologi yang berbeda dari asteroid besar lainnya dan merupakan satu-satunya yang memiliki area gelap dan terang seperti halnya wajah Bulan.</p>
<p>Citra  yang diambil Hubble mengungkapkan dunia yang berbeda di Vesta. Di sana terdapat aliran lava yang sudah tua dan kolam raksasa yang juga dalam sebagai akibat tabrakan. Dengan demikian tampaklah sub-permukaan atau selubung dari asteroid ini. Permukaan Vesta juga menunjukkan kondisi geologi yang mirip dengan yang ada di planet kebumian seperti Mars dan Bumi.  Sementara  itu, hasil spektroskopi pengamatan landas Bumi mengindikasikan keberadaan area basalt yang menunjukkan pernah ada aliran lava di permukaan asteroid tersebut.  Menarik sekaligus mengejutkan karena ada asteroid yang memiliki interior  cair seperti di Bumi. Ini juga sekaligus menjadi kontradiksi dengan keyakinan umum kalau asteroid merupakan pecahan batuan dingin yang tersisa dari pembentukan planet di masa lalu.</p>
<p>Diperkirakan Vesta merupakan hasil pengelompokan materi-materi kecil yang didalamnya juga terdapat sisa radioaktif yang kemudian menyatu di inti. Radioaktif (isotop Alumunium-26) ini diperkirakan berasal dari ledakan supernova di dekat Tata Surya dan isotop panas tersebut kemudian melebur inti sehingga asteroid ini menjadi lebih berat, memiliki materi yang lebih rapat di pusat dan batuan yang ringan di permukaan. Struktur seperti ini memang umum untuk planet-planet kebumian. Nah, setelah Vesta terbentuk tampaknya batuan yang meleleh itu kemudian mengalir ke permukaan asteroid tersebut.  Diperkirakan proses ini terjadi lebih dari 4 milyar tahun lalu, dan sejak saat itu permukaannya tidak mengalami perubahan kecuali jika terjadi tabrakan meteorit.</p>
<p>Dalam perjalanan hidupnya, Vesta mengalami kehilangan 1% massa dalam tabrakan yang terjadi 1 milyar tahun yang lalu. Saat itu cukup banyak pecahan Vesta yang jatuh ke Bumi sebagai Howardite Eucrite Diogenite (HED) meteorit. HED ini merupakan meteorit yang kaya dengan bukti dan sumber dari batuan asteroid. Di antara tabrakan yang dialami vesta, ada satu atau lebih tabrakan yang tampaknya menyobek sebagian keraknya sehingga tampaklah selubung olivine yang diyakini ada di didalam selubung Bumi.  Tak pelak asteroid Vesta ini menyimpan begitu banyak cerita dari evolusi yang panjang dan kompleks dari Tata Surya.</p>
<p>Karena itu, cobalah malam ini nikmati Vesta di langit malam seandainya cuaca di Indonesia tidak hujan dan berawan.</p>
<p>Clear Sky.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/17/menikmati-vesta-di-langit-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulan Astronomi Global 2010</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/16/bulan-astronomi-global-2010/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/16/bulan-astronomi-global-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 15:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[AWB]]></category>
		<category><![CDATA[BAG2010]]></category>
		<category><![CDATA[GAM2010]]></category>
		<category><![CDATA[one people one sky]]></category>
		<category><![CDATA[satu langit bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3399</guid>
		<description><![CDATA[Gempita Tahun Astronomi Internasional 2009 memang telah berakhir dengan kegembiraan dan kesuksesan karena telah membawa astronomi pada masyarakat global. Tidak tanggung-tanggung seluruh dunia bisa menikmati indahnya alam semesta melalui berbagai acara yang dilakukan oleh berbagai institusi astronomi maupun komunitas astronomi yang tersebar di seluruh dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gempita <a href="http://astronomy2009.org" target="_blank">Tahun Astronomi Internasional 2009</a> memang telah berakhir dengan kegembiraan dan kesuksesan karena telah membawa astronomi pada masyarakat global. Tidak tanggung-tanggung seluruh dunia bisa menikmati indahnya alam semesta melalui berbagai acara yang dilakukan oleh berbagai institusi astronomi maupun komunitas astronomi yang tersebar di seluruh dunia. <span id="more-3399"></span><br />
<a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/gam2010-ID.png"><img class="size-full wp-image-3401 alignleft" style="margin: 5px;" title="gam2010-ID" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/gam2010-ID.png" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Salah satu acara yang menuai kesuksesan di tahun 2009 adalah rangkaian acara dalam 100 Jam Astronomi. Kegiatan yang berlangsung di seluruh dunia selama 100 Jam berhasil mengajak masyarakat menikmati langit dan mengenal astronomi dari dekat. Tak hanya itu, siaran langsung yang dilakukan melalui siaran langsung di internet berhasil mengajak masyarakat dunia mengunjungi 80 observatorium besar di dunia dan ruang angkasa. Menarik bukan? Dari sekolah sampai ke pasar, dari kota sampai ke pedesaan, masyarakat diajak untuk sama-sama berbagi langit yang sama.</p>
<p>Tahun astronomi memang berakhir namun kegembiraan itu tak kan pernah lekang. Dan di tahun 2010, <a href="http://www.astronomerswithoutborders.org" target="_blank">Astronomer Without Border</a> yang juga merupakan salah satu organisasi yang berada di balik layar 100 Jam Astronomi mengajak masyarakat global untuk kembali menikmati perayaan yang semesta untuk menikmati alam semesta. Yang menarik, tak hanya 100 Jam tapi selama satu bulan penuh di Bulan April 2010.</p>
<p><a href="http://www.gam-awb.org">Bulan Astronomi Global 2010</a> akan menjadi kegiatan besar di tahun 2010 yang menyertakan komunitas astronomi dan institusi astronomi di seluruh dunia dalam memperkenalkan astronomi kepada masyarakat global. Inilah kesempatan untuk bekerjasama melintasi batas ras, agama, prinsip, politik, idealisme dan menikmati keindahann langit yang sama dari berbagai belahan dunia. Astronom profesional, astronom amatir, klub, pusat sains, dan institusi astronomi lainnya akan kembali membawa keindahan alam semesta itu turun ke Bumi untuk dinikmati di bawah Satu Langit Bersama.</p>
<p><em><strong>Astronomers Without Borders</strong></em><br />
<em>Astronomers Without Borders</em> merupakan organisasi yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman bersama dan silaturahmi di antara bangsa-bangsa yang melintasi batas negara dan budaya melalui relasi yang terbentuk dari kecintaan pada astronomi. Proyek dalam <em>Astronomers Without Border</em> dilakukan dengan tujuan untuk saling berbagi, melalui kegemaran yang sama dan universal yakni berbagi langit.</p>
<p>Informasi lebih lanjut:<br />
Website: <a href="http://www.gam-awb.org" target="_blank">http://www.gam-awb.org</a><br />
Blog: <a href="http://gam-awb.org/gam-project-blog.html " target="_blank">http://gam-awb.org/gam-project-blog.html </a><br />
Twitter: <a href="http://twitter.com/GAM_2010" target="_blank">http://twitter.com/GAM_2010</a><br />
Facebook:  <a href="http://www.facebook.com/globalastronomymonth" target="_blank">http://www.facebook.com/globalastronomymonth</a></p>
<p>Unduh : <a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/GAM_Call_for_action.pdf">GAM2010 Call for action</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/16/bulan-astronomi-global-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quasar Ganda Hasil Penggabungan Galaksi</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/09/quasar-ganda-hasil-penggabungan-galaksi/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/09/quasar-ganda-hasil-penggabungan-galaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[lubang hitam]]></category>
		<category><![CDATA[quasar]]></category>
		<category><![CDATA[SDSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3394</guid>
		<description><![CDATA[Kerjasama yang baik memang senantiasa memberikan hasil yang memuaskan. Demikian juga yang terjadi dalam pengamatan. Kerjasama tim astronom yang melakukan pengamatan pada 2 rentang panjang gelombang yang berbeda yakni pada panjang gelombang sinar X dan panjang gelombang optik berhasil menemukan quasar ganda yang terbentuk dari 2 galaksi yang sedang bergabung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kerjasama yang baik memang senantiasa memberikan hasil yang memuaskan. Demikian juga yang terjadi dalam pengamatan. Kerjasama tim astronom yang melakukan pengamatan pada 2 rentang panjang gelombang yang berbeda yakni pada panjang gelombang sinar X dan panjang gelombang optik berhasil menemukan quasar ganda yang terbentuk dari 2 galaksi yang sedang bergabung. <span id="more-3394"></span></p>
<div id="attachment_3395" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/binaryquasar.jpg"><img class="size-full wp-image-3395" title="binaryquasar" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/binaryquasar.jpg" alt="" width="200" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Citra optik quasar ganda. Kredit : John Mulchaey/Paul Green</p></div>
<p>Penemuan quasar ini juga merupakan bukti pertama dari keberadaan quasar ganda dalam galaksi yang sedag bergabung (merger). Quasar sendiri merupakan obyek yang sangat cerlang di area pusat galaksi yang melingkupi lubang hitam supermasif, dan quasar ganda merupakan pasangan quasar yang terikat satu sama lainnya akibat gravitasi.  Sama seperti quasar lainnya, pasangan quasar ganda ini diperkirakan terbentuk akibat terjadinya penggabungan galaksi. Tapi memang sampai saat ini quasar ganda belum pernah terlihat apalagi terlihat di galaksi yang sedang dalam proses bergabung.</p>
<p>Hasil pengamatan quasar ganda tersebut terekam dalam citra yang diambil oleh John Mulchaey menggunakan teleskop Magellan milik <em>Carniege Institute</em> di Chille. Citra tersebut menunjukkan dua galaksi yang berbeda dengan ekor yang terbentuk dari gaya pasang surut akibat gravitasi di antara keduanya. Yang pasti ini merupakan kejadian langka bagi para astronom untuk dapat melihat dua galaksi berbeda, yang masing-masing galaksinya memiliki quasar sedang berinteraksi satu sama lainnya. Atau dengan kata lain melihat keduanya tengah bertabrakan dan bergabung. Kejadian langka ini juga akan memberi informasi yang sangat berharga bagi para pengamat di Bumi untuk dapat memahami proses penggabungan dua galaksi.</p>
<p><strong>Bergabungnya Dua Galaksi</strong><br />
Walaupun tidak semuanya, namun pada umumnya galaksi &#8211; galaksi besar seperti halnya galaksi Bima Sakti memiliki lubang hitam masif di pusatnya. Dalam perjalanannya, galaksi secara tetap akan berinteraksi dan mengalami penggabungan dengan galaksi lainnya. Hal ini yang membuat para astronom berasumsi kalau lubang hitam supermasif ganda merupakan fenomena umum yang ada di alam semesta. Terutama di masa awal sejarah alam semesta.</p>
<p>Lubang hitam tersebut hanya bisa dideteksi sebagai quasar saat mereka sedang aktif mengakresi materi. Suatu proses yag melepaskan sejumlah besar energi. Salah satu teori yang dipercaya menyebutkan penggabungan galaksi ini yang memicu terjadinya akresi dan menciptakan quasar di kedua galaksi. Mengapa quasar ganda ini tak terlihat? Hal ini disebabkan oleh kejadian penggabungan galaksi lebih banyak terjadi di masa lalu sehingga quasar ganda dan galaksi yang terkait berada sangat jauh sehingga sulit bagi teleskop untuk bisa melihatnya.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_3396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 504px"><img class="size-full wp-image-3396 " title="leadquasarbinary" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadquasarbinary.jpg" alt="" width="494" height="200" /><p class="wp-caption-text">SDSS J1254+0846 dalam sinar-X (biru), dan optik (kuning). Kredit : X-ray: NASA/CXC/SAO/Green et al Optik: Carnegie Obs/Magellan/Baade Telescope/Mulchaey et al</p></div>
<p>Quasar ganda yang diberi label SDSS J1254+0846 pada awalnya dideteksi oleh <em>Sloan Digital Sky Survey</em>, yang memang melakukan survei galaksi dan 120000 quasar. Pengamatan lanjutan kemudian dilakukan oleh Paul Green dan rekan-rekannya dari <em>Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics</em> dengan menggunakan <em>Chandra X-ray Observatory</em> dan teleskop di Kitt Peak National Observatory, Arizona serta teleskop di <em>Palomar Observatory</em>, California. Hasilnya di dapatkan indikasi obyek yang mirip dengan quasar ganda di tengah proses bergabungnya dua galaksi.</p>
<p><strong>Benarkah Galaksi itu bergabung?</strong><br />
John Mulchaey juga melakukan pengamatan menggunakan teleskop Baade-Magellan 6,5 meter di observatorium <em>Las Campanas</em>, Chile untuk mendapatkan citra yang lebih dalam dan detil dari galaksi yang bergabung tersebut. Pengamatan tersebut jadi penting karena bisa saja ternyata kedua galaksi itu hanya berdekatan dan bukan saling bergabung. Dan ternyata hasil pengamatan Mulchaey menunjukkan keberadaan ekor dari masing-masing galaksi yang muncul akibat pasang surut keduanya. Bisa disimpulkan kalau kedua galaksi itu memang sedang berinteraksi dan dalam proses untuk bergabung.</p>
<p>Tak hanya itu. Thomas Cox dari <em>Carnegie Observatories</em> menguatkan hasil tersebut melalui simulasi yang ia kerjakan. Dalam simulasi penggabungan galaksi yang ia jalankan, tampak jejak yang mirip dengan citra yang diambil Mulchaey. Karena itu bisa dikatakan inilah pertama kalinya para pengamat bisa mengamati dan memotret galaksi yang sedang dalam proses bergabung.</p>
<p>Dan yang pasti, informasi yang didapat juga menjadi petunjuk kalau interaksi antar galaksi merupakan komponen penting dalam hal pertumbuhan lubang hitam dan terbentuknya quasar di alam semesta.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : Carnegie Institutr for Science</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/09/quasar-ganda-hasil-penggabungan-galaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Puing &#8211; Puing Tabrakan Asteroid</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 17:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[awan oort]]></category>
		<category><![CDATA[komet]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk kuiper]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3385</guid>
		<description><![CDATA[Tanda X misterius berhasil dilihat oleh teleskop Hubble. Tanda X ini terbentuk dari debu yang tampaknya merupakan sisa tabrakan dua asteroid.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanda X misterius berhasil dilihat oleh teleskop Hubble. Tanda X ini terbentuk dari debu yang tampaknya merupakan sisa tabrakan dua asteroid. <span id="more-3385"></span>Sejak dahulu area disekitar sabuk asteroid memang sudah diduga merupakan daerah yang diisi oleh berbagai kejadian tabrakan asteroid. Namun tabrakan asteroid itu sendiri belum pernah terlihat. Sampai saat ketika Hubble mengenali jejak tanda X tersebut.</p>
<div id="attachment_3384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 504px"><img class="size-full wp-image-3384   " title="leadkomet" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadkomet.jpg" alt="" width="494" height="200" /><p class="wp-caption-text">Asteroid serupa komet P/2010 A2. Kredit :NASA, ESA, &amp; D. Jewitt (University of California, Los Angeles).</p></div>
<p>Asteroid memang tak sebesar planet, namun jangan salah tabrakan antar dua asteroid merupakan tabrakan energetik yang berkekuatan tinggi. Tabrakan yang terjadi memiliki kecepatan rata-rata lebih dari 17702 km per jam atau setidaknya lima kali lebih cepat dari peluru senapan. Tabrakan kedua beda angkasa tersebut tetap saja menimbulkan kehancuran dasyat yang menyisakan serpihan debu.</p>
<p>Lantas asteroid apakah yang mengalami tabrakan itu?</p>
<p><strong>Inti Komet P/2010 A2</strong><br />
Dalam penglihatannya, Hubble berhasil memotret obyek yang mirip komet dan dikenal dengan nama P/2010 A2 yang ternyata ditemukan oleh program survei langit Lincoln Near-Earth Asteroid Research, atau LINEAR pada tanggal 6 Januari.  Dalam citra yang diambil Hubble pada tanggal 25 dan 29 Januari, tampak pola X yang kompleks dari struktur filamen di dekat inti.</p>
<p>Apa yang dilihat Hubble memang agak berbeda dari selubung debu halus yang ada di komet pada umumnya. Filamen yang dilihat Hubble ini terdiri dari debu dan kerikil yang agaknya baru saja terlepas dari inti. Sebagian di antaranya tersapu oleh tekanan radiasi sinar Matahari dan membentuk lintasan debu yang lurus. Di dalam filamen tersebut juga terdapat gumpalan debu yang terbentuk dari bagian yang sangat kecil dari obyek induknya.</p>
<p>Hubble dalam penglihatannya juga menunjukan keberadaan inti P/2010 A2 yang berada di luar halo debunya. Inti tersebut diperkirakan memiliki diameter 460 kaki (0,14km). Yang menarik, kondisi seperti ini tak pernah terlihat sebelumnya pada obyek serupa komet.<br />
<strong><br />
Tabrakan  Asteroid</strong><br />
Pada umumnya, komet berasal dari waduk es di Sabuk Kuiper atau awan Oort akan masuk ke bagian dalam Tata Surya. Saat ia mendekati Matahari, komet akan menjadi hangat dan es di dekat permukaan akan menguap serta melontarkan materi dari inti komet yang padat melalui jet (letupan berkecepatan tinggi).</p>
<p>Namun tampaknya komet P/2010 A2 memiliki asal yang berbeda. Komet tersebut mengorbit pada area yang hangat di bagian dalam  sabuk asteroid yang tetangganya adalah obyek batuan kering yang tidak memiliki materi yang mudah menguap. Dengan demikian, kemungkinan yang muncul untuk dapat menjelaskan ekor puing-puing yang dilihat Hubble berasal dari tabrakan dua benda dan bukan dari es yang menguap dari si komet.</p>
<p>Jika interpretasi ini benar maka yang terjadi adalah ada dua obyek asteroid tak dikenal yang mengalami tabrakan dan menyisakan puing-puing. Puing tersebut kemudian tersapu menjadi ekor yang terlihat di area teradinya tabrakan sebagai akibat dari tekanan sinar Matahari.  Dalam tabrakan ini, into P/2010 A2 bisa jadi merupakan sisa komet yang selamat. Tabrakan ini dikenali sebagai tabrakan berkecepatan hiper.<br />
<strong><br />
Filamen Yang Berbeda</strong><br />
Citra yang diambil Hubble juga menunjukan perbedaan pada penampakan filamen komet P/2010 A2 jika dibandingkan dengan citra komet lainnya yang sudah diambil Hubble. Dan tentunya kondisi ini sesuai untuk kondisi komet yang memiliki proses yang berbeda. Selain itu, asal mula tabrakan juga memiliki kecocokan dengan ketiadaan gas dalam spektrum yang terekam dengan teleskop landas Bumi.</p>
<p>Sabuk asteroid memiliki bukti yang berlimpah dari tabrakan yang terjadi di masa lalu yang sudah menghancurkan obyek awal yang akan membentuk planet menjadi serpihan-serpihan kecil. Dan apa yang terlihat menunjukkan kalau orbit P/2010 A2 juga cocok dengan asteroid yang ada di keluarga asteroid Flora yang terbentuk dari pecahan akibat tabrakan lebih dari 100 juta tahun lalu.</p>
<p>Salah satu pecahan tabrakan di masa lalu itu bahkan diperkirakan sudah menghantam Bumi 65 juta tahun lalu dan memicu terjadinya pemusnahan massal yang menghapus keberadaan dinosaurus di Bumi.</p>
