fbpx
langitselatan
Beranda » Teko Raksasa Menampung Gergasi Merah di Langit Selatan

Teko Raksasa Menampung Gergasi Merah di Langit Selatan

Nun jauh di sana, di belahan langit selatan, terdapat nebula Toby Jug (semacam teko, tapi kalau kalian tidak menemukan bentuk teko, bolehlah kalian sapa dengan nama nebula Kupu-Kupu; pentj.), yang dipotret dengan sangat detil di foto ini. Awan gas yang tampak pucat melingkupi bintang raksasa merah yang bermassa lima kali lipat massa Matahari! Cahaya terang dari bintang di tengah-tengah dipantulkan oleh gas, yang menyebabkannya bercahaya. Nebula ini dinamai oleh dua astronom Inggris. Di mata mereka pusaran gas terlihat mirip seperti pegangan dan badan teko kuno dari Inggris yang disebut Toby Jug.

Nebula Toby Jug yang ada di belahan bumi selatan. Awan gas pucat melingkupi sebuah bintang Raksasa Merah bermassa lima kali lipat massa Matahari. Kredit: ESO
Nebula Toby Jug yang ada di belahan bumi selatan. Awan gas pucat melingkupi sebuah bintang Raksasa Merah bermassa lima kali lipat massa Matahari. Kredit: ESO

Meskipun usia bintang di tengah-tengah nebula itu jutaan tahun lebih muda dari Matahari kita, bintang tersebut sudah mendekati masa akhirnya. Hal ini disebabkan oleh karena bintang-bintang bermassa besar ‘lebih cepat dewasa’ daripada bintang-bintang kecil. Matahari berusia 4,6 milyar tahun dan masih di tengah-tengah perjalanan hidupnya, sedangkan bintang yang tadi hanya akan hidup beberapa juta tahun lagi karena massanya lebih besar. Tahap Raksasa Merah merupakan sebagian kecil saja dari siklus hidup bintang sehingga objek foto ini menjadi pemandangan langka!

Nanti, kalau Matahari sudah membakar hampir semua hidrogen yang ada di intinya, ia juga akan menggembung menjadi Raksasa Merah. Para astronom menduga bahwa ketika saat itu terjadi, Matahari akan mengambang hingga melewati orbit Bumi. Artinya, Matahari akan menelan semua planet-planet dalam Tata Surya: Merkurius, Venus, Bumi, dan mungkin juga Mars!

Fakta Menarik
Dengan cepatnya laju kemajuan teknologi, ada kemungkinan manusia sudah bisa mendiami planet lain sebelum waktunya Matahari menjadi Raksasa Merah. Saat ini sudah ada beberapa orang yang tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Cari tahu dan ikuti berapa banyak orang di ruang angkasa di website keren ini: http://www.howmanypeopleareinspacerightnow.com/

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

1 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini