fbpx
langitselatan
Beranda » Apa Itu Planet Laik Huni?

Apa Itu Planet Laik Huni?

Apakah benar ada Planet yang Layak di huni oleh Manusia, contohnya Planet Kepler-186 atau Planet Alpha Centauri yang di katakan memang mirip bumi, pertanyaan saya apakah memang benar ada Planet yang memang layak huni? Kalaupun iya apa alasan planet itu bisa di sebut Layak Huni.

Anonim

Layak Huni atau Laik Huni?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang planet laik huni, kami ingin membahas terminologi yang digunakan terlebih dahulu. Dari namanya, planet layak huni atau laik huni sekilas bisa diartikan sebagai planet yang pantas untuk dihuni atau ditinggali.

Sama seperti rumah yang layak untuk kita huni. Tapi, layak ataukah laik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia IV Daring, laik dan layak memiliki arti yang mirip tapi berbeda.

laik /la-ik/ artinya memenuhi persyaratan yang ditentukan atau yang harus ada; patut; pantas; layak

sedangkan

layak /la-yak/ artinya wajar; pantas; patut; mulia; terhormat

Dari definisi yang diberikan, kita bisa mengetahui perbedaan antar keduanya. Laik dan layak sekilas memiliki arti mirip yakni pantas atau patut. Tapi, laik artinya pantas setelah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Ada kriteria minimal untuk dikategorikan laik. Sedangkan untuk layak, tidak memerlukan standar atau syarat minimal untuk bisa disebut pantas. Hal ini dikarenakan standar atau kriteria atau ukuran kepantasan itu bisa berbeda-beda. Tapi tidak demikian dengan laik.

KBBI juga menjadikan layak sebagai padanan dari laik. Artinya, jika sesuatu sudak laik maka ia pasti layak. Tapi jika sesuatu itu layak maka belum tentu laik.

Misalnya, rumah. Sebuah rumah gubug yang bersih dan terlindungi dari hujan bisa jadi merupakan rumah yang layak huni bagi sebagian orang. Tapi, belum tentu gubug tersebut laik huni. Untuk bisa dikategorikan laik huni, rumah tersebut harus memenuhi standar hunian yang sehat dari Departemen Kesehatan.

Contoh lain, pesawat terbang. Pesawat terbang harus memenuhi syarat keselamatan yang kriterianya sudah ditetapkan secara nasional dan global untuk bisa dikategorikan laik terbang.

Untuk planet, kita akan menggunakan kata laik huni untuk menyatakan sebuah planet sudah memenuhi syarat minimal untuk dihuni oleh makhluk hidup.

Syarat disini bukanlah planet yang indah atau bersih, melainkan syarat minimal agar planet tersebut bisa mendukung tumbuh kembangnya kehidupan. Perlu diingat, planet laik huni tidak berarti di planet tersebut pasti atau sudah ada kehidupan.

Serperti apa planet yang laik huni? Mari kita telusuri….

Bagaimana Planet Dikategorikan Laik Huni?

Planet Laik Huni. Kredit: NASA
Planet Laik Huni. Kredit: NASA

Pencarian planet laik huni dimulai dari ide yang sudah ada selama berabad-abad. Mimpi manusia untuk mengetahui apakah ada kehidupan lain di luar Bumi. Konsep keberadaan kehidupan lain di luar Bumi sudah dikemukakan sejak 450 SM oleh Epicurius, seorang filsuf Yunani. Ia mengemukakan konsep keberadaan dunia lain di luar Bumi, yang mirip maupun yang tidak mirip dengan planet tempat tinggal kita. Pandangan ini kemudian berkembang sampai ke era modern, dan pencarian kehidupan lain atau Bumi lain pun dilakukan. Sebelum mencapai era ledakan exoplanet seperti sekarang, ada banyak sekali kegagalan yang ditemui para astronom ketika mencari planet di bintang lain. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keterbatasan instrumen.

Sejarah mencatat planet pertama di bintang lain ditemukan tahun 1992 di sebuah pulsar atau bintang berdenyut. Pada masa itu, spekulasi berkembang apakah mungkin sebuah planet bisa bertahan dan masih ada di bintang neutron atau bintang yang sudah mengakhiri hidupnya? Ternyata pulsar memang bisa memiliki planet.

Era exoplanet dimulai saat planet Pegasi 51b ditemukan di bintang Pegasi 51 yang serupa Matahari. Sampai November 2016, tercatat sudah ditemukan 3540 exoplanet dan 4706 kandidat planet yang belum dikonfirmasi. Diantaranya, ada 44 kandidat planet laik huni.

Jadi bagaimana kita bisa mengetahui sebuah planet laik huni atau tidak?