<p>Walaupun ada banyak bukti tabrakan di sabuk asteroid, sampai saat ini belum pernah terlihat secara langsung terjadinya tabrakan antar asteroid.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : NASA</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/06/jejak-puing-puing-tabrakan-asteroid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamati Bintang di Siang Hari</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 11:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[St Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3358</guid>
		<description><![CDATA["Kakak, kenapa Pluto nggak jadi planet lagi?". Itulah salah satu pertanyaan yang muncul di antara pertanyaan-pertanyaan lainnya saat tim langitselatan memberikan penjelasan tentang Tata Surya kepada siswa siswi TK St. Yusuf.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kakak, kenapa Pluto nggak jadi planet lagi?&#8221;. Itulah salah satu pertanyaan yang muncul di antara pertanyaan-pertanyaan lainnya saat tim langitselatan memberikan penjelasan tentang Tata Surya kepada 51 siswa siswi TK St. Yusuf. <span id="more-3358"></span></p>
<p>Acara pagi ini dimulai dengan pengenalan singkat Tata Surya dan dilanjutkan dengan Penjelajahan Tata Surya melalui tayangan planetarium dari piranti lunak Celestia. Di sini siswa diajak untuk mengenali planet-planet di Tata Surya dan pergerakannya.  Acara kemudian dilanjutkan dengan pengamatan Matahari menggunakan teleskop yang sudah diberi filter dan kacamata Matahari.  Dengan menggunakan dua alat berbeda, siswa diharapkan dapat melihat juga perbedaan &#8220;skala&#8221; dari obyek yang diamati.</p>
<p>Rona kegembiraan dan celetukan pertanyaan serta kekaguman mewarnai acara pagi itu. Meskipun awan sempat menutupi Matahari dan membuat 8 siswi yang belum menikmati pengamatan Matahari dilanda kekecewaan sesaat, akhirnya sang Surya menampakkan wajahnya kembali dan semua siswa TK St Yusuf bisa sama-sama mengenal wajah Matahari yang telah menyinari bumi tempat tinggal mereka.</p>

<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7959/' title='IMG_7959'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7959-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7959" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7962/' title='IMG_7962'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7962-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7962" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7970/' title='IMG_7970'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7970-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7970" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7993/' title='IMG_7993'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7993-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7993" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_7997/' title='IMG_7997'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_7997-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_7997" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8003/' title='IMG_8003'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8003-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8003" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8009/' title='IMG_8009'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8009-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8009" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8013/' title='IMG_8013'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8013-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8013" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8014/' title='IMG_8014'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8014-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8014" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8017/' title='IMG_8017'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8017-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8017" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8019/' title='IMG_8019'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8019-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8019" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8022/' title='IMG_8022'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8022-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8022" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8026/' title='IMG_8026'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8026-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8026" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8033/' title='IMG_8033'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8033-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8033" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/img_8035/' title='IMG_8035'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8035-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_8035" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/04/mengamati-bintang-di-siang-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obyek Terdingin Itu Sebuah Katai Coklat</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 17:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[katai coklat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3331</guid>
