fbpx
langitselatan
Beranda » Bagaimana Cara Memberi Makan Monster Galaktik?

Bagaimana Cara Memberi Makan Monster Galaktik?

Di seberang angkasa nan luas dan gelap yang menjadi langit malam kita, terdapat objek-objek yang lebih eksotis, lebih besar, dan lebih dahsyat daripada apapun yang ada di Bumi, yaitu galaksi-galaksi yang menyatu.

 Ilustrasi galaksi yang menyatu, dengan monster lubang hitam supermasif  di dalamnya.
Ilustrasi galaksi yang menyatu, dengan monster lubang hitam supermasif di dalamnya.

Meskipun jarak antara objek-objek di angkasa sangatlah jauh, dua galaksi saling bertumbukan dan menyatu cukup sering terjadi. Galaksi-galaksi tersebut saling menarik dan memelintir ketika perlahan-lahan keduanya saling mendekat sehingga menyebabkan bentuk keduanya berubah sama sekali. Proses menyatunya galaksi-galaksi itu juga dapat memicu kelahiran ribuan bintang besar secara gila-gilan, dan yang paling menarik adalah proses ini dapat mengawali acara memberi makan besar-besaran pada monster-monster yang ada di pusat galaksi: lubang hitam supermasif!

Lubang hitam mempunyai gravitasi yang sangat kuat sehingga cahaya pun tidak bisa lolos dari cengkeramannya. Lubang hitam di pusat galaksi jauh lebih besar daripada yang ada di bagian lainnya, jadi kita menyebutnya “lubang hitam supermasif”.

Saat “memangsa” (menarik) gas dan debu di sekitarnya, lubang hitam supermasif berubah menjadi objek paling terang dan paling kuat di alam semesta. Apakah ini yang menjadi bahan bakar lubang hitam supermasif? Sekelompok astronom dari Jepang telah berusaha mencari tahu.

Dengan menyelidiki sampel dari 29 galaksi yang menyatu, para astronom tersebut mengungkapkan bahwa masing-masing mempunyai setidaknya satu lubang hitam yang sedang giat menelan materi di dekatnya.

Hasil penelitian kelompok astronom itu menunjukkan bahwa sebagian lubang hitam supermasif di galaksi yang menyatu sedang tidur. Artinya, ada sesuatu yang spesial dan misterius tentang kondisi di sekitar masing-masing lubang hitam supermasif yang membuatnya mulai makan.

Fakta menarik : Massa lubang hitam supermasif antara 1 juta hingga beberapa milyar kali lipat lebih besar daripada massa Matahari. Lubang hitam yang “normal” jauh lebih kecil, yaitu antara 3 sampai 100 kali lipat lebih besar dari massa Matahari.

Sumber & crosspost: Universe Awareness Space Scoop

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • bisa gak klo massif nya dikurangi hingga tak ada massif massif lagi di angkasa raya yang massif itu,