Ketika kita berbicara tentang planet lain yang punya kehidupan, tentunya ide tentang kehidupan itu akan mirip dengan Bumi. Atau mungkin ada yang memiliki ide seperti dunia sains fiksi bahwa makhluk asing itu memiliki bentuk yang berbeda?

Kehidupan lain itu bisa seperti di Bumi atau bahkan snagat berbeda dari Bumi. Tapi, kalau kehidupan itu jauh berbeda dari yang ada di Bumi bagaimana kita mengenalinya? Ini akan seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami.

Tidak percaya? Alam semesta memiliki 2 triliun galaksi. Satu galaksi isinya bisa milyaran bintang. Dan setiap bintang, jika punya planet tentunya memiliki minimal 1 buah planet. Nah, bagaimana kita bisa menemukan kehidupan yang berbeda dari Bumi? Untuk menemukan yang mirip saja tidak mudah.

Maka, para astronom mempersempit ruang pencarian. Definisi kehidupan yang dicari adalah kehidupan yang dikenal yakni kehidupan yang ada di Bumi. Anggap ini adalah aturan dasar ketika mencari planet yang punya kehidupan lain. Selain itu kehidupan yang dicari juga tidak persis seperti Bumi yang sudah berevolusi dan memiliki kehidupan cerdas. Planet dengan kehidupan itu artinya ada mikroorganisme yang bisa muncul dan berkembang.

Permasalahan berikut, bagaimana mengenali planet yang punya kehidupan seperti di Bumi dari jarak yang luar biasa jauh?

Planet itu jauh lebih kecil dari bintang. Dari Bumi, bintang hanya tampak seperti titik cahaya di langit. Untuk bisa menemukan planet di bintang lain saja para astronom menggunakan metode deteksi tak langsung yang memberi indikasi keberadaan planet dari perilaku bintangnya. Jadi bagaimana mengenali planet yang punya kehidupan seperti di Bumi?

Perlu syarat lain lagi. Kali ini, para astronom mencari komponen utama pendukung kehidupan seperti halnya di Bumi. Ada banyak, tapi apa yang paling utama?

Air! Dalam wujud cair!

Di Bumi tidak ada kehidupan yang tidak membutuhkan air. Manusia, hewan dan tumbuhan tidak hidup dari es atau uap air. Yang dibutuhkan adalah air dalam wujud cair dan dalam jumlah yang cukup banyak untuk menopang kehidupan. Jika kita lihat di Bumi, yang paling mencolok adalah lautan yang mengisi 2/3 Bumi.

Planet yang punya air dalam wujud cair di permukaan jadi syarat utama mencari planet yang berpotensi memiliki kehidupan. Berpotensi punya kehidupan karena air bukan syarat satu-satunya. Itu baru syarat awal.

Bagaimana cara mengenalinya? Yang pasti mirip Bumi yakni planet batuan. Tapi apa yang bisa jadi tolok ukur sebuah planet berpotensi punya lautan di permukaannya?

Yuk kita lihat Bumi dulu. Bumi punya lautan. Artinya, Bumi bisa mempertahankan air dalam wujud cair. Bumi bukan planet batuan kering kerontang dan bukan juga planet es. Ini terkait dengan temperatur yang sesuai untuk mempertahankan air dalam wujud cair. Terkait juga dengan lokasi Bumi atau jarak Bumi dari Matahari. Bumi berada pada jarak yang pas sehingga panas yang diterima dari Matahari tidak menguapkan air dari permukaan dan tidak terlalu dingin sehingga air membeku jadi es.

Area di sekeliling bintang yang hangat dan bisa membuat planet mempertahankan air dalam wujud cair ini kita sebut zona laik huni. Jika ada planet di dalam zona laik huni maka planet itu berpotensi untuk mempertahankan air dalam wujud cair. Dan si planet juga berpotensi untuk bisa mempertahankan kehidupan seperti yang kita kenal.

Tapi kehidupan tidak hanya bertumpu pada air, meski air jadi faktor utama. Ada berbagai komponen lain yang juga harus diperhitungkan seperti parameter planet maupun bintang dimana planet laik huni itu bermukim. Ini semua penting tidak hanya untuk awal pembentukan kehidupan tapi juga evolusi kehidupan di planet itu sendiri.

Bintang Induk yang Cocok

Pada awalnya, para astronom mencari planet laik huni itu pada bintang-bintang serupa Matahari atau bintang katai kuning. Hal ini karena kehidupan yang dikenal ada di Bumi dan bintang serupa Matahari dianggap ideal untuk bisa mempertahankan kehidupan.

Tapi mengapa tidak semua bintang ideal sebagai induk planet laik huni?

Bintang serupa Matahari dianggap ideal untuk planet laik huni, karena memiliki rentang waktu hidup beberapa miliar tahun. Kala hidup bintang selama beberpa miliar tahun ini akan dapat menyokong evolusi kehidupan pada planet.