		<description><![CDATA[Seperti apakah obyek yang dingin di alam semesta? Mungkin hal ini sering muncul di benak kita. Yang pasti para astronom dari University of Hertfordshire bisa memberikan jawaban akan pertanyaan ini. Mereka baru saja menemukan sebuah obyek sub bintang yang paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti apakah obyek yang dingin di alam semesta? Mungkin hal ini sering muncul di benak kita. Yang pasti para astronom dari <em>University of Hertfordshire</em> bisa memberikan jawaban akan pertanyaan ini. Mereka baru saja menemukan sebuah obyek sub bintang yang paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.<span id="more-3331"></span></p>
<p><strong>Sub Bintang &amp; Katai Coklat</strong></p>
<div id="attachment_3332" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3332" title="leadkataicoklat" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/leadkataicoklat-300x121.jpg" alt="" width="300" height="121" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi pasangan  katai coklat yang dingin. Kredit : NASA / JPL-Caltech</p></div>
<p>Sub bintang adalah benda angkasa yang massanya jauh lebih kecil dari massa terkecil sebuah bintang yang diperkirakan sekitar 0,08 massa Matahari. Batas minimum massa bintang tersebut berasal dari batas minimum dimana bintang dapat mempertahankan reaksi fusi di dalam dirinya.</p>
<p>Pada umumnya obyek sub bintang tersebut merupakan obyek katai coklat, yang massanya lebih kecil dari massa bintang namun lebih besar dari massa planet gas raksasa seperti Jupiter. Bisa dikatakan, katai coklat merupakan obyek pertengahan antara bintang dan planet raksasa dengan massa rata-rata kurang dari 70 massa Jupiter.  Temperatur katai coklat yang dingin justru membuat mereka tampak sangat redup pada panjang gelombang tampak dan lebih mudah dideteksi dari pendarnya pada panjang gelombang inframerah.</p>
<p>Inilah obyek yang ditemukan para astronom tersebut dengan menggunakan <em>United Kingdom Infrared Telescope</em> (UKIRT) di Hawaii. Yang menarik, obyek tersebut memiliki warna yang cukup istimewa, sehingga ia tampak sangat biru atau sangat merah, bergantung pada bagian spektrum yang digunakan untuk melihat obyek ini.</p>
<p>Secara teknis, obyek baru ini merupakan katai coklat yang diberi kode SDSS1416+13B dan berada pada jarak 50 tahun cahaya dari Tata Surya. Ia memiliki orbit yang cukup lebar di dekat katai coklat SDSS1416+13A yang lebih terang dan hangat yang berada pada jarak 15 tahun cahaya.</p>
<p><strong>Katai Coklat Yang Sangat Dingin</strong><br />
Penemuan katai coklat ini juga memecahkan rekor suhu paling dingin dari obyek yang ditemukan di luar Tata Surya. Bagaimana tidak, katai coklat ini diperkirakan memiliki temperatur pada kisaran 200 derajat celcius. Hanya 2 kali titik didih air di Bumi.</p>
<p>Tapi, para astronom masih harus meneliti obyek ini dengan hati-hati. Menurut Dr Philip Lucas dari  <em>University of Hertfordshire’s School of Physics, Astronomy and Mathematics</em>, warna katai coklat ini berbeda dari yang pernah terlihat sebelumnya sehingga belum bisa sepenuhnya dipahami. Yang pasti, para ahli fisika akan semakin sibuk untuk mengungkapkan misteri yang ada di balik obyek tersebut.</p>
<p>SDSS1416+13B pertama kali diamati oleh Dr. Ben Burningham sebagai bagian dari pencarian katai coklat dingin dalam program <em>UKIRT Infrared Deep Sky Survey</em> (UKIDSS). Saat diamati, obyek tersebut tampak lebih biru pada panjang gelombang dekat inframerah. Dan saat spektrumnya diambil dengan teleskop Subaru di Hawaii, tampak kalau katai coklat ini termasuk tipe katai T, yang memiliki metana cukup banyak di atmosfer akan tetapi memiliki tanda tertentu lainnya seperti adanya gap / jeda yang besar pada panjang gelombang tertentu.</p>
<p>Pengamatan lanjutan terhadap SDSS1416+13B dilakukan menggunakan Teleskop Angkasa Spitzer pada panjang gelombang yang lebih panjang. Hasilnya, Dr. Sandy Leggett menemukan kalau spektrum katai coklat tersebut berada di area tengah pada panjang gelombang infra merah. Hasil ini juga yang dijadikan indikator dalam menentukan temperatur dan pada akhirnya diketahui juga kalau SDSS1416+13B merupakan   katai coklat yang paling merah yang pernah diketahui pada rentang panjang gelombang tersebut.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan model teoretik atmosfer katai coklat, maka diperkirakan temperatur dari SDSS1416+13B berada pada kisaran 500 Kelvin (227 derajat Celcius).</p>
<p><strong>Bintang Ganda</strong></p>
<div id="attachment_3333" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><img class="size-full wp-image-3333" title="brown-dwarf_225" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/02/brown-dwarf_225.jpg" alt="" width="225" height="150" /><p class="wp-caption-text">Pasangan ganda katai coklat SDSS1416+13A dan SDSS1416+13B. Kredit : SDSS</p></div>
<p>Selain menemukan SDSS1416+13B, Ben Burningham juga memastikan kalau bintang terang SDSS1416+13A yang telah teramati sebelumnya oleh SDSS dan berada tak jauh dari SDSS1416+13B merupakan katai coklat. Yang menarik, keduanya merupakan pasangan bintang ganda katai coklat.</p>
<p>Bintang SDSS1416+13A ditemukan oleh Sloan Digital Sky Survey pada gelombang cahaya tampak, sedangkan katai coklat pasangannya SDSS1416+13B justru hanya bisa teramati pada cahaya inframerah. Tak hanya itu. Katai coklat SDSS1416+13A juga memiliki spektrum yang tak biasa. Dan diharapkan bintang pasangan katai coklat ini bisa memberikan jawaban atas gap yang ada serta memberi pemahaman yang baru bagi dunia astronomi.</p>
<p>Hasil analisis awal pada kedua katai coklat menunjukan kurangnya elemen berat di dalam obyek tersebut. Miskinnya elemen bera di katai coklat ini bisa dijelaskan seandainya usia mereka memang sudah sangat tua. Dan seandainya memang usianya sudah tua, maka tak mengherankan kalau bintang pasangan tersebut memiliki temperatur yang sangat rendah.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : <em>University of Hertfordshire</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/02/03/obyek-terdingin-itu-sebuah-katai-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penemuan Supernova Yang Berbeda</title>
		<link>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 02:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[sinar gamma]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=3323</guid>
		<description><![CDATA[Supernova, ledakan bintang memang selalu jadi kajian yang menarik untuk dibicarakan. Kali ini, untuk pertama kalinya para astronom berhasil menemukan ledakan supernova yang karakternya mirip dengan ledakan sinar gamma. Yang menarik, walaupun terlihat mirip namun sama sekali tidak tampak sinar gamma dalam ledakan tersebut. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Supernova, ledakan bintang memang selalu jadi kajian yang menarik untuk dibicarakan. Kali ini, untuk pertama kalinya para astronom berhasil menemukan ledakan supernova yang karakternya mirip dengan ledakan sinar gamma. Yang menarik, walaupun terlihat mirip namun sama sekali tidak tampak sinar gamma dalam ledakan tersebut. <span id="more-3323"></span></p>
<p>Penemuan tersebut berhasil dilakukan melalui pengamatan radio menggunakan teleskop radio <em>Very Large Array </em>(VLA) milik <em>National Science Foundation</em> (NSF). Pengamatan radio ini memang menarik. Bahkan, ia bisa menjadi salah satu alat yang paling mumpuni dalam mencari dan menemukan ledakan supernova dengan karakteristik ledakan sinar gamma tersebut.</p>
<p>Dalam pengamatan radio, supernova yang dikenal sebagai SN2009bb itu memperlihatkan adanya materi yang dilontarkan saat terjadinya ledakan, pada kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Pada saat dilakukan pengamatan pertama kalinya di bulan Maret 2009, tipe ledakan tersebut diperkirakan menghasilkan jenis ledakan sinar gamma. Tapi, ternyata hal tersebut justru tidak tampak dalam pengamatan.</p>
<p>Yang menarik, dengan pengamatan pada gelombang radio manusia bisa mengamati radiasi energi yang sangat rendah yang sebenarnya justru sedang membawa pesan dan sinyal dari sebuah kejadian berenergi tinggi.</p>
<p><strong>Tipe Supernova Yang Ditemukan</strong></p>
<div id="attachment_3325" class="wp-caption alignleft" style="width: 164px"><img class="size-full wp-image-3325" title="tradthumb" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/tradthumb.jpg" alt="" width="154" height="200" /><p class="wp-caption-text">ledakan core-collapse supernova yang melontarkan selubung berbentuk bola. Kredit : Bill Saxton, NRAO/AUI/NSF </p></div>