Untuk bintang yang jauh lebih panas dari Matahari, ia hanya hidup kurang dari 1 miliar tahun. Ini tentu tidak cukup untuk kehidupan berevolusi.

Bintang dingin seperti bintang katai merah lebih berpotensi memiliki planet laik huni. Pengamatan sudah membuktikan bahwa planet laik huni memang cukup banyak di bintang katai merah. Kala hidupnya yang jauh lebih panjang juga memberi kesempatan bagi kehidupan untuk berevolusi. Akan tetapi, pada bintang katai merah, zona laik huninya snagat dekat dengan bintang. Akibatnya planet akan mengalami penguncian gravitasi dan hanya satu sisi yang selalu berhadapan dengan bintang. Artinya ada satu sisi yang tidak akan pernah mengalami sinar bintang dan ini akan sulit bagi evolusi kehidupan. Satu sisi akan mengalami panas yang luar biasa sedangkan sisi lainnya akan mengalami dingin yang tak berakhir. Selain itu, bintang katai merah juga sewaktu-waktu melepaskan ledakan yang bisa berbahaya bagi kehidupan di planet yang berada sangat dekat dengan bintang.

Atmosfer Planet

Setelah exoplanet ditemukan di zona laik huni bintang, maka para astronom akan meneliti lebih lanjut apakah planet-planet tersebut memenuhi syarat lainnya. Seperti komposisi planet apakah planet tersebut merupakan planet batuan seperti halnya Bumi ataukah planet logam maupun planet gas seperti Jupiter dan Saturnus atau planet es seperti Uranus dan Neptunus. Komposisi planet juga memiliki keterkaitan dengan jarak dari bintang induk. Planet gas dan es hanya bisa ditemukan pada jarang yang jauh dari bintang atau di luar zona laik huni.

Syarat lainnya adalah atmosfer planet. Para astronom harus bisa mengetahui apakah planet laik huni itu memiliki atmosfer atau tidak. Planet yang massanya kecil akan memiliki gravitasi yang juga kecil. Akibatnya planet tidak bisa mempertahankan keberadaan atmosfer. Molekul-molekul yang ada akan dengan mudah terlepas dari planet saat disapu angin bintang atau tabrakan dengan benda lain. Kehidupan tidak akan dapat bertumbuh dan berevolusi pada planet yang tidak memiliki atmosfer atau atmosfernya terlalu tipis. Salah satu alasannya, jika kehidupan bisa tumbuh, ia tidak akan terlindungi dari bahaya. Planet beratmosfer tebal seperti Venus juga tidak dapat mempertahankan kehidupan karena atmosfer yang terlalu tebal menyebabkan terjadinya efek rumah kaca berkelanjutan dan permukaan planet jadi sangat panas.

Nah, ketika menelusuri atmosfer planet laik huni, para astronom akan mencari atmosfer yang memiliki kandungan dasar kehidupan seperti, karbon dioksida, oksigen, nitrogen, uap air, amonia, dan metana.

Planet Laik Huni Yang telah ditemukan

Planet Laik Huni yang sudah ditemukan sampai saat ini. Kredit: Planetary Habitability Laboratory
Planet Laik Huni yang sudah ditemukan sampai saat ini. Kredit: Planetary Habitability Laboratory

Sampai saat ini, para astronom belum menemukan planet lain yang memiliki kehidupan, ataupun planet lain yang sudah benar-benar bisa dihuni oleh manusia.

Yang ditemukan adalah planet yang berpotensi memiliki lautan di area laik huni bintang. Dengan demikian, diharapkan planet tersebut dapat memiliki ataupun mempertahankan kehidupan seperti di Bumi. Sampai saat ini sudah ditemukan 44 planet laik huni, termasuk di dalamnya Proxima Centauri b yang mengitari bintang Proxima Centauri tetangga Matahari maupun planet Kepler-186f.

[divider_line]

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS!

Pengembara Angkasa

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen, nebeng kapal orang, dan menumpang tidur di rumah singgah antar bintang.

4 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Ulasan yang mencerahkan.

    Apabila kriteria pencarian planet laik huni adalah komposisi dan unsur2 yang mendekati kondisi bumi, maka adalah wajar menggunakan kriteria yang digunakan. Berarti, jika komposisi & unsur nya sama, tidak menutup kemungkinan makhluk yg menghuni juga tidak jauh berbeda

    Dengan berbagai kemungkinan kondisi di sebuah planet, mungkinkan ada peradapan di luar sana yang unsur kehidupannya berbeda dengan bumi …?, misalkan tidak memerlukan oksigen untuk bernafas

    Terima kasih

    • Mungkin saja. Tapi tentu untuk mengidentifikasinya tidak mudah karena kehidupan yang kita kenal di Bumi berbasis karbon dan contoh yg kita punya hanya di Bumi.