<p>Pada saat reaksi fusi terjadi di inti bintang yang sangat masif dan ketika inti tak lagi memiliki energi yang cukup untuk menahan selubung yang berat, maka terjadilah keruntuhan katastrofe dari inti bintang menjadi bintang netron ataupun menjadi lubang hitam. Sementara lapisan selubung inti justru terlontar dalam ledakan besar di angkasa yang dikenal sebagai ledakan supernova.</p>
<p>Di antara berbagai tipe ledakan supernova, ada satu tipe supernova yang memproduksi ledakan sinar gamma. Tipe itu dikenal sebagai “<em>core-collapse supernaova</em>” (supernova yang mengalami keruntuhan di pusat). Namun demikian tak berarti semua supernova jenis ini menghasilkan ledakan sinar gamma. Hanya satu dari seratus yang menghasilkan sinar gamma.</p>
<p>Pada umumnya di supernova, ledakan yang terjadi melontarkan selubung bintang dalam pola berbentuk bola dengan kecepatan yang sangat tinggi dan 3% di antaranya justru mencapai kecepatan cahaya. Dan pada supernova yang menghasilkan ledakan sinar gamma, sebagian materi yang terlontar keluar itu mengalami percepatan sampai hampir mencapai kecepatan cahaya.</p>
<p>Ledakan dengan kecepatan super cepat ini memang sangat jarang terjadi. Kalau demikian apa yang menyebabkan ledakan seperti itu bisa terjadi?</p>
<p>Di pusat ledakan supernova terdapat “mesin” yang mirip qusar (<em>quasi-stellar radio source</em>), hanya saja pada skala yang lebih kecil. Materi yang runtuh ke dalam inti akan memasuki piringan yang sedang mengalami turbulensi atau sedang berputar di sekeliling bintang netron ataupun lubang hitam yang baru saja terbentuk.  Piringan akresi trsebut kemudian menghasilkan jet (ledakan super cepat) dari materi yang terdorong keluar dari kutub piringan dengan kecepatan yang luar biasa tinggi. Inilah yang diperkirakan sebagai penyebab terjadinya percepatan materi pada kecepatan cahaya dalam ledakan supernova.</p>
<p>Untuk dapat mendeteksi “mesin pengendali” supernova tersebut dilakukan dengan mendeteksi sinar gamma yang terpancar saat ledakan.</p>
<p><strong>Mengapa tak ada sinar Gamma?</strong></p>
<div id="attachment_3324" class="wp-caption alignright" style="width: 166px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/GRB.jpg"><img class="size-full wp-image-3324" title="GRB" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2010/01/GRB.jpg" alt="" width="156" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ledakan supernova yang memiliki mesin pengendali dengan piringan akresi dan ledakan jet super cepat . kredit :Bill Saxton, NRAO/AUI/NSF</p></div>
<p>Dalam supernova SN2009bb tidak tampak adanya sinar gamma. Apakah ini mungkin?  Ada beberapa penjelasan yag coba disampaikan terkait ketiadaan sinar gamma tersebut.</p>
<p>Menurut Alicia Soderberg, dari <em>Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics</em>, “Pancaran sinar gamma biasanya terjadi saat terjadinya ledakan. Namun untuk kasus SN2009bb, bisa saja ledakan sinar gamma justru tak terlihat karena bergerak pada arah yang menjauhi Bumi.”  Tapi tak bisa dipungkiri penemuan ledakan seperti ini dengan pengamatan radio akan memberi kesempatan yang lebih luas lagi bagi para peneliti untuk bisa menemeukan lebih banyak lagi supernova jenis yang sama di masa depan.</p>
<p>Kemungkinan lain mengapa sinar gamma tidak tampak menurut Soderberg adalah sinar gamma tersebut masih “tertahan” saat mereka mencoba melepaskan diri dari bintang. Kemungkinan ini justru menarik karena jika memang hal itu yang terjadi, maka para peneliti bisa mencari dan kemudian mengidentifikasi mesing pengedali supernova yang selama ini suka dideteksi karena kurangnya sinar gamma disitu. Akibatnya satelit sinar gamma tak pernah bisa mendeteksinya.</p>
<p><strong>Mencari Jawaban Mesin Pengendali di Supernova</strong><br />
Tak hanya itu, menurut Soderberg para peneliti juga berharap bisa mengungkap misteri dibalik perbedaan tipe core-collapse supernovae  dengan “cara biasa” dan yang mengalami ledakan dengan “mesin pengendali” di dalamnya. Tentunya ada ciri-ciri fisik yang langka yang bisa membedakan bintang yang akan menghasilkan ledakan dengan memiliki “mesin pegendali” dari bintang yang mengalami ledakan pada umumnya.</p>
<p>Salah satu alasan yang coba dikemukakan adalah bintang yang memiliki ledakan dengan mesin pengendali tersebut memiliki konsentrasu elemen berat yang rendah dibanding kandungan hidrogen. Akan tetapi tampaknya hal tersebut bukanlah jawaban untuk supernova jenis ini.</p>
<p>Yang pasti, penemuan supernova tersebut melalui pancaran sinar radio dan bukan melalui sinar gamma merupakan sebuah terobosan. Dan tentunya di masa depan kemungkinan penemuannya akan semakin meningkat.</p>
<p><span style="color: #888888;">Sumber : NRAO</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2010/01/31/penemuan-supernova-yang